Teror Semut Agresif di Banyumas, Tidak Doyan Gula Malah Suka Makan Hewan

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 18 Nov 2020

Ilustrasi semut - Image from idntimes.com

Kawanan semut ini meresahkan warga 

Saat diuji dengan gula dan hewan, ternyata kawanan semut itu malah lebih doyan makan hewan. Berikut penjelasan ahli entomologi terkait fenomena semut agresif ini. 

Menanggapi fenomena tersebut, tim ahli entomologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto turun tangan guna mengecek langsung. 

Fenomena teror semut terjadi di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Salah satu tim ahli dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed Darsono menemukan fakta menarik saat mengecek keberadaan semut yang membuat resah warga Banyumas.

"Jadi (semut ini) sangat tertarik sekali justru pada hewan lain yang masih hidup seperti belalang. Tadi kita uji coba, dia tertarik tidak dengan gula," kata Darsono kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

Darsono kemudian mengungkapkan, fenomena tersebut diketahui saat menguji coba dengan memberi gula dan belalang.

"Saya kasih gula dia tidak mau, tapi setelah saya kasih belalang dia langsung menggerumut dan tertarik pada hewan lain yang hidup atau serangga lain yang masih hidup. Jadi rupa-rupanya dia karnivora," ujar Darsono.

Di pihak yang lain, Kepala Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed Trisnowati Budi Ambarningrum menjelaskan, akan mengecek jenis semut tersebut di laboratorium.

"Saya belum punya gambaran semutnya apa, jadi belum bisa lihat ukurannya. Tapi ini bukan semut api, kalau semut api ukurannya agak besar, jadi ini akan dicek dulu," kata Trisnowati.

Menurut Trisnowati, jumlah semut tersebut sangat banyak dan sangat agresif. Bahkan di setiap pelepah batang pohon kelapa atau kulit pohon terlihat banyak sekali telur dan anakan semut itu. 

"Semut ini sepertinya sudah banyak sekali memang, seperti tadi kita buka di masing-masing pelepah kelapa disitu terlihat sekali ada anakan, ada telur dan itu saya lihat memang agresif sekali semutnya dan ini mungkin terkait juga dengan lingkungan dengan sanitasi," jelas Teisnowati.

Sebelumnya diinformasikan, sejumlah warga di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok diresahkan dengan munculnya kawanan semut dalam jumlah banyak dan sangat ganas dan agresif. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Titik Puji Astuti mengungkapkan keluhan kemunculan semut dengan jumlah banyak itu telah terjadi sejak tahun 2017.

Walaupun kecil, semut seringkali mengganggu aktivitas di rumah. Entah karena mengerumuni makanan, merusak makanan, hingga mengganggu kebersihan di rumah. 

Kalau bunda, pernahkah menjumpai semut yang sama dengan di Banyumas?

SHARE ARTIKEL