Video Detik-detik Warga Tolak Pemakaman Jenazah Corona 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 02 Apr 2020

Video Detik-detik Warga Tolak Pemakaman Jenazah Corona 

Bupati Banyumas Menggali Pemakaman Jenazah Covid-19 - Image from wajibbaca.com

Warga tolak dan blokade jalan ambulans pembawa jenazah corona.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyumas ikut turun tangan, bahkan turut menggali pemakaman jenazah corona itu. Dia memberitahu kepada warga bahwa mayat tersebut sudah tidak mengandung virus corona. Sehingga tidak perlu khawatir dengan adanya pemakaman tersebut.

Bupati Banyumas Achmad Husein memperingatkan warga Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pasalnya, warga setempat menolak pemakaman mayat pasien virus corona yang dikuburkan di desa tersebut, bahkan ambulans yang membawa jasad pasien juga dihadang oleh warga.

Aksi penolakan warga tersebut membuat Achmad Husein geram dan turun tangan langsung. Kemarahan Achmad Husein tersebut terekam dalam video dan viral di berbagai media sosial. 

Baca juga : Pentingnya Edukasi pada Warga, agar Tak Tolak Pemakaman Jenazah Corona

Dengan mengenakan jas hazmat dan masker, ia turun tangan langsung ke lokasi pemakaman. Di hadapan warga, Achmad Husein berusaha menenangkan warga yang ketakutan dan khawatir terinfeksi corona sebab ada pasien corona meninggal yang dikubur di wilayah tersebut. 

"Saya bupati gali sendiri dan saya berani duduk di atas peti. Karena saya tahu persis virusnya nggak ada," kata Achmad Husein sambil berteriak, pada Rabu (1/4/2020).

Berulang kali, Achmad Husein menjelaskan di hadapan warga bahwa virus corona sudah tidak ada lagi di tubuh mayat pasien Corona. Bahkan, ia juga turun tangan langsung ikut menggali kuburan untuk jenazah tersebut. 

"Virus itu adanya di orang hidup, bukan orang mati. Saya gali sendiri," tegas Achmad Husein.

Meski demikian, warga tetap ngotot menolak penguburan pasien corona yang telah meninggal itu. Warga tidak ingin daerahnya terkontaminasi virus corona yang bisa membahayakan keselematan warga di kampung tersebut. 

Dalam video tersebut tampak pula Kapolres Banyumas Kombes Whisnu Caraka yang ikut menenangkan protes warg. Berulang kali ia menegaskan bahwa warga sekitar salah mendapatkan informasi mengenai kontaminasi virus corona dari kuburan jenazah corona yang meninggal.

Selain video tersebut, beredar pula video lainnya. Tampak sejumlah warga menghadang sebuah ambulans yang membawa jasad pasien corona. Warga berteriak-teriak di depan mobil ambulans tersebut meminta agar ambulans putar balik dan pergi meninggalkan desa tersebut. 

Bahkan, ada warga yang melemparkan kayu ke arah ambulans agar ambulans tidak menerobos blokade warga sekitar tepat di tengah-tengah jalan yang akan dilewati. 

Bupati Banyumas Meminta Maaf 

Setelah kejadian tersebut, Bupati Banyumas Achmad Husein menyampaikan permohonan maaf atas insiden warganya yang menolak pemakaman jenazah pasien virus corona.

Permohonan maaf tersebut diinformasikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengaku lalai karena tidak memberikan edukasi dan sosialisasi yang lebih mendalam kepada warga terkait pengurusan jenazah pasien corona.

"Saya memohon maaf kepada seluruh warga Banyumas atas kejadian pemakaman pada hari ini. Mungkin karena kami kurang sosialisasi atau mengedukasi masyarakat dengan baik," ungkap Achmad Husein seperti dikutip Suara.com, Kamis (2/4/2020).

Meskipun begitu, Achmad Husein mengimbau pada warganya agar ke depan tidak menolak pemakaman jenazah pasien virus corona.

Sebab, jenazah tersebut tidak akan menularkan virus corona kepada masyarakat. Penularan akan jauh lebih berpeluang besar dari orang yang masih hidup.

"Bahaya penularan itu jauh lebih besar bersumber dari orang hidup dibanding orang mati. Sebab orang hidup bisa bicara, batuk dan juga bersin, sedangkan orang mati tidak bisa sama sekali. sumber penularan itu adalah dari bicara, batuk dan bersin," tambahnya.

Lebih lanjut, Achmad Husein menegaskan bahwa virus corona akan mati tak lama setelah jenazah yang terjangkit virus tersebut dimakamkan. 

"Dari ilmu apapun, virus itu kalau orangnya mati. Maka dari 7-9 jam virus juga akan mati. Jadi jasadnya kemudian tidak ada virus di di situ. Kita sudah jelaskan sudah berkali-kali," pungkas Ahmad Husein. 

SHARE ARTIKEL