Jawaban Dokter Dibalik Misteri Kehamilan 1 Jam Sebelum Lahiran, 'Ibu Tak Merasakan Tandanya'

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 21 Jul 2020

Ibu yang disebut hamil 'sejam' dan sang anak - Image from www.infoasatu.com

Tubuh sudah biasa dan tak memperhatikan tandanya

Ibu hamil di Tasikmalaya sempat mengakui menstruasinya teratur, menanggapi hal itu dokter menjelaskan kalau itu bukan darah haid. Dokter juga memberikan saran agar tidak terjadi kehamilan serupa.

Jawa Barat digegerkan dengan ibu yang tiba-tiba hamil dan melahirkan satu jam kemudian. 

Bahkan, ibu itu tidak merasakan kehamilan selama sembilan bulan seperti ibu hamil pada umumnya. Lalu, bagaimana penjelasannya secara medis?

Ketua Komite Koordinasi Pendidikan sekaligus Dokter Kandungan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Ruswana Anwar menjelaskan bahwa fenomena yang dialami ibu tersebut bernama Cryptic Pregnancy.

"Ya memang itu istilahnya ada, itu kehamilan kripto bahasa latinnya cryptic artinya tidak dirasakan atau tersembunyi," kata Ruswana dikutip dari cetikcom, Senin (20/7/2020).

Dia mengatakan, kejadian ini bisa sangat jarang dialami, dengan perbandingan 1:25.000 kehamilan. Untuk kasus anak pertama biasanya mudah dikenali, sebab ada tanda-tanda kehamilan pada umumnya. 

"Tapi kalau anak kedua atau ketiga tubuh sudah biasa, pernah mengalami hamil sehingga tanda-tanda hamil tidak diperhatikan ibunya," ujarnya.

Tanda-tanda hamil yang dimaksud ialah terlambat datang bulan karena pertumbuhan plasenta dalam rahim yang menyebabkan hormon tidak haid. Lalu, pada usia kehamilan 8 sampai 10 minggu mual atau muntah, sering buang air kecil, berat badan bertambah, sering mengantuk di pagi hari dan lainnya. 

Tidak Mungkin Hamil Sejam Langsung Lahir

Dia juga mengatakan mustahil narasi yang banyak diperbincangkan orang-orang, yakni hamil sejam dan bayi langsung lahir. 

"Untuk cryptic pregnancy yang dialami ibu di Tasik ini saya menduga karena sudah merasakan hamil di anak pertama dan kedua. Nah masalahnya mungkin pertambahan berat badan, jadi lebih tepatnya tidak dirasakan tanda-tandanya. Dan tidak mungkin hamil sejam langsung lahir. Sebenarnya kalau kita USG dari H-7 saja sudah bisa diprint bayi gambarnya," jelasnya.

Selain itu, cryptic pregnant di kehamilan anak ketiga sangat mungkin terjadi karena tak ada keluhan mual, tidak sering buang air kecil, dan tidak keluar sekresi kolostrum serta hipertegmentasi tidak pula dirasakan.

Bukan Darah Haid yang Keluar 

"Memang kalau anaknya sudah lebih dari dua, biasanya tidak keluhan hamil akibat dari hormon plasenta tinggi itu tidak dirasakan oleh ibu-ibu," katanya.

Menanggapi keadaan ibu yang mengalami menstruasi saat hamil, dia menjelaskan, itu bukanlah darah dari menstruasi. Pada usia kehamilan 8 sampai 10 minggu atau bahkan sampai 12 minggu, beberapa ibu hamil akan mengeluarkan flek yang akan terjadi 3 sampai 5 hari. 

"Cuman bukan haid, hanya flek saja. Karena hormon hamilnya belum begitu tinggi, tetapi kalau di atas 12 minggu tidak lagi haid biasanya," ucapnya.

Tak Perlu Periksakan Kondisi 

Dia menambahkan pula, jika keadaan bayi dan ibu dengan riwayat cryptic pregnancy masih normal dan tidak ditemukan keluhan, maka ibu dan bayi tak perlu melakukan pemeriksaan. 

"Seperti kejadian di Tasikmalaya, bayi yang lahir dengan cryptic pregnant ini memiliki bobot berat 3,4 kilogram dan panjang 48 centimeter berarti tujuan kontrol hamil pada umumnya tercapai. Tidak ada komplikasi, kalau ada kita berikan penanganan," ujarnya.

Ruswana menyarankan pula, setelah 40 hari dari melahirkan ada baiknya ibu mengikuti program KB (Keluarga Berencana) yang tidak berpengaruh pada kegiatan menyusui. 

Hal ini disarankan agar kehamilan lebih terkontrol dan terencana. 

"Sebaiknya ibu ini ikut KB saja, pada hari ke 40 ibu bisa memilih KB yang cocok, nanti bidan dan puskesmas akan memeriksa keadaan umumnya. Bisa memilih pil KB menyusui, suntik setiap tiga bulan yang tidak mengganggu menyusui, atau implan untuk tiga tahun," pungkasnya.

Dia mengatakan, kehamilan cryptic memang sangat jarang terjadi namun masih dikatakan normal dan termasuk kejadian yang biasa. Pada 2019 lalu, Ruswana juga menangani hal serupa di bulan Oktober dan November.

"Iya hal biasa, hanya saja ibu tidak merasakan tanda-tanda. Kalau di usia 30 tahun ke atas dan disertai penyakit penyerta seperti darah tinggi, TBC, Hepatitis dan penyakit infeksi lainnya maka kehamilan akan lebih berisiko tetapi mudah untuk dilihat tanda-tandanya," ujarnya.

Nah, bagi ibu-ibu juga perlu peka ya jika mengalami tanda-tanda kehamilan. Sehingga bisa melakukan berbagai persiapan yang diperlukan untuk menyambut kehadiran sang bayi. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb