Penyebab dan Gejala Radang Gusi Serta Cara Ampuh Mengobatinya

06 Feb 2020 Isfatu Fadhilatul

Penyebab dan Gejala Radang Gusi Serta Cara Ampuh Mengobatinya

Ilustrasi radang gusi - Image from id.pinterest.com

Cari tahu apa itu radang gusi, penyebab, gejala dan pengobatannya disini.

Radang gusi adalah peradangan yang terjadi pada gusi yang ditandai dengan memerahnya gusi di sekitar akar gigi. 

Radang gigi atau yang dalam dunia medis disebut gingivitis terjadi saat sisa-sisa makanan di gigi dan gusi mengeras menjadi plak.

Radang gigi jika dibiarkan terus menerus dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan pengobatan radang gusi berikut ini.

Cara Mengobati Radang Gusi

Radang gusi merupakan kondisi medis yang bisa dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa sama-sama berisiko mengalami masalah ini.

Radang gigi yang tidak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dapat berkembang menjadi periodontitis, yakni infeksi serius yang bisa merusak gigi dan tulang di sekitarnya. Periodontitis dapat menyebabkan gigi menjadi mudah tanggal.

Umumnya, radang gusi disebabkan oleh kurang terpeliharanya kebersihan mulut, sehingga muncul pembusukan kuman dan bakteri dari sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan. 

Nah, bertumpuknya bakteri tersebut akan berubah menjadi plak ataupun karang gigi. Perlu diketahui, karang gigi memiliki lapisan luar yang lebih tebal, sehingga bakteri dan kuman di dalamnya akan terlindungi dan semakin mudah berkembang biak.

Jika terus dibiarkan, kuman dan bakteri tersebut akan mengikis gusi dan menyebabkan radang gusi. Selain itu, radang gusi juga bisa disebabkan oleh hal-hal berikut, antara lain:

1. Kekurangan vitamin C

2. Kesalahan dalam cara menggosok gigi.

3. Mengalami luka dan trauma pada gusi.

4. Tumbuhnya gigi baru.

      Mungkinkah terjadi kasus radang gusi akibat behel? Ya, gusi bengkak akibat pemakaian behel merupakan hal yang wajar terjadi, karena Anda sedang beradaptasi dengan adanya alat baru di mulut.

      Akan tetapi, jika terus dibiarkan justru akan menyebabkan iritasi atau masalah mulut yang lebih parah. Oleh karena itu, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

      Gejala radang gusi

      Gejala radang gusi dan tenggorokan sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Radang gusi bahkan dapat terjadi tanpa gejala apapun. Beberapa gejala yang biasa dialami oleh penderita gingivitis antara lain:

      1.Gusi mudah berdarah terutama saat menyikat gigi atau membersihkan sela gigi menggunakan benang (flossing).

      2.Gusi bengkak dan sakit.

      3. Warna gusi menjadi merah kehitaman.

      4. Bau napas tidak sedap.

      5. Merasa nyeri saat mengunyah makanan.

      6. Gusi menyusut, sehingga akar gigi terlihat.

      7. Muncul nanah antara gigi dan gusi.

      8. Gigi palsu terasa tidak pas lagi.

      9. Gigi mudah tanggal atau copot.

      10. Gusi mengkilap.

        Radang gusi pada anak biasanya akan disertai dengan gejala sebagai berikut:

        1. Si Kecil merasa tidak enak pada gusi.

        2. Anak mengeluh rasa sakit saat gusi disentuh.

        3. Kesulitan mengunyah makanan.

        4. Air liur bercampur dengan darah.

        5. Bau mulut yang busuk.

        Baca Juga: Gigi Tonggos : Penyebab dan Cara Memperbaiki

        Kapan harus pergi ke dokter?

        Sebenarnya, semua orang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi dan juga gusi enam bulan sekali.

        Namun, jika Anda mengalami gejala radang gusi dan untuk mencegah gingivitis menjadi radang gusi parah, lakukan pemeriksaan lebih rutin.

        Memang sebagian besar kasus radang gusi dikategorikan sebagai penyakit ringan. Namun, radang gusi tetap tidak boleh dibiarkan begitu saja karena dapat berpotensi menjadi komplikasi. Gusi yang radang tidak akan kuat menopang gigi sehingga gigi mudah tanggal.

        Yang paling berbahaya, bakteri penyebab radang gusi bisa masuk ke peredaran darah dan menginfeksi bagian tubuh lainnya, termasuk menyebabkan keracunan darah. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter gigi.

        Faktor risiko radang gusi

        Radang gusi memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami radang gusi, yaitu:

        1. Kesehatan mulut yang tidak terjaga karena malas menyikat gigi.

        2. Usia lanjut.

        3. Adanya riwayat gingivitis dalam keluarga (faktor keturunan).

        4. Pemakaian gigi palsu yang tidak pas.

        5. Kebiasaan merokok ataupun mengunyah tembakau.

        6. Perubahan hormon di masa pubertas, menstruasi, kehamilan, dan efek penggunaan pil KB.

        7. Kekurangan nutrisi, termasuk vitamin C.

        8. Mulut kering.

        9. Mengalami infeksi virus atau infeksi jamur.

        10. Kondisi medis atau sedang mengalami penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, leukemia, dan diabetes.

        11. Mengkonsumsi obat hipertensi jenis antagonis kalsium atau obat anti kejang.

        12. Menjalani pengobatan kanker.

        Baca Juga:
        1. Obat Mujarab Sariawan di Lidah yang Alami
        2. 3 Cara Menghilangkan Sakit Gigi Dengan Cepat

        Pengobatan radang gusi

        Kondisi radang gusi kronis lebih sering dialami oleh anak-anak, sehingga radang gusi bisa sering kambuh dan menyebabkan gusi bengkak dan berdarah

        Pengobatan radang gusi sendiri bertujuan untuk meredakan gejala serta mencegah komplikasi yang mungkin muncul. Beberapa metode pengobatan untuk mengatasi radang gusi antara lain:

        1. Pembersihan karang gigi (scaling) serta perawatan saluran akar gigi (root planing) dengan menggunakan laser ataupun gelombang suara.

        2. Penambalan atau penggantian gigi yang berlubang atau mengalami kerusakan, jika kondisi tersebut terkait dengan gingivitis.

        Guna membantu proses pemulihan sekaligus mencegah radang gigi terjadi kembali, lakukan beberapa langkah sederhana berikut:

        1. Sikat gigi setelah bangun tidur dan sebelum tidur. Akan lebih baik jika menyikat gigi juga dilakukan tiap selesai makan.

        2. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut.

        3. Ganti sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali.

        4. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setidaknya satu kali sehari (flossing).

        5. Gunakan antiseptik kumur untuk mengurangi plak di sela-sela gigi.

        6. Bersihkan gigi di dokter gigi, paling tidak dua kali dalam satu tahun. Namun jika Anda memiliki penyakit gigi dan gusi serta berisiko terkena radang gusi, bersihkan gigi di dokter gigi lebih sering.

        7. Hentikan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau.

        8. Radang gusi yang tidak ditangani akan berkembang menjadi periodontitis, yakni infeksi gusi yang dapat menyebar hingga ke jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

        9. Selain bisa menyebabkan gigi goyang dan mudah copot, periodontitis juga bisa memicu gangguan pada jantung dan paru-paru. 

        Oleh karena itu, periksakan segera ke dokter jika Anda mengalami gejala radang gusi yang sudah disebutkan tadi. Semoga bermanfaat.

        BAGIKAN !

        Jika kontent kami bermanfaat
        share wa