Jangan Salahkan Istri Kalau Tak Punya Anak Lelaki, Suami itu Punya Peran Besar

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 02 Jul 2020

Ilustrasi ibu hamil - Image from www.inspiradata.com

Dokter: "Yang salahkan istri, bukti tidak berilmu"

Baik laki-laki atau perempuan itu sama-sama rezeki dari Allah SWT. Jika berkeinginan mendapatkan keturunan lelaki berdoa dan berusaha, bukan malah salahkan istri.  

Ini lo buktinya kalau suami berperan besar dalam penentuan jenis kelamin anak. 

Sebagian masyarakat masih beranggapan harus punya anak laki-laki sebagai penerus nama keluarga. Sehingga ada kekecewaan jika tak punya keturunan pria. 

Bahkan ada suami yang sampai stres dan depresi ketika tidak bisa memiliki anak laki-laki. Alhasil ia bersikeras dan ngeyel untuk terus punya anak sampai dapat anak laki-laki. 

Dan parahnya jika tak kunjung berhasil ada juga suami yang menyalahkan istrinya.

Dokter Ungkap Proses Penentuan Jenis Kelamin Anak 

Fenomena menyalahkan pihak istri jika tak punya anak laki-laki, disorot oleh seorang dokter Nimelesh dari Malaysia. Ia mengunggah sebuah cuitan yang mendapat tanggapan positif banyak orang..  

“Ada juga wanita yang dipersalahkan atas anak dengan jantina (jenis kelamin) tertentu. Orang yang salahkan wanita biasanya tidak berilmu, karena bukan wanita yang menentukan jantina bayi,” tulisnya.

Dokter Nimelesh lewat akun @HausofHilton mengunggah sebuah gambar untuk menjelaskan pernyataannya secara detail. 

Gambar tersebut menunjukkan jenis kelamin bayi tergantung pada sperma yang dihasilkan oleh ayah, apakah membawa kromosom X atau Y.

Kromosom X bergabung dengan kromosom X ibu untuk membuat bayi perempuan (XX) sedangkan kromosom Y akan bergabung dengan ibu untuk membuat anak laki-laki (XY).

Cuitan ini kemudian viral usai memperoleh 19.700 retweets serta 16.300 likes.

Warganet ramai menanggapi cuitan tersebut, mereka juga menganggap wanita tidak patut disalahkan jika belum memiliki anak laki-laki. 


Penyebab Belum Memiliki Anak Laki-laki 

Studi yang dikerjakan oleh ilmuwan dari Universitas Newcastle, Corry Gellatly menunjukkan, jenis kelamin saudara kandung ayah turut menentukan jenis kelamin anaknya.  

Seorang pria dengan saudara lebih banyak laki-laki, maka cenderung memiliki anak laki-laki. Namun bila seorang pria dengan banyak saudara perempuan, mereka cenderung memiliki anak perempuan. 

Penelitian ini melibatkan studi 927 pohon keluarga yang berisi informasi mengenai 556.387 orang dari Amerika Utara dan Eropa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gen seorang ayah cukup berperan besar terhadap jenis kelamin anak nantinya.

“Studi pohon keluarga ini menunjukkan kecenderungan Anda memiliki anak laki-laki atau perempuan itu diwariskan. Kita sekarang tahu bahwa laki-laki lebih cenderung memiliki anak laki-laki, jika memang mereka mempunyai lebih banyak saudara laki-laki," ujarnya.

Bagaimana dengan perempuan, apakah lebih banyak saudara lelaki atau perempuan ikut menentukan? "Pada wanita, kita tidak dapat memprediksinya,” ujar Corry.

Penjelasan Gen Ayah 

Gen terdiri dari dua bagian, yang dikenal sebagai alel, satu diwarisi dari ayah dna ibu. Dalam makalahnya, Corry menunjukkan bahwa ada kemungkinan pria membawa dua jenis alel yang berbeda, yang menghasilkan tiga kombinasi yang mungkin dalam gen yang mengontrol rasio sperma X dan Y;

1. Pria dengan kombinasi pertama, yang dikenal sebagai mm, menghasilkan lebih banyak sperma Y dan memiliki lebih banyak putra.

2. Lalu, kondisi ke-dua dikenal sebagai mf, menghasilkan jumlah sperma X dan Y yang kira-kira sama dan memiliki jumlah putra dan putri yang seimbang.

3. Dan kondisi terakhir dikenal sebagai ff menghasilkan lebih banyak sperma X sehingga memiliki lebih banyak anak perempuan.

“Gen yang diturunkan dari kedua orang tua, yang menyebabkan beberapa pria memiliki lebih banyak anak laki-laki dan beberapa memiliki lebih banyak anak perempuan, dapat menjelaskan mengapa kita melihat jumlah pria dan wanita secara kasar seimbang dalam suatu populasi. Jika ada terlalu banyak laki-laki dalam populasi, misalnya, perempuan akan lebih mudah menemukan jodoh, sehingga pria yang memiliki lebih banyak anak perempuan akan mewariskan lebih banyak gen mereka, menyebabkan lebih banyak perempuan dilahirkan di generasi selanjutnya,” jelas Corry.

Itulah proses penentuan jenis kelamin anak. Meski sudah tahu bahwa ayah adalah penentu dalam prosesnya, alangkah baiknya tak menyalahkan suami jika belum memiliki anak lelaki. 

Sebaiknya menerima dengan ikhlas atas anak yang sudah diberikan oleh Allah SWT, baik laki-laki maupun perempuan. Toh kehebatan orang tua tidak dinilai dari punya anak laki-laki atau perempuan, tapi bagaimana mereka mendidik dan merawat anaknya dengan baik. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb