Awas Tak Tega Bangunkan Anak Sholat Shubuh, Dosanya Tanggunganmu

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 02 May 2020

Awas Tak Tega Bangunkan Anak Sholat Shubuh, Dosanya Tanggunganmu

Anak sedang tidur - Image from hellosehat.com

Kasian anak masih ngantuk...

Sering gak sih Bunda dilema ketika bangunkan anak untuk sholat Shubuh? Mau dibangunin, kasian nanti anak masih ngantuk. Tapi kalau gak dibangunkan, anak bisa dapat dosa karena meninggalkan sholat wajib. 

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat.” (QS. Thaha/ 20: 132)

Ayah Bunda, seringkah anak-anak melewatkan shalat Shubuh? Biasanya anak-anak cenderung masih nyenyak dalam tidurnya. Terkadang melihat ini, ayah dan bunda gak tega untuk membangunkannya.

Baca juga : Siapa Bilang Allah Tak Berbicara dengan Kita? Ini Buktinya

Sehingga membiarkan anak terlelap dalam tidurnya, memanjakannya dengan berbagai alasan pembenaran. Memberikan kelonggaran yang berkelanjutan dan bahkan menjadi kebiasaan. 

Hingga tugas utama mengajak mereka beribadah tepat waktu terganjal oleh perasaan yang kurang tepat pada anak. 

Mungkin saat anak belum baligh, ia tak mendapatkan dosa. Namun jika sudah baligh, maka meninggalkan shalat termasuk perbuatan dosa. Untuk membiasakannya harus dimulai sejak dini dan bertahap.

Ingatkan Secara Bertahap 

Memang ada tahapannya untuk mengingatkan mereka, tidak bisa langsung memaksanya untuk beribadah. Jelaskan kepada anak-anak tentang bagaimana cara bersyukur kepada Allah Ta’ala. 

Ibadah adalah cara utama mensyukuri segala karunia Allah Ta’ala. Semua yang kita makan, minum, rasakan, nikmati, dan kita banggakan hakikatnya adalah pemberian Allah Ta’ala. Tugas kita mensyukurinya. Yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kemudian jelaskan manfaat dan shalat bagi anak-anak. Shalat bukan hanya sekedar ibadah ritual yang rutin dan wajib dijalankan. Melainkan juga sebagai pengingat kita pada Allah serta media kita bercerita masalah dan memohon pertolongan pada Allah. 

Ketika anak tau manfaatnya, anak bisa merenunginya dan menjadikan shalat sebagai kebutuhan. Bukan hanya sekedar melaksanakan saja dan tak tahu manfaat dan arti pentingnya. 

Sehingga saat anak-anak tumbuh dewasa, ia sadar bahwa ia membutuhkan shalat. Tak perlu diperintah, mereka akan dengan sigap menjalankannya. Maka, orang tua lah yang akan bangga dan senang, melihat puta-putrinya menjadi anak-anak yang shaleh dan shalihah.

Peran Orang Tua Sangat Penting 

Bagaimana supaya tujuan itu tercapai? Bermula dari orang tua yang tak lelah mengingatkan dan menegur. Saat self reminder anak belum berfungsi dengan baik, orang tua bertugas untuk mengingatkan. 

Jangan lelah dan bersabarlah dalam mengingatkan anak untuk beribadah. Jangan merasa sekali, dua kali, hingga sepuluh, bahkan seratus kali lalu berhenti mengingatkan.

Masih ada tugas kita untuk selalu tiada henti hingga maut menjemput. Jangan lelah mengingatkan anak-anak kita. Kreatiflah dalam mengingatkan mereka. Sehingga anak tertarik dan juga senang serta tak merasa terpaksa.

Jangan lupa. Saat ayah bunda, mengingatkan mereka, hakikatnya juga mengingatkan diri sendiri. Jadi jangan sampai orang tua ingatkan anak-anak beribadah, namun justru tak menjalankannya.

{وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)} العصر : 1-3

“Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran.” (Al Ashr: 1-3).

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb