4 Siswa ini Nekat Menyebrangi Sungai Deras Demi ke Sekolah, Nyaris Terseret Arus

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 18 Jul 2020

4 siswi yang hendak menyebrangi sungai - Image from kompas.com

Tak punya pilihan lain

Setiap hari 4 siswa ini harus menyebrangi sungai untuk menuntut ilmu. Tak dibekali alat pengaman diri, mereka bersusah payah menyebrangi sungai. Bahkan ada salah satu yang hampir terseret arus yang deras.

Dalam video yang beredar, tampak empat siswi sedang bersusah payah menyeberangi sungai yang sanagt deras. Dengan mengenakan seragam lengkap, satu per satu siswi tersebut menyebrang melewati sungai tersebut. 

Siswi yang berhasil menyeberang lalu meletakkan tasnya di tempat aman kemudian kembali untuk membantu ketiga temannya yang lain. 

Saat itu, tampak salah satu siswa sempat terjatuh hingga nyaris terseret arus sungai yang deras. Beruntung, ia masih bisa berdiri dan kembali mencoba menyebrang. 

BACA JUGA

Video berdurasi 53 detik itu diunggah akun Facebook Lissa Tanamal di Facebook. Dalam keterangannya, Lisa menulis, siswa tersebut telah menunggu selama tiga jam untuk bisa menyebrang sungai. 

Setiap hari menyeberangi sungai

Setelah videonya viral, keempat siswi tersebut diketahui bersekolah di SMPN 16 Seram Timur. Menurut salah satu guru, Werto Wailissahalong, empat siswi itu memang benar murid-muridnya. 

Mereka, menurut Werto, setiap hari harus menyeberangi sungai untuk bisa berangkat ke sekolah. 

“Itu para siswa setiap hari berjalan kaki menyusuri pantai yang bergelombang tiga kilometer sebelum menyeberangi sungai itu,” katanya, Jumat (17/7/2020). 

Menurut Werto, siswa di wilayah itu sudah mulai bersekolah di era pandemi sejak 13 Juli 2020.

Dinas Pendidikan Tak Bisa Berbuat Banyak 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seram Bagian Timur, Maluku, angkat bicara soal video viral mengenai empat siswi yang nyaris hanyut saat menyeberangi Sungai Ulil di Desa Tobo, Pulau Seram, untuk berangkat sekolah pada Kamis (16/7/2020). 

Dalam video tersebut, para siswi terpaksa menyeberangi sungai karena tak ada akses jalan atau jembatan yang bisa mereka gunakan.

Selain itu mereka pun terpaksa menantang bahaya saat berangkat ke sekolah yang terletak di Desa Batuasa. 

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidik Rumaloak, di lokasi tersebut memang perlu dibangun akses jalan atau jembatan. 

Namun, pihaknya mengaku tak bisa berbuat banyak karena bukan tanggung jawab mereka. "Yang jelas kami mendorong agar masalah ini dapat segera diselesaikan," kata Sidik.

Sungguh begitu besar pengorbanan anak-anak ini, hingga berani bertaruh nyawa menyebrangi sungai yang deras untuk bersekolah. 

Semoga kelak menjadi anak-anak yang sukses dan berguna bagi agama, negara dan bangsa. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb