Bukan Dikerek, Pria ini Kibarkan Bendera Merah Putih dengan Panjat Tiang

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 18 Aug 2020

Aksi panjat tiang untuk kibarkan bendera - Image from indozone.id

Keren, banyak warganet yang memuji aksi tersebut 

Pria tersebut dengan sigap dan tangkas memanjat tiang sambil membawa bendera yang diikatkan pada sebuah bambu. Sampai diujung, dia mengayunkan bendera hingga beberapa saat. 

Pengibaran bendera ke atas tiang biasanya dilakukan dengan mengereknya dengan tali yang dilakukan oleh tiga orang. Namun, layaknya jalan menuju Roma, ternyata ada cara lain untuk mengibarkan bendera. 

Seperti yang dilakukan seorang pria yang satu ini. Membawa bendera yang telah diikatkan dengan sebatang bambu kecil, kemudian ia memanjat langsung ke pucuk tiang.

Dalam video aksinya yang viral di media sosial, pria itu terlihat memakai pakaian serba hitam dan peci yang mirip dengan anggota persilatan. 

Dia awalnya bersama dengan tiga rekannya, semacam menyiapkan aba-aba sebelum memanjat.

Sesudah dua rekannya membentangkan bendera dan memekikkan "Kepada Bendera Merah Putih, hormat, gerak!" dan lagu Indonesia Raya diputar, pria itu lantas memanjat ke pucuk tiang sambil membawa bendera. 

Untungnya, tiang yang dia panjat bukan tiang kurus sebagaimana tiang bendera pada umumnya. Melainkan batang pinang yang berdiameter cukup besar sehingga lebih mudah untuk dipanjat.

Pria itu nampak dengan tenang memanjat, tanpa kesusahan sedikit pun, mengisyaratkan bahwa dia sudah terbiasa untuk memanjat. Sampai di ujung tiang, dia pun menyangga tubuhnya dengan melilitkan kedua kakinya. 

Kemudian, dia mengayunkan-ayunkan bendera merah putih selama beberapa saat, sebelum akhirnya menancapkan bambu kecil bendera ke tengah lubang batang pinang itu.

Akhirnya, dia pun turun dari tiang dengan merosot dandalam waktu singkat ia kembali menapak ke tanah. 

Sejauh ini belum diketahui di mana dan kapan momen pengibaran bendera dengan cara ekstrem itu direkam. Namun video tersebut telah ramai beredar di media sosial dan menuai decak kagum dari warganet. 


loading...