Tidak Sholat karena Lupa dan Ketiduran, Apa yang Harus Dilakukan?

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 19 Oct 2020

Ilustrasi muslimah tidur - Image from ruangmuslimah.co

Tak cukup dengan istighfar, kamu juga perlu melakukan hal ini 

Pernahkah kamu tidak sholat karena terlupa atau ketiduran? Lantas setelah itu apa yang kamu lakukan. Tak cukup hanya memohon ampun, kamu juga perlu melakukan hal ini agar tak berdosa. 

Shalat lima waktu adalah kewajiban setiap muslim. Namun, aktivitas atau kesibukan harian terkadang membuat kita lalai menunaikan sholat. 

Tidak jarang hal itu membuat seseorang menunda shalat hingga batas akhir waktu. Bahkan, ada juga yang sampai lupa shalat sehingga waktunya terlewat. 

Lantas, apa yang harus dilakukan jika kita terlanjur lupa sholat?

Ada penjelasan di Buku Fiqih 4 Mazhab dijelaskan, jika seseorang meninggalkan shalat karena tertidur atau lupa, kemudian teringat, maka dia harus mengerjakan shalat saat itu juga. 

Dia tidak perlu melakukan kafarat (denda yang wajib ditunaikan seseorang karena perbuatan dosa) selain itu. Hal tersebut berpijak dari hadist Rasulullah SAW: 

“Barangsiapa yang tidak mengerjakan shalat karena lupa atau tidur maka kafaratnya adalah mengerjakan shalat tersebut saat teringat dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat pernah tertidur dalam perjalanannya dan baru bangun saat matahari telah terasa terik. Kemudian beliau bersabda: 

“Tidak mengerjakan shalat karena tertidur bukan lah sikap mengabaikan. Orang yang mengabaikan shalat adalah orang tidak mengerjakan shalat dengan sengaja sampai tiba waktu shalat berikutnya. Maka barangsiapa yang tertidur maka hendaklah mengerjakan shalat tersebut saat teringat dengannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Jadi, perlu dibedakan antara meninggalkan shalat dengan sengaja dengan ketinggalan waktu shalat karena ketidaksengajaan seperti tertidur. 

Dianjurkan Segera Meng-qadha Sholat

Jika tidak sholat karena lupa dan tidur dianjurkan untuk segera meng-qadha sholat. Namun, jika pun diakhirkan juga dibolehkan, berarti qadha’nya tidak segera. Hal ini merupakan pelajaran dari hadits berikut.

Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan dan ketika itu kami berjalan semalam suntuk sampai mau mendekati sholat Shubuh. Kemudian kami berhenti sebentar untuk istirahat. 

Ketika itu mata kami sudah tidak kuat lagi menahan kantuk hingga kami tertidur sampai matahari terbit. ‘Imran berkata bahwa di antara kami yang duluan terbangun adalah Abu Bakar Ash Shiddiq.

Kami sendiri belum mau membangunkan Nabi SAW dari tidurnya ketika ia tidur sampai ia terbangun sendiri. Kemudian yang bangun berikutnya adalah Umar bin Khattab. Ia kemudian berdiri di samping Nabi SAW. 

Lalu Umar bertakbir dan ia mengeraskan suara takbirnya hingga Rasulullah SAW terbangun. Ketika Rasulullah SAW mengangkat kepalanya, ia melihat matahari sudah terbit. 

Lantas Rasulullah SAW berkata, ‘Ayo berpindah!’ Kemudian beliau bergerak bersama kami sampai matahari terlihat terang. Lalu beliau turun dan melaksanakan shalat Shubuh bersama kami.” (HR. Muslim, no. 682)

Nah itulah yang perlu kamu lakukan jika terlewat sholat karena lupa dan tertidur. 

Sebaiknya bagi ada keluarga atau teman yang tertidur, sedangkan waktu sholat segera berakhir, maka kamu perlu untuk membangunkan dan mengingatkan waktu sholat.

Semoga kita bisa saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.