Bukannya untuk Berobat Istri, Suami Kinem Terima 50 Juta, Buat Beli Sapi dan Motor

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 20 Jul 2020



Kinem dan keluarganya - Image from kompas.com

Akhirnya mengakui kebohongannya

Sebelumnya suami menyatakan hanya diminta berfoto untuk terima bantuan. Namun, setelah didatangi banyak warga dan relawan, ia mengklarifikasi pernyataan sebelumnya. Ternyata banyak bantuan yang sudah diterimanya. Uangnya bukan untuk berobat malah buat beli sapi dan motor.

Sebelumnya kisah Kinem dan keluarganya jadi viral, pasalnya diberitakan bahwa ia hanya diminta berfoto dengan nominal bantuan. Tapi tak pernah diberi sepeserpun. 

Kemudian, baru-baru ini muncul pernyataan mengejutkan datang dari suami Kinem, penderita kanker di Boyolali, Jawa Tengah. Setelah sempat mengatakan tak menerima uang bantuan, suami Kinem yang bernama Nursam mengklarifikasi pernyataan sebelumnya. 

Rupanya uang bantuan tersebut telah diterimanya dan telah habis dibelanjakan olehnya. "Para donatur, relawan saya mohon maaf atas kesalahan saya," kata Nursam.

Mengaku Uang Telah Diterima 

Saat ditemui di rumahnya di Gilirejo RT 002 RW 005 Desa Gunungsari, Wonosamudro, Boyolali, Jawa Tengah Nursam meminta maaf terkait pernyataannya yang menggegerkan banyak orang. 

Akibatnya banyak warga dan relawan yang mendatangi rumahnya karena pernyataan Nursam mengatakan tak pernah menerima bantuan. 

Nursam sebelumnya menyatakan, mereka hanya diminta memegang kertas dengan tulisan nominal uang tapi tak pernah menerima uang tersebut. 

"Itu tidak benar. Saya sudah menerima bantuan berwujud uang ataupun barang," tutur Nursam, Sabtu (18/7/2020).

Beli Motor dan Sapi 

Nursam mengakui, uang bantuan Rp 50 juta itu sudah sampai ke tangannya. Namun uang bantuan itu ia gunakan untuk membeli sepeda motor dan dua sapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Pertimbangannya nanti seandainya istri saya sembuh kan buat kebutuhan sehari-harinya, buat anak sekolah, buat lain-lain," kata dia. 

"Uangnya sudah saya belanjakan semua. Seingat saya sekitar Rp 50 juta ada. Buat keperluan sehari-hari, beli sapi dua ekor. Sapi sudah dijual," sambung dia.

Tak Jadi Operasi karena Drop 

Nursam mengaku telah menerima bantuan dari relawan untuk biaya pengobatan istrinya hingga mencapai Rp 50 juta. Uang itu diberikan sebagai biaya untuk pengobatan sakit Kinem yang mengidap kanker sejak 2009. 

Akibat penyakitnya itu, kondisi Kinem terlihat sangat memprihatinkan, lidahnya terjulur keluar, giginya rontok dan ada benjolan besar di bagian bawah mulutnya. 

Mengaku telah mengupayakan kesembuhan istrinya, Nursam mengatakan Kinem tidak jadi dioperasi.

"Hanya tiduran di kamar tidak jadi dioperasi karena kondisi drop," kata dia.

Sudah Banyak Dibantu 

Perwakilan Dinas Kesehatan Boyolali yang juga merupakan Petugas Puskesmas Wonosamudro Sujatmoko menjelaskan telah mengetahui kasus Kinem sejak tahun 2009. 

Pada tahun tersebut, Kinem sedang hamil anak ketiga dan disarankan sterilisasi karena mengidap kanker. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga pernah mengecek langsung kondisi Kinem saat itu. 

"Pertama saya menemukan kasus Mbak Kinem itu sekitar tahun 2009. Itu Mbak Kinem dalam keadaan hamil. Dengan kondisi ini kami dan teman-teman berusaha support dan ada sedikit bantuan waktu berupa susu. Dari teman-teman donasi kumpulkan untuk beli sembako," terang dia. 

Mereka juga telah memberi jaminan untuk sekolah bagi anak-anaknya, mulai dari dapat bantuan KIP, KIS dan fasilitas dari BPJS. Cerita mengenai Kinem sempat viral sebelumnya.

Kinem juga menyatakan sanggup dioperasi, lalu kemudian pihaknya mengantar Kinem ke rumah sakit daerah di Boyolali.

"Kami antarkan (mbak Kinem) di sana dicek seluruh kondisinya, baik di laboratorium, fisiknya dan di Boyolali tidak memungkinkan. Sehingga dirujuk ke rumah sakit di Solo," tandasnya. 

"Kita antar juga ke Solo. Bahkan kondisi Mbak Kinem drop. Sehingga dari keluarga, suami Mbak Kinem untuk pulang paksa menolak tindakan operasi," ujarnya. 

Karena hal tersebut, pihaknya saat ini hanya bisa memantau terus perkembangan kesehatan Kinem. 

"Karena ini sudah di luar batas wewenang kita, ya kita memantau secara fisik saja. Untuk dalam pengobatan penyembuhan dengan kondisi seperti ini tidak mungkin buat kami. Sepertinya kesimpulan yang terakhir dari rumah sakit di Solo tidak berani angkat penyakitnya. Karena sudah berisiko," ucapnya.

Perangkat Desa Menyayangkan Sikap Nursam

Kaur Kesra Perangkat Desa Gunungsari, Wonosamudro Trijatmiko menyayangkan pernyataan bohong Nursam yang mengaku hanya berfoto dengan bantuan. Dan tak pernah mendapatkan uang tersebut. Padahal bantuan terus diberikan kepada keluarganya. 

"Tadi sudah ditanyakan sendiri ternyata Bapak Nursam sudah menerimanya (bantuan). Bahkan bikin beli sapi, motor dan yang lainnya. Ternyata kemarin itu sangat disayangkan apa yang disampaikan itu bisa menimbulkan fitnah. Sudah banyak bantuan yang diberikan berwujud sembako, uang," kata Trijatmiko. 

Selama ini keluarga Nursam sudah terdaftar dalam penerima bantuan dari pemerintah, mulai dari bantuan berupa PKH, non tunai, KIS dan KIP. 

"Bantuan sosial ada. Sudah banyak. Seperti bantuan PKH, non tunai ada, KIS dan KIP ada. Secara keseluruhan sudah diperhatikan," kata dia.

Waduh, kok sampai berbohong sih? Padahal sudah menerima cukup banyak, bahkan beberapa bantuan yang bisa menjamin hidupnya. 

Entah apa maksudnya menyampaikan pernyataan bohong seperti itu. Jika memang butuh bantuan, sebaiknya tidak melakukan fitnah kalau tidak ada orang yang membantu. 

Dan sebaiknya bersyukur atas segala bantuan yang sudah diberikan. Jangan sampai melupakan kebaikan-kebaikan orang lain di sekitarnya yang bisa jadi bumerang dalam hidupnya.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb