Hanya Karena Ngompol, Seorang Ibu Tiri Tega Membunuh Anaknya

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 22 Jun 2020

Ilustrasi anak ngompol - Image from www.youtube.com

Anaknya dipaksa minum 4 botol air

Karena ngompolnya bau, Ibu tiri ini memaksa anaknya minum hampir 4 liter air tanpa makan.

Pada awal pekan lalu, seorang ayah dan ibu tiri menyerahkan diri ke pihak kepolisian dengan dugaan pembunuhan terhadap putra mereka sendiri yang berusia 11 tahun. 

Mereka mengaku memaksa si anak minum air dalam jumlah yang banyak. 

Ryan dan Tara Sabin, dari Black Forest, timur laut Colorado Springs, telah didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan kekerasan pada anaknya sendiri. 

Dilansir dari Buzzfeed News, Zachary, bocah 11 tahun tersebut meninggal setelah dipaksa minum empat botol air 709 mililiter selama empat jam tanpa makan.

Orang tua memaksa anaknya untuk minum dua botol air sehari karena menurut mereka ompol dan air kencing sang anak sangatlah bau. 

Mereka juga mengatakan sang anak memiliki masalah saluran kencing sehingga membuatnya harus memakai popok saat tidur.

Ryan Sabin menjelaskan pada pihak berwenang pada malam 10 Maret lalu bahwa ia menerima pesan dari sang istri bahwa anaknya tidak mau minum air. Jadi, mau tak mau Tara harus memaksanya.

Ketika semua anggota keluarga Sabin sudah tidur pada malam harinya, Ryan mengaku Zachary sangat rewel. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa ia tidak bisa minum air lagi dan kakinya sakit.

Ryan kemudian menendang putranya dua kali sambil mengancam jika dia tidak bangun dia akan menendangnya lebih keras. 

Setelah itu, ia mengaku mendengar Zachary merintih dan mengeluarkan suara yang tidak dipahami sebelum anaknya tidur. 

Keesokan paginya, saat Ryan membangunkan Zachary, putranya ditemukan dalam keadaan sudah tewas.

Minum Berlebihan Bisa Sebabkan Keracunan 

Minum terlalu banyak dapat mengakibatkan seseorang mengalami keracunan air. Kondisi ini akan mengganggu keseimbangan elektrolit seseorang, sehingga menyebabkan penurunan kadar natrium secara cepat dan kemungkinan kematian.

Gejala pada anak-anak biasanya termasuk perubahan perilaku.

"Mereka mungkin menjadi bingung, mengantuk atau lalai. Mereka juga mungkin menderita penglihatan kabur, kram otot dan kedutan, koordinasi yang buruk, mual dan muntah, pernapasan tidak teratur dan kelemahan," tulis Rumah Sakit Anak St. Louis pada laman website mereka.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb