Pilu, Anak di Luar Nikah Tak Bisa Minum Susu, Ibu Tak Punya Uang, Ayah Nikah Lagi

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 27 Jun 2020

Pilu, Anak di Luar Nikah Tak Bisa Minum Susu, Ibu Tak Punya Uang, Ayah Nikah Lagi

Ilustrasi - Image from kumparan.com

Maunya senang-senang, tak mau bertanggung jawab

Begitu kejinya perbuatan zina, bahkan anak yang tak bersalah bisa jadi korban dari perbuatan haram orang tuanya. Kasihan nasibnya, ibunya tak punya uang sedangkan ayahnya pergi menikah dengan yang lain. 

Syed Azmi, pria asal Malaysia berbagi kisah tentang nasib seorang anak yang lahir dari hubungan terlarang orang tuanya. 

Syed Azmi adalah pendiri Puak Payong, organisasi yang bergerak di bidang sosial, yang berfokus pada memperhatikan nasib anak-anak.

Suatu hari, Syed Azmi menerima laporan dari seorang wanita yang identitasnya dirahasiakan.

Wanita tersebut meminta bantuan pada Azmi karena tak bisa membeli susu untuk putranya. 

Si ibu mengaku sebenarmya malu saat meminta, namun ia sudah dalam kondisi terpepet jadi terpaksa melakukan itu. 

"Assalamualaikum tuan salam subuh dan maaf mengganggu. Sebelum ini pada 31 Maret tuan menolong saya untuk bantua susu anak saya.

Saya mau mengirim pesan pada tuan sebenarnya takut tapi terpaksa. Bukannya bagaimana, saya hanya mau bertanya kalau saja ada bantuan lagi untuk susu anak saya yang berumur 1 tahun 6 bulan.

Saya melakukan ini karena tidak bekerja, saya juga segan mau meminta-minta di Facebook. Tapi untuk anak saya, saya sanggup," tulis si ibu.

Kemudian, ia mengakui jika anaknya adalah anak hasil hubungan di luar nikah. Karena status itu, kehadirannya tidak diterima oleh keluarga besarnya. 

"Anak saya ini anak di luar nikah yang saya jaga sendiri. Kecuali ketika saya bekerja, saya menitipkannya pada teman.

Saya mau minta tolong keluarga sendiri susah juga karena status anak saya ini ada yang tak suka," ungkapnya.

Ia lantas berjanji untuk bekerja lebih giat dan memohon kepada keluarga agar mau menerimanya kembali. 

"Insya Allah andai keluarga saya terbuka pintu hati sepenuhnya menerima saya, saya akan kembali ke mereka.

Saya mencoba membujuk mereka agar memaafkan kekhilafan saya."

Tak berhenti disitu, Azmi juga mencoba bertanya keberadaan ayah dari anak tersebut. Si ibu mengaku jika ayah anaknya telah menikahi wanita lain.

Oleh sebab itu, ia enggan meminta belas kasihan pada pria yang telah menghamilinya dan tak bertanggung jawab itu. 

"Ayah dari anak ini sudah bahagia dengan yang lain tuan. Saya pun tak mau mengejar sesuatu yang sudah lepas, cukup ada anak ini dengan saya saja."

Ia lantas berpesan kepada para wanita agar tidak terjerumus ke dalam masalah yang sama dengan wanita yang diceritakannya. 

"Kepada mereka yang di luar sana, umur muda-muda jangan percaya atau kejar cinta ayat manis lelaki.

Bila menyesal tak ada gunanya. Jaga diri, jaga ibu ayah jangan sampai mereka malu dengan kita," tutupnya.

Azmi lantas melanjutkan cerita dan memberitahu jika ibu anak itu telah mendapat bantuan. 

Relawan memberinya sejumlah uang agar ia bisa membeli susu dan memenuhi kebutuhan anaknya yang lain. 

Sementara itu, sang ibu tengah berusaha mencari kerja lagi agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan anaknya. 

Unggahan yang diposting Syed Azmi ini pun mencuri perhatian warganet. Banyak orang yang bersimpati dengan nasib anak tak berdosa itu.

"Suka sgt dgn semangat dia.. Tkper dik, Allah ada.. Syukur kerana dh sedar dgn kesilapan. Semoga dipermudahkan segala urusan serta sentiasa dibawah lindungan Allah swt.. Aamiin."

"Strong young mother. Semoga anak ini jd penyejuk mata hati ibunya, semoga berakhlak mulia, berbakti pd agama ibu dan negara

Semoga Allah terima taubat puan.
Semoga situasi keluarga puan cpt2 cool down."

Kejadian ini semoga bisaa jadi peringatan kita untuk benar-benar jauhi zina. Sebab zina itu hanya memberikan kenikmatan sesaat namun sengsara dan jadi aib seumur hidup bagi pelakunya. 

Terutama pikirkan pula nasib anak dari hasil hubungan zina yang hidupnya pun akan sengsara. Apalagi dalam Islam, membedakan hak anak dari hasil hubungan zina dengan anak hasil hubungan pernikahan. 

SHARE ARTIKEL