Sabda Rasulullah, 4 Hal yang Akan Membuat Hidupmu Selalu Menderita

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 30 Jun 2020

Ilustrasi malas - Image from www.qerja.com

Inilah sumber penderitaan umat muslim sesungguhnya 

Sumber derita yang sesungguhnya bukanlah karena kekurangan harta benda atau tak bisa makan, melainkan 4 hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW. 

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita ada empat hal yang menjadi sumber penderitaan bagi umatnya. Rasulullah bersabda:

"Empat perkara yang mengakibatkan penderitaan, yaitu pandangan yang picik, hati yang keras, banyak angan-angan, dan cinta dunia." (HR Abu Nu'aim dari Anas).

Pandangan yang Picik 

Pandangan yang picik ialah pandangan yang selalu merendahkan orang lain. Orang yang memiliki sifat tersebut akan selalu dengki terhadap apa pun yang dikatakan atau dilakukan orang lain. 

Ia menganggap apa pun yang dilakukan atau dikatakan orang lain selalu salah, dan pendapatnya adalah yang paling benar. Penderitaan yang ditimbulkan dari sifat ini adalah ketakutan yang dahsyat kalau orang lain berbuat lebih baik. 

Hidupnya akan selalu dipenuhi pikiran bagaimana cara mengalahkan orang lain. 

Hati yang Kesat 

Hati yang kesat ialah hati yang telah mati atau hati yang dihinggapi oleh penyakit rohani. Orang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah menerima nasihat atau kebenaran yang disampaikan untuknya.

Sehingga, penderitaan yang ditimbulkannya adalah tersesat selama-lamanya, dan kelak di akhirat akan termasuk pada golongan orang-orang yang merugi.

Allah SWT menggambarkan orang yang memiliki sifat ini dalam firman-Nya: 

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS Al Baqarah [2]: 6-7). 

Banyak Berangan-angan 

Berangan-angan ialah membayangkan sesuatu hal tapi tak melakukan apapun. Perilaku ini hanya menyuburkan pekerjaan yang sia-sia dan mendatangkan kemalasan. 

Orang seperti ini pekerjaannya hanya berpikir jikalau dan andaikan. Maka, bagi mereka adalah kesengsaraan jika angan-angannya tak pernah tercapai.

Sifat ini jelas bertentangan dengan sifat-sifat orang-orang beriman. Allah menyatakan: 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَوَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari pekerjaan yang tiada berguna." (QS Al-Mu’minun 23: 1-3).

Kemauan Keras terhadap Perkara Duniawi

Maksudnya adalah kemauan yang keras, tetapi tidak dilandasi dan didukung kemampuan dan etos kerja yang tinggi. Maka, orang-orang seperti ini hanya melahirkan kekecewaan dan putus asa saja.

Kita diperbolehkan untuk mengejar apa yang jadi kebutuhan kita di dunia, tapi jangan sampai dengan mengejar dunia kita melalaikan akhirat kita. Misalnya getol mencari harta namun tak beribadah dan tak menggunakan harta di jalan Allah SWT. 

Sebab Allah berfiman : 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Al Imran ayat 14)

Selama ini kita sering mengaitkan derita dengan kemiskinan, kehilangan harta benda, kehilangan sosok yang dicintai dan lainnya. 

Ternyata sumber penderitaan bukanlah hal itu melainkan keempat hal ini yang membuat manusia menderita selama di dunia. 

Oleh sebab itu, jauhilah perkara-perkara yang bisa mengundang penderitaan di dunia supaya memperoleh kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat. 

SHARE ARTIKEL