Bisa Dilakukan Siapapun Bisnis yang Pasti 100% Sukses dan Tak Akan Merugi

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 01 Jul 2020

Bisa Dilakukan Siapapun Bisnis yang Pasti 100% Sukses dan Tak Akan Merugi

Ilustrasi bisnis - Image from jawatkos.blogspot.com

Mau tau bisnis apa? Dan bagaimana caranya?

Bisnis bukan sembarang bisnis biasa...

Bisnis ini bisa dilakukan oleh semua orang kok. Dan meski tanpa modal pun sudah bisa melakukan bisnis ini. Mereka yang berusaha dalam bisnis ini sudah dipastikan akan sukses. Baik di dunia maupun diakhirat, kurang enak apa cobaa..

Allah SWT telah mengibaratkan hidup kita seperti halnya pedagang. Kita diberikan Allah SWT modal yang sangat cukup, diantaranya adalah fisik dan potensi akal yang kita miliki. 

Bagi yang mau berjuang dengan mengorbankan apa yang dimilikinya Allah janjikan kemenangan yang besar yakni Surga. 

Bedanya jika bisnis dengan manusia itu ada potensi untung dan rugi, tapi berbisnis dengan Allah SWT tak ada potensi rugi. Siapa yang mau berkorban dan berupaya sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan surga. 

Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam firman Allah SWT berikut ini: 

نَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111)

Membeli dalam ayat diatas dirincikan kembali pada firman Allah SWT berikut ini : 

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Shaff: 10-12)

Dalam ayat diatas, coba renungkan kalimat Allah SWT diatas. Allah seakan sedang berbisnis dengan kita dengan menggunakan kata “membeli”. Istilah yang sangat familiar dalam dunia perdagangan. 

Tapi bukankah Allah adalah Pemilik atas langit dan dunia beserta isinya. Mengapa Allah harus membeli ketika Dia bisa mengambil apapun yang dikehendakinya dengan cuma-cuma. 

Di ayat ini tampak bahwa Allah SWT menghargai hamba-Nya, oleh sebab itu Dia ingin membelinya. 

Tapi keputusan tersebut tidak sepenuhnya milik Allah, melainkan dikembalikan kepada manusia. Apakah manusia mau menjual dirinya kepada Allah? 

Jika manusia mau, Allah janjikan kenikmatan yang tiada habisnya yakni Surga, dengan konsekuensi manusia memberikan hidup dan matinya untuk Allah. 

Harta, jiwa, raga dan segala yang dimilikinya dikorbankan di jalan Allah SWT. 

Tapi jika manusia tidak mau, sungguh ia merugi. Karena dengan manusia menolak menjual dirinya kepada Allah, akan datang azab yang pedih. 

Siapa orang-orang yang tak mau menjual dirinya kepada Allah? 

Yakni orang-orang yang tak beriman kepada Allah dan Rasulnya serta tak mau mengorbankan apa yang dimilikinya demi perjuangan untuk agama Islam dan mematuhi perintah Allah. 

Contohnya adalah orang-orang yang enggan beribadah, enggan bersedekah, enggan bekerja di pekerjaan-pekerjaan yang halal lagi di jalan Allah. Mereka enggan karena lebih memilih materi atau kesenangan dunia semata. 

Padahal, Allah SWT sudah tegaskan di Al Quran, bahwa kesenangan dunia hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan saja. Dan sesungguhnya kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu. 

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. al-Hadîd [57]: 20).

Jangan sampai kita terbujuk rayu kenikmatan dunia yang sesaat dan menipu hingga melalaikan kemenangan yang besar di akhirat kelak. 

SHARE ARTIKEL