Gila, Tambal Ban Bocor di Banyuwangi 600 Ribu, Pelanggan Ngerasa Dikerjain

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 08 Jul 2020

Tangkapan layar unggahan dan nota tambal ban - Image from kuyou.id

Ngerasa dikerjain karena tidak banyak tahu tentang tambal ban 

Pelanggan perempuan ini mengaku tidak banyak tahu tentang teknik-teknik tambal ban. Ketika ditanya, ia mengiyakan saja. Sedangkan penjualnya tidak memberi tahu harganya yang selangit. 

Biaya menambal ban kendaraan yang bocor biasanya cukup murah, bahkan tidak sampai lebih dari 50 ribu. 

Namun, hal tersebut tak didapatkan oleh seorang warganet yang menceritakan pengalamannya membayar biaya tambal ban sebesar Rp 600 ribu.

Kisah tersebut jadi viral setelah pengemudi mobil membagikan ceritanya lewat media sosial. 

Melalui akun Instagram-nya @chieagoestine, ia pun menjelaskan kronologi awal mula ia dikenai tagihan sebesar Rp 600 ribu.

Curhat di Medsos

"Jadi, itu saya berencana nambal ban serep yang bocor sekaligus mengganti posisi ban depan dengan ban serep. Satu ban saja yang bocor itu pun bocor halus karena ada paku kecil yang tertancap," kata @chieagoestine mengawali kisahnya lewat fitur InstaStory.

Sebelum ditambal, ia mengaku sempat ditawari untuk mengganti ban yang bocor dengan ban baru. 

Namun, karena biaya untuk membeli ban baru dikenai harga Rp 500 ribu, maka ia tidak jadi melakukannya. Warga Banyuwangi itu pun memutuskan untuk menambal ban-nya saja. 

"Mas bengkel nawari ganti ban second seharga Rp 500 ribu, saya nggak mau dan bilang tambal saja mas, nanti saja mau saya ganti baru semua," kata @chieagoestine.

Namun, betapa kaget dirinya karena setelah proses pengerjaan selesai, tagihan yang dikenakan pihak bengkel tertulis Rp 600 ribu. Jumlah tersebut bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan pembelian ban baru.

Kesal dengan hal tersebut, ia kemudian menceritakan peristiwa yang baru saja ia alami melalui Instagram. Akun @chieagoestine merasa kecewa dengan bengkel tersebut karena tak ada pemberitahuan harga di awal. 

"Saya bilang iya. Tanpa memberitahu harga merapikan dengan silikon," katanya.

Tangkapan layar curhatan pelanggan di medsos - Image from suara.com

Press Silicon

Ternyata tambal ban yang dipatok 600 ribu itu bukan tambal biasa. Sebab tambal ban ini menggunakan proses press silicon. 

Proses tersebut diklaim bisa tahan hingga ban gundul dengan proses yang cukup rumit. 

Dian tubles yang mengaku pelopor press silicon di Banyuwangi menjelaskan proses rumit yang dilakukannya untuk memperbaiki ban rusak yang tak bisa ditambal tubeless.

Pemilik bengkel Dian Tubles Acey Sucahyono mengatakan proses press silicon yang dilakukannya sangat beda dengan penambalan ban baik tubeless maupun press lain. 

Ia mencontohkan jika ada kebocoran ban karena paku besar tidak bisa di-tubeless, maka perlu di-press silicon.

Proses Press Silicon 

Awalnya, ban yang dalam keadaan rusak harus diberi soda api. Kemudian di-blower agar kering. 

Bekas kerusakan kemudian digerinda untuk membuat luka ban agar mudah merekat saat ditempel lem dan di-press dengan suhu panas.

"Baru setelah itu dikasih cairan silicon rubber impor hingga mengkristal. Kemudian ditempel dengan lem Maruni. Di luar kita kasih stempel ban yang rusak. Baru kemudian di-press dengan suhu tinggi dengan waktu selama 2 jam," ujar Acey dikutip dari detikcom, Senin (6/7/2020).

Proses press dengan suhu tinggi ini pun harus diperhatikan dengan detail. Karena press dengan menggunakan mesin listrik, sehingga tak boleh ada pengurangan daya atau mati listrik. 

Sebab jika terjadi akan merusak ban yang diperbaiki. Kerusakan bisa membuat ban yang diperbaiki melembung dan rusak. 

"Kalau melembung bisa merusak jaringan ban. Dan tidak bisa diperbaiki. Harus diganti baru. Makanya itu mahal jadinya," tambahnya.

Baru setelah tuntas pengepresan dengan suhu tinggi, ban yang diperbaiki harus di-blower agar dingin dan itu membutuhkan pengawasan ekstra. 

Nah hati-hati ya, kalau mau tambal ban. Kalau perlu tanyakan harga dan biaya yang akan dikenakan sebelum memutuskan transaksi.

Hal ini untuk menghindari penipuan ataupun salah komunikasi seperti kejadian ini. 

Dan selain itu pihak bengkel juga seharusnya bisa sportif dalam menjual, artinya menginformasikan harga dan resiko sehingga jual beli lebih menyenangkan karena ada kesediaan dari pihak lain.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb