Tak Hanya Manusia, Malaikat pun Pernah Memandikan Jenazah

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 12 Aug 2020

Tak Hanya Manusia, Malaikat pun Pernah Memandikan Jenazah

Ilustrasi jenazah - Image from batamnews.co.id

Begitu istimewanya Hanzhalah RA. 

Hanzhalah ra adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang wafat saat perang Uhud. Dia mendapatkan julukan ghasil al malaikat yang artinya dimandikan malaikat. Ini alasannya mengapa Hanzhalah tak dimandikan manusia melaikan oleh malaikat. 

Pernah mendengar kisah tentang Hanzhalah RA? Hanzhalah RA adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang mati syahid saat Perang Uhud. 

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dalam kitabnya Fadhail Al-A’mal mengisahkan, mulanya Hanzhalah tak ikut bertempur dalam perang uhud. 

Alasan Hanzhalah tak ikut perang ke Uhud, disebabkan menurut riwayat, ia baru saja melangsungkan pernikahannya dan mengumpuli istrinya malam itu. 

"Ketika ia baru saja duduk untuk mandi dan baru membasuh kepalanya, tiba-tiba terdengar kabar kekalahan kaum Muslimin," katanya.

Syekh Maulana menceritakan, karena tidak tahan mendengar kekalahan pasukan Muslim, ia langsung bergegas membawa pedangnya menuju pertempuran yang sedang berlangsung di Bukit Uhud. 

Hanzhalah langsung bergabung dengan sahabat lain untuk menyerang pasukan kaum kafir. Namun malangnya, pada pertempuran itu Allah SWT berkehendak mewafatkannya dalam keadaan seperti itu (junub). Hanzhalah gugur sebagai syahid di perang uhud.

Dalam syariat memang orang yang mati syahid bisa langsung dimakamkan tanpa harus dimandikan, kecuali jika ia dalam kondisi jubuh. 

Karena para sahabat tidak mengetahui Hanzhalah dalam keadaan junub maka mereka akan langsung menguburkannya tanpa memandikannya. Baru saja jenazah akan dikuburkan Baginda Nabi SAW bersabda: 

هذه الملائكة تغسل حنظلة بن أبي عامر من الجنابه 

"Saya melihat para malaikat sedang memandikan jenazah Hanzhalah." 

Abu Sa'id Sai'di, RA berkata, "Ketika Baginda Rasulullah SAW berkata demikian, aku pergi melihat jenazahya. Kulihat bulir-bulir air bekas mandi menetes dari kepala Hanzhalah. Sepulang dari pertempuran, Baginda Rasulullah SAW memastikan lagi dari keluarganya dan memang ternyata Hanzhalah pergi ke medan perang dalam keadaan tanpa mandi junub." 

Atas peristiwa inilah Hanzhalah kemudian dikenal dengan julukan ghasil al-malaikat, atau yang dimandikan malaikat.

Faidah dari kisah ini kata Syekh Maulana adalah teladan keberanian sahabat yang sangat tinggi dan semangat yang besar dalam memperjuangkan Islam. 

Sehingga ia mengutamakan jihadnya dibandingkan kepentingannya sendiri untuk mandi besar. Semoga Allah SWT limpahkan rahmat dan kebaikan untuknya. 

SHARE ARTIKEL