Emak-emak Ngamuk, Ngakunya Cuma Dapat Beras 1 Kg dan Mie 2 Bungkus dari Jokowi

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 12 May 2020

Emak-emak protes atas bantuan sosial yang diterima. 

Dengan bantuan tersebut, mereka mengaku kebingungan, sebab kondisi ekonomi keluarga yang kacau namun hanya memperoleh sembako beras sekilo dan 2 bungkus mie. Begini tanggapan Dinas Sosial.

Kesal karena hanya mendapatkan beras satu liter dan dua bungkus mi instan, emak-emak di Cimone, Kota Tangerang, emosi dan buat video protes.

Dia mengaku bahwa bantuan sosial tersebut disebut-sebut pemberian dari Presiden Joko Widodo.

Baca juga : Ngeri, Daging Babi 63 Ton Disulap Jadi Daging Sapi, Laris Manis di 3 Kecamatan ini

Para ibu-ibu rumah tangga ini pun langsung protes saat menerima bantuan sosial imbas wabah virus corona atau Covid-19 itu. 

Aksi mereka pun lantas direkam dalam sebuah video yang beredar di media sosial hingga menjadi viral dan menjadi perbincangan warganet. 

Dalam video tersebut mereka membawa-bawa nama Presiden Joko Widodo. Ibu itu merasa heran sekaligus kesal atas bantuan tersebut yang menurutnya tak layak. 

“Saya cuma dapat beras seliter dan 2 bungkus indomie,” ujar Sari seorang ibu berdaster merah tampak emosional dalam video tersebut.

Sementara rekannya yang bernama Nurhayati pun turut berbicara dan prihatin atas kejadian tersebut. 

“Pak Jokowi itu orang baik, enggak mungkin ngasih bantuan hanya seperti ini,” ucap Nurhayati.

Emosi Sari makin meluap. Ia menggenggam butiran beras dan berkeluh kesah atas bantuan dan kondisi ekonominya saat ini. 

Dia mengaku bingung jika bantuan tersebut dimasak hari ini, maka besok ia dan keluarganya tak bisa makan. 

“Beras seliter ini buat makan berapa hari? Apa harus saya bubur satu butir satu butir. Saya sudah nunggu bantuan berbulan-bulan tapi dapatnya cuma begini,” kata Sari.

Ia juga mengeluhkan kondisi ekonomi keluarganya. Ia mengaku bahwa dirinya dan suami tidak bekerja. 

View this post on Instagram

A post shared by Partner Hijrah Cintamu (@hijrahcinta_) on


Tanggapan Dinas Sosial 

Menanggapi kejadian protes tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Suli Rosadi meluruskan permasalahan tersebut. 

“Mereka salah informasi, bantuan itu bukan dari pemerintah. Tapi dari lumbung RW yang memberikan bantuan kepada warganya,” ungkap Suli dilansir dari wartakotalive.com, Senin (11/5/2020).

Seperti diketahui pemerintah pusat dan Pemprov Banten telah memberikan bansos secara bertahap kepada masyarakat Tangerang. Bantuan sosial tersebut berupa uang sebesar Rp 600 ribu dan paket sembako.

“Ini konfirmasinya,” tutur Suli memberikan video berdurasi dua menit tersebut. 

Dalam video itu terekam Sari dan Nurhayati memberikan penjelasan dan juga ungkapan maaf atas kesalahan informasi yang diterimanya.

"Saya minta maaf atas ketidak tahuaan saya. Saya enggak tahu kalau ini bukan dari pemerintah, tapi dari lumbung RW," beber Sari di video tersebut.

"Kalau saya memang tidak dapat bantuan, prihatin saja dengan nasib teman. Saya juga bingung masa Pak Jokowi memberikan bantuan hanya seperti itu. Ini cuma ketidaktahuan kami. Saya minta maaf kepada RT, RW, Lurah dan Camat. Ini sikap emosional sesaat saja," papar Nurhayati yang berada di samping Sari.


View this post on Instagram

A post shared by Partner Hijrah Cintamu (@hijrahcinta_) on

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb