Waduh, Main Sosmed Bisa Kurangi Pahala Puasa, Kok Bisa?

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 04 May 2020

Waduh, Main Sosmed Bisa Kurangi Pahala Puasa, Kok Bisa?

Ilustrasi - Image from www.dream.co.id

Main sosmed bisa kurangi pahala puasa jika... 

Jangan melakukan kesalahan ini, sebab pahala puasa kamu bisa habis jika kamu melakukannya. Sebagaimana bunyi hadist berikut ini, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” 

Media sosial sudah jadi bagian kehidupan sehari-hari di zaman sekarang ini. Bahkan sebagian besar orang dalam sehari harus mengakses media sosialnya.

Begitu pula saat Ramadhan, bermain media sosial pun menjadi kebutuhan, khususnya pada anak-anak muda, untuk menunggu waktu berbuka. 

Apalagi di masa pandemi ini yang menuntut untuk tetap di rumah saja. Tentu media sosial bisa menjadi pelarian agar tak suntuk ketika di rumah aja.

Namun, ada batasan dalam penggunaan media sosial. Sebab nyatanya, penggunaan yang kurang tepat, akan mengurangi pahala puasa kita lho! Kok bisa ya? 

Baca juga : Hati-hati, Jangan Bicarakan Aib Sendiri pada Orang Lain, Begini Hukumannya

Nah, simak penjelasan Ustaz Hanan Attaki yang akan berbagi tips pada kita bagaimana sebaiknya bermain media sosial di bulan Ramadhan. 

Aktivitas di Media Sosial Bisa Kurangi Pahala Puasa 

Ustadz, kalau misalnya kita komen negatif atau hatespeech di postingan orang. Atau marah-marah di whatsapp group, apakah bisa berpengaruh pada puasa ramadhan kita?

Ustadz Hanan Attaki menyampaikan salah satu cara menjaga puasa Ramadhan sebagaimana nasihat ulama adalah dengan menjaga lisan. 

Jika dulu menjaga lisan hanya masalah bicara, zaman sekarang ini, menjaga lisan bukan hanya soal bicara, tapi juga menjaga perilaku di media sosial.

"Karena kita banyak bicara di sosial media lewat mengetik caption, komentar, broadcast. Itu juga termasuk menjaga lisan," ujarnya.

Hal itu juga berpengaruh pada menjaga lisan. Sampai Rasulullah SAW bersabda 

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).

Mungkin puasanya akan tetap sah, namun jika tak mampu menjaga lisan, ternyata bisa menghapus pahala puasa hingga habis. 

Ustaz Hanan Attaki mengutip firman Allah SWT surat Al Ahzab ayat 70, tentang perintah Allah untuk menjaga lisan atau ucapan kita.

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung," demikian arti surat tersebut.

Artinya dengan menjaga lisan yakni dengan hanya mengucapkan yang baik-baik saja, maka Allah SWT yang akan memperbaiki amalan-amalan kita.

Selain itu, hal ini juga berarti salah satu yang bisa merusak amalan kita adalah tidak mampu menjaga lisan. 

Termasuk tidak mampu menjaga komentar, menjaga caption, menjaga chat dan lainnya. Sehingga ketika tidak mampu menjaga lisan, kemudian dengan mudahnya menghina, mencela, ghibah dan lainnya. 

Lalu, ustadz bagaimana jika kita hanya membaca berita gosip, namun tidak ikut menyebarkan, berkomentar, apakah bisa mempengaruhi pahala puasa kita?

Ya akan mempengaruhi, sebab orang yang duduk dalam satu majelis yang pembicaraannya tidak baik, maka ia akan turut menanggung dosa-dosa dari majelis tersebut.

Oleh sebab itu, Allah SWT berfirman dalam surat Al Anam ayat 68 yang berbunyi,

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Artinya : Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS Al-An'am ayat 68)

Rasulullah SAW juga menganjurkan pada kita untuk menjaga lisan dengan berkata-kata yang baik atau diam. Sebagaimana yang tertuang dalam hadist berikut ini

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk senantiasa menjaga lisan agar tak mengurangi pahala puasa kita. 

Salah satu caranya adalah hanya menulis caption, komen, chat yang baik-baik saja. Tanpa ada ghibah, fitnah, mencela dan lain sebagainya.

Wallahua'lam bishowab.

SHARE ARTIKEL