Satu-satunya Surat di Al Quran Tanpa 'Bismillah', Ini 3 Alasannya

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 28 Jan 2021

Satu-satunya Surat di Al Quran Tanpa 'Bismillah', Ini 3 Alasannya

Ilustrasi Al Quran - Image from islamicity.org

Berikut penjelasan ulama mengenai fenomena unik ini 

Surat ini jadi satu-satunya surat di Al Quran yang tidak diawali dengan kata bismillah. Salah satu alasannya adalah berkaitan dengan 3 tradisi yang dilakukan oleh bangsa Arab. 

Tahukah kamu bahwa dalam Al Quran ada surat yang tak diawali dengan kalimat 'bismillah'? 

Surat tersebut adalah surat At Taubah. Surat At-Taubah memiliki keistimewaan dibanding surat lain dalam Alquran, sebab tidak diawali dengan bismillah. 

Dalam penjelasan yang dikutip dari laman resmi, Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam tafsirnya pernah membahas mengenai kalimat bismillah. 

Ia menjelaskan bahwa Allah SWT membuka surat Al-Fatihah dan semua surat dalam Alquran kecuali surat At-Taubah dengan ayat “bismillahir rahmanir rahim". 

Kalimat tersebut berfungsi untuk memberikan petunjuk bagi umat Islam agar mengawali setiap ucapan dan tindakan dengan mengucap nama Allah SWT. 

Hal ini dimaksudkan untuk mengharapkan bantuan dan juga taufik-Nya. 

Kalimat ini juga berfungsi untuk membedakan dari kaum pagan Makkah yang mengawali aktivitas dengan menyebut nama berhala dan thagut mereka, Ya latta, Uzza, Syi’ib, Hubbal, dan seterusnya. 

BACA JUGA

Berkaitan dengan Perang 

Syekh Wahbah Az-Zuhayli juga menjelaskan secara singkat mengapa “bismillah” tidak mengawali surat At-Taubah. 

Dia mengatakan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan surat At-Taubah itu sendiri yang berkaitan dengan peperangan, yaitu Perang Tabuk dan setelahnya. 

Dalam bukunya At-Tafsirul Wasith, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menjelaskan bahwa, 

"Seseorang kemudian membaca ‘Bismillahir rahmanir rahim.’ Bismillah adalah ayat pemisah antar surat dalam Alquran.

Bismillah juga turun bersama setiap surat sebagaimana riwayat dari Ibnu Umar RA kecuali pada surat At-Taubah (Bara’ah) berdasarkan perintah wahyu. 

Pasalnya, surat At-Taubah turun mengenai peperangan, jihad, dan pelepasan diri dari orang-orang musyrik setelah perang Tabuk.” 

Perintah Rasulullah SAW

Syekh Jalaluddin dalam Tafsirul Qur’anil Azhim atau Tafsirul Jalalain juga menjelaskan lebih lanjut mengenai surat At-Taubah. Surat ini turun di Madinah kecuali pada dua ayat terakhirnya. 

Dua ayat terakhir pada Surat At-Taubah turun di Kota Makkah. Surat ini terdiri atas 129 ayat. 

Adapun lafaz “bismillah,” ujar Tafsirul Jalalain, tidak dicatat di awal surat ini sebab Rasulullah SAW tidak memerintahkannya sebagaimana yang dikutip dari riwayat Al-Hakim. 

Dia meriwayatkan dari Sayyidina Ali bahwa “bismillah” itu mengandung makna keamanan dan kedamaian. 

Sementara surat ini memerintahkan untuk mencabut gencatan senjata terhadap kaum musyrikin. 

Karena peperangan bersebarangan dengan kandungan yang terdapat dalam “bismillah,” maka penulisan surat At-Taubah tidak diawali dengan “bismillah.” 

Menurut keterangan Sayyidina Utsman, Rasulullah SAW hingga wafatnya tidak pernah menjelaskan apa pun perihal kedudukan surat At-Taubah tersebut. 

Tradisi Bangsa Arab 

Sementara itu ada pula pendapat shahih yang menjelaskan mengenai fenomena unik ini. Al Qurthubi sebagaimana yang diungkapkan oleh Al-Qusyairi, Surat At-Taubah ditulis tanpa basmalah seperti halnya yang dibawa oleh Jibril AS. 

Qurthubi menjelaskan bahwa hal ini terkait dengan tradisi bangsa Arab. Bangsa Arab yang terdiri dari berbagai kabilah memiliki tradisi korespondensi yang baik sebagai maklumat politik, pakta, piagam, ataupun kesepakatan yang sejenis 

Dalam perjanjian yang berujung pada kerja sama atau gencatan senjata, mereka mengawali suratnya dengan basmalah. Namun saat membatalkan perjanjian, mereka akan menulis suratnya tanpa basmalah. 

Tradisi ini kemudian berlanjut saat surat At Taubah turun sebagai perintah pembatalan perjanjian dengan kaum musyrikin Makkah, disebabkan karena mereka terlebih dulu melanggar perjanjian. 

Isi 2 Ayat Pertama Surat At Taubah 

Berikut adalah ayat pertama dan kedua yang tertulis dalam surat At Taubah: 

"(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)." (QS. At Taubah ayat 1)

"Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir." (QS. At Taubah ayat 2)

Fenomena ini menunjukkan bahwa surat dalam Al Quran bukanlah ayat yang sederhana. Melainkan kompleks dan melibatkan berbagai hal.

Mulai dari konteks yang sedang berlangsung dan juga tradisi masyarakat Arab yang saat itu merupakan objek yang menerima pesan tersebut. 

Itulah tiga alasan yang membuat surat At Taubah tidak diawali dengan kata bismillah. Semoga kita bisa mengambil pembelajaran berharga dari fenomena ini. 

SHARE ARTIKEL