Abu Lahab, Paman Nabi yang Dicela Al Quran, Dapat Keringanan di Neraka, Kok Bisa?

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 06 Nov 2020

Pemeran Abu Lahab dalam film Umar bin Khattab - Image from islami.co

Ingatkah kamu kisah Abu Lahab? 

Abu Lahab adalah salah seorang paman Nabi yang sangat jahat dan memusuhi Nabi Muhammad SAW habis-habisan. Meski begitu, ia mendapatkan keringanan siksaan dari Allah SWT. Ini sebabnya ia mendapatkan keringanan.

Abu Lahab adalah salah seorang paman Nabi SAW sekaligus orang yang paling getol memusuhinya. Berbagai cara dilakukan olehnya untuk menyingkirkan Rasulullah SAW dan menghalang-halangi dakwahnya. Nama sebenarnya dari Abu Lahab adalah Abdul Uzza. 

Kata Lahab yang berarti ‘yang menyala-nyala’ disematkan sebab waktu kecil dia dikenal dari wajahnya yang tampak cerah. 

Nama Lahab juga menjadi nama salah satu surat di Al Quran, yakni surat Al Lahab yang mengisahkan tentang kekejiannya. 

Abu Lahab memang salah satu tokoh Quraisy yang sangat bersemangat untuk menjatuhkan Nabi Muhammad SAW. Miris, kematiannya terjadi sangat mengenaskan.

Dikisahkan kematian Paman nabi itu terjadi setelah Perang Badar. Seminggu setelah kekalahan di Perang Badar, ia menderita sakit parah dan meninggal dunia. 

Jasadnya ternyata diabaikan selama tiga hari berturut-turut hingga baunya berubah jadi sangat busuk. Setelah itu para tetangga membuat lubang besar dan memasukkan mayatnya ke dalam boks kayu. 

Karena tidak tahan bau busuk mayatnya, jasadnya dimasukkan dalam peti kemudian dimasukkan ke liang kubur dari kejauhan. Sesudah itu liang kuburnya dilempari dengan kerikil dan tanah hingga rata. 

Lantas mengapa Allah SWT memberikan keringanan pada Abu Lahab?

Kebaikan Abu Lahab 

Allah SWT memberikan keringanan siksaan kepada Abu Lahab karena kegembiraannya yang teramat besar saat Rasulullah SAW terlahir ke dunia. 

Disebutkan dalam kitab Al Anwar al Muhamdiyyah bahwa Nabi Muhammad dilahirkan di Mekah di rumah yang dulunya milik Muhammad bin Yusuf. 

Kemudian, beliau disusui oleh Tsuawibah seorang hamba sahaya yang dimerdekakan oleh Abu Lahab karena begitu senangnya dengan kelahiran Nabi. 

Setelah kematian Abu Lahab ada seseorang yang bermimpi bertemu dengannya. Kemudian dalam mimpinya orang tersebut bertanya kepadanya,”Bagaimana keadaanmu?

Ia menjawab, "Saya di neraka hanya saja setiap malam Senin saya mendapat keringanan, saya bisa menghisap air dari jari saya ini (dia pun menunjukkan ujung dua jarinya). Hal itu karena saya memerdekakan Tsuwaibah ketika saya gembira akan kelahiran Muhammad SAW dan menyuruhnya untuk menyusuinya.”

Itulah alasan mengapa Abu Lahab yang begitu kejam kepada Nabi Muhammad SAW bisa mendapatkan keringanan. 

Jika Abu Lahab yang kafir dan bahkan dicela dalam Al Quran bisa mendapatkan keringanan karena salah satu kebaikannya. Apalagi kita, umat Islam yang beriman kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kebaikan yang dilakukannya. 

Yakinlah bahwa setiap kebaikan akan diberikan balasan yang seadil-adilnya oleh Allah SWT. Untuk itu, jangan putus untuk berbuat kebaikan. Sebab kita tidak tahu kebaikan mana yang akan menyelamatkan kita dari siksa neraka. 

SHARE ARTIKEL