Viral, Bayi Baru Lahir Sebut Telur Rebus Bisa Cegah Corona, Hoax?

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 26 Mar 2020

Viral, Bayi Baru Lahir Sebut Telur Rebus Bisa Cegah Corona, Hoax?

Ilustrasi bayi - Image from id.theasianparent.com

Bayi baru lahir ini dapat bicara, mengatakan telur rebus dapat cegah corona

Kemarin malam, warga dihebohkan dengan informasi yang viral mengabarkan bayi baru lahir menyebutkan bahwa makan telur bisa cegah tertular virus corona. Hal ini sontak membuat warga berbondong-bondong membeli dan memakan telur. Lalu benarkah informasi tersebut?

Pada Rabu malam, 25 Maret 2020, tersebar unggahan yang kemudian viral dan jadi perbincangan heboh masyarakat. 

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa telur rebus bisa mencegah penularan virus Covid-19. 

Beberapa unggahan muncul di media sosial Facebook mempertanyakan bahkan ikut membagikan cerita tersebut. 

Unggahan tersebut berisi tentang cerita adanya seorang bayi baru lahir yang bisa bicara dan mengatakan bahwa telur rebus ampuh mencegah corona. 

Baca juga : Virus Corona Belum Usai, Muncul Lagi Hantavirus yang Lebih Mematikan

Viral, Bayi Baru Lahir Sebut Telur Rebus Bisa Cegah Corona, Hoax?

Unggahan yang viral di Facebook - Image from mubaonline.com

Berikut Pesan yang beredar di media sosial:

Slmt mlm tamng2...

ini ada kejadian aneh di talaud desa Pantuge...

ada anak baru keluar dri rahim trus bayi tersebut langsung bicara..

dia bilang klw seblum jm 12 harus makn telur rebus untuk menangkal virus ini....

skrg sdh viral di talaud.

Banyak orang tampaknya mempercayai hoaks tersebut dan membagikannya.

Hoaks ini menghebohkan hingga ke berbagai daerah di Kabupaten Talaud.

Viral, Bayi Baru Lahir Sebut Telur Rebus Bisa Cegah Corona, Hoax?

Hoax bayi bicara sebut telur rebu dapat mencegah corona - Image from manado.tribunnews.com

Hal ini menimbulkan beragam reaksi dari warga net, ada yang percaya dan ada yang menentang keras. 

Pihak yang percaya bahkan sampai mengumumkan hal ini lewat pengeras suara di masjid. 

Kejadian ini terjadi di salah satu desa di Bolaang Mongondow Utara  (Bolmut). 

Sangadi Tanjung Buaya, Romi Lantapa membenarkan adanya kejadian tersebut. 

“Memang ada yang sempat mengumumkan tentang telur rebus yang jadi pencegah virus ini, diumumkan di mesjid, dan ternyata ini adalah berita yang sumbernya tidak jelas dan sangat tidak realistis,” ucap Romi.

Baca juga: Geger, Pria di Bogor Kejang di Pinggir Jalan, Tak ada yang Bantu Karena Takut Corona

Sangadi Tanjung Buaya juga menyampaikan himbauan buat warga desanya bahwa ditengah upaya Pemerintah dalam menghadapi penyebaran virus corona ini, masyarakat harus berpartisipasi dan mematuhi aturan dan anjuran dari pemerintah. 

“Taat dan patuh pada anjuran Pemerintah soal penanganan penyebaran Covid-19, senantiasa menelaah semua informasi yang masuk, dan tidak mudah membagikan berita apalagi dari sumber yang tidak jelas,” imbaunya.

Kapolsek Kabaruan AKP Ferry Padama membantah peristiwa tersebut terjadi di Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

"Tidak benar, 100 persen itu hoaks, di desa Pantuge tak ada kejadian yang seperti dirumor tersebut, yang saya ketahui berita tersebut ada juga menyampaikan bahwa dari Singkawang'', Ucap mantan Kapolsek Rainis.

Ferry menyampaikan untuk masyarakat tak mudah termakan berita hoaks.

Dia mengingatkan masyarakat lewat media sosialnya terkait kabar bohong tersebut. 

" Jangan mudah percaya dengan isu tidak jelas. Bijaklah bermedsos. Gunakan iman, hikmat dan akal sehat.

Ingatlah iblis pintar dan penuh daya tipu seperti singa yang mengaung-ngaung di sekeliling untuk menerkam mangsanya,"imbuanya.

Sampai saat ini memang sudah banyak negara-negara yang mulai  membuat vaksin untuk mengobati virus corona. 

Namun masih dalam tahapan di uji coba ke manusia. 

Sehingga belum bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan diberikan kepada pasien covid-19. 

Selain itu juga belum diketahui, obat-obatan apa yang efektif untuk mencegah dan mengobati covid-19. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu. 

"Yang pertama mengenai antivirus, sampai sekarang belum ditemukan dan ini yang saya sampaikan itu tadi obat. Obat ini sudah dicoba oleh 1, 2, 3 negara dan memberikan kesembuhan yaitu Avigan," kata Jokowi di Istana Bogor Jawa Barat, Jumat (20/3/2020).

Avigan disebut mampu sembuhkan corona, namun obat ini adalah obat cadangan karena vaksin belum ditemukan hingga saat ini. 

Peduli dengan penyebaran corona sangat dianjurkan, namun menyebarkan berita-berita yang tidak jelas sumber dan kevalidannya sangat tidak dibenarkan. 

Oleh sebab itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial, utamanya ketika mempercayai dan membagikan informasi.

Jangan sampai informasi tersebut justru membuat keresahan di masyarakat dan menimbulkan dampak negatif lainnya. 

Per tanggal 26 Maret 2020 ini, pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 790 orang, dengan jumlah kematian sebanyak 58 orang dan 31 orang yang berhasil sembuh. 

Jumlah ini terus bertambah secara signifikan sejak kejadian pertama pasien Covid-19 di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb