Sejarah Dibalik Ibadah Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 26 Aug 2020

Ilustrasi buka puasa asyura - Image from www.alagraph.com

Ternyata ada kaitannya dengan Nabi Musa 

Banyak yang belum tahu, sejarah puasa sunnah Tasua dan Asyura berkaitan dengan kisahnya Nabi Musa saat beliau mendapatkan mukjizat dari Allah SWT. Begini kisah lengkapnya. 

Umat Islam sangat dianjurkan mengerjakan sunnah Rasulullah Nabi Muhammad SAW, setelah menunaikan ibadah wajib. Sebentar lagi akan tiba waktu untuk mengerjakan puasa sunah Asyura dan Tasu'a yang dilaksanakan di tanggal 9 dan 10 Muharram.

Tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada tanggal jam 28-29 Agustus 2020 pada hari Jumat dan Sabtu di minggu ini. 

Pakar ilmu tafsir dan hukum Islam, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad menceritakan sejarah awal mula puasa sunah Asyura dan Tasu'a. 

Berawal dari kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah pada Rabiul Awal. Setelah beberapa bulan di Madinah, Nabi melihat orang-orang Yahudi di Madinah puasa Asyura pada 10 Muharram.

"Kemudian Nabi bertanya kepada mereka (orang-orang Yahudi), mengapa kamu berpuasa, mereka menjawab itulah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Raja Firaun," kata Kiai Ahsin, Selasa (25/8)

Ia menceritakan, pada 10 Muharram, Nabi Musa dan Bani Israil berhasil menyeberangi Laut Merah setelah Nabi Musa mendapatkan mukjizat dari Allah. 

Nabi Musa memukulkan tongkat di pinggir lautan, hingga kemudian Laut Merah terbelah menjadi dua dan seolah memberikan jalan kepada Nabi Musa dan pengikutnya untuk menyebrang melaluinya. 

Mereka kemudian selamat dari kejaran pasukan dan Raja Firaun. Oleh sebab itu, kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura atau 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur mereka. 

Nabi Muhammad SAW kemudian mengatakan kepada kaum Yahudi bahwa ia lebih berhak terhadap Nabi Musa dibandingkan dengan Bani Israil. Nabi Muhammad SAW kepada kaum Yahudi juga mengatakan dirinya yang melanjutkan tugas kenabian dari nabi-nabi terdahulu.

"Akhirnya Nabi memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk berpuasa pada 10 Muharram," ujar Kiai Ahsin.

Selanjutnya, turun ayat Al-Quran yang berkaitan dengan puasa di bulan Ramadhan. Maka yang tadinya berpuasa pada 10 Muharram digantikan dengan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. 

Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan berpuasa pada 10 Muharram bisa mengampuni dosa-dosa selama satu tahun. "Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu," (HR Muslim).

Untuk itu, jangan lupa untuk berpuasa di bulan Muharram ini dengan puasa Tasua dan Asyura. Jika perlu buat alarm untuk sahur di lusa, pada tanggal Jumat agar tidak kelewatan/bangun siap. 

Selamat menunaikan ibadah puasa tasua dan asyura!

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb