Warga Nganjuk Protes, Kembalikan Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 05 Jun 2020

Beras bantuan sosial - Image from /www.wowkeren.com

62 warga datangi Kantor Kepala Desa

Warga tersebut protes dengan kondisi beras yang tak layak makan itu. Warga juga meminta agar aparat desa mengganti dengan beras yang kualitasnya lebih baik. 

Sejumlah warga penerima bantuan sosial (bansos) di Desa Ketawang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ramai-ramai mendatangi Kantor Kepala Desa setempat pada Selasa (2/6). 

Mereka datang untuk kembalikan sekarung beras bansos yang dianggap kualitasnya buruk. 

Bantuan Sosial yang diberikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk berupa sekarung beras dengan berat 20 kilogram. 

Warga penerima bansos menilai beras tersebut tidak layak dimakan. Sebab biji beras tidak utuh serta memiliki bau yang tak sedap.

"Beras warnanya buram dan kuning, beras bantuan dari Kabupaten, [harapannya] minta ditukar yang bagus," ujar salah satu warga, Lilik, Rabu (3/6).

Ada sekitar 62 warga terdaftar sebagai penerima bansos dari Pemkab Nganjuk. Mereka merupakan warga setempat yang dinilai paling terdampak pandemi corona. 

Tanggapan Aparat Desa 

Merespons protes warga, Sekretaris Desa Ketawang Puguh Pujianto mengaku langsung melaporkan masalah itu pada Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk. Pihaknya juga meredam keluhan warga dengan mengganti beras yang jelek dengan kualitas lebih baik.

"Kurang lebih sekitar sembilan orang. Kami mengharapkan untuk biar untuk kedepannya harapan kita berasnya biar layak konsumsi," kata Puguh.

Dilansir dari situs resmi Pemkab Nganjuk, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menyebut pihaknya telah menyiapkan jaring pengaman sosial (JPS) yang telah dirancang Pemkab Nganjuk untuk membantu perekonomian warga terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut digelontorkan dari dana APBD Kabupaten Nganjuk. Sejumlah 22 ribu kepala keluarga dipastikan berhak mendapatkan JPS dari Pemkab Nganjuk, sementara 41.141 warga Nganjuk terdaftar mendapatkan bansos dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hingga akhir bulan Mei, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan penyaluran bansos di sejumlah daerah telah mencapai 80 persen meski diakui banyak masalah terjadi.

Masih ada peluang bagi masyarakat yang belum menerima bansos untuk mendapatkannya. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb