Begini Efek Samping Kesehatan Pasca Sembuh dari Corona

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 27 Mar 2020

Begini Efek Samping Kesehatan Pasca Sembuh dari Corona

Ilustrasi Paru-paru - Image from www.liputan6.com

Kalaupun kena COVID-19, orang sehat dan imun kuat akan sembuh. Bagaimana dengan efek sampingnya?

Ternyata meski telah sembuh total dari corona, menurut beberapa dokter ada peluang terkena efek samping pada alat pernafasan. Apa saja efek sampingnya? Berikut adalah beberapa kesimpulan dari penelitian yang dilakukan para dokter terhadap pasien yang sembuh dari COVID-19 serta ilustrasi paru-paru dari pasien COVID-19. 

Sakit akibat Virus Corona COVID-19 memang dapat disembuhkan, bahkan disebut pula tingkat kesembuhannya mencapai 97%. 

Namun, jangan dianggap remeh ya, sebab beberapa orang yang pulih dari kasus serius Virus Corona jenis baru ternyata mengalami efek samping pada kesehatannya. 

Para ahli perawatan intensif di Inggris mengungkap, beberapa pasien COVID-19 yang sembuh mengalami kerusakan paru-paru dan diperkirakan butuh waktu 15 tahun untuk bisa pulih total. 

Peringatan itu dikeluarkan Fakultas Pengobatan Perawatan Intensif (FICM), badan profesional Inggris untuk dokter dan praktisi perawatan intensif yang diterbitkan di media The Sunday Times.

FICM melihat banyaknya pasien yang mengaku dirawat intensif karena positif Virus Corona COVID-19 ternyata mengidap kondisi yang disebut sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). 

Baca juga : Egois, Tenaga Medis Kekurangan APD, Warga Malah Gunakan untuk ke Pasar

Satu penelitian yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS menemukan, 17% dari 99 pasien Virus Corona di Wuhan, China, yang diperiksa antara 1 hingga 20 Januari, telah mengembangkan ARDS selama penyakit mereka, sebagaimana yang dilansir Business Insider, Jumat (20/3/2020)

Studi lain yang diterbitkan dalam The Lancet pada 15 Februari menemukan, 29% dari 41 pasien yang diamati antara pertengahan Desember hingga awal Januari di Wuhan telah mengembangkan ARDS juga. 

Sindrom gangguan pernapasan akut ini menghambat paru-paru seseorang untuk menyediakan oksigen yang cukup pada organ vital mereka, ungkap National Health Service (NHS).

Ketika COVID-19 mencapai paru-paru, selaput lendirnya akan melapisi berbagai rongga tubuh dan saluran udara sehingga menjadi meradang. 

Menurut NHS, peradangan ini kemudian dapat menyebabkan ARDS, di mana "cairan dari pembuluh darah terdekat bocor ke kantung udara kecil di paru-paru Anda, membuat pernapasan semakin sulit."

Meskipun paru-paru pasien Virus Corona COVID-19 dapat kembali 'tampak normal' setelah enam bulan dengan masalah yang minim, seperti berkurangnya kemampuan untuk berolahraga, mereka yang terus mengembangkan ARDS dapat "membutuhkan waktu 15 tahun agar paru-paru mereka pulih," Kata FICM, tulis The Sunday Times.

Tak Ada Pengobatan Khusus

ARDS bertanggung jawab atas 10% dari semua penerimaan unit perawatan intensif di Inggris. ARDS memiliki tingkat kematian 30% hingga 40%, ujar Michael Matthay, yang merupakan seorang ahli penyakit.

Besaran tingkat kematian tersebut juga disebutkan dalam sebuah makalah 2015 tentang penyakit yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS. 

"Tidak ada pengobatan khusus kecuali untuk menenangkan pasien dan menempatkan mereka pada ventilator mekanik untuk membiarkan mereka pulih," kata Matthay, merujuk pada penderita ARDS.

"Korban memiliki keterbatasan olahraga yang signifikan dan kualitas hidup fisik yang buruk ... terkait dengan pemborosan otot dan kelemahan."

ARDS biasanya juga ditemukan pada orang yang baru pulih dari kasus flu dan radang paru-paru parah di Inggris, tetapi dalam kasus itu "tidak biasa ARDS menyebabkan kerusakan paru-paru jangka panjang," menurut British Lung Foundation.

Baca juga: Tips Mengatasi Ketakutan Akibat Virus Corona

Sebuah studi yang diterbitkan oleh The Journal of American Medical Association menemukan bahwa orang yang lebih tua terinfeksi COVID-19, adalah kelompok yang paling rentan terjangkit ARDS, "kemungkinan karena respons imun yang kurang ketat."

FICM juga memperingatkan, organ lain juga bisa rusak oleh COVID-19 meskipun pasien telah pulih total.
"Seperti banyak kondisi virus lainnya, efek Virus Corona tidak hanya terbatas pada paru-paru. Jantung juga dapat terpengaruh, mulai dari peradangan (miokarditis) hingga gagal jantung," kata FICM.

Berikut Efek Samping Pasca Sembuh dari COVID-19

Begini Efek Samping Kesehatan Pasca Sembuh dari Corona

Efek Samping Kesehatan Pasca Sembuh dari Corona - Image from wajib baca

1. Nafas terengah-engah dan penurunan kemampuan paru-paru 

Kasus COVID-19 di Hongkong juga begitu, Dokter di Hong Kong menemukan sejumlah kasus pasien yang pulih setelah terinfeksi Virus Corona COVID-19 mengalami kapasitas paru-paru yang secara substansial melemah. 

Ditunjukkan dengan beberapa orang nampak terengah-engah ketika berjalan dengan cepat.

Otoritas Rumah Sakit Hong Kong membuat temuan setelah mempelajari gelombang pertama pasien yang keluar dari rumah sakit dan telah pulih total dari COVID-19. 

Dari 12 orang dalam kelompok, dua hingga tiga di antaranya melihat perubahan kemampuan pada paru-paru mereka. 

"Mereka terengah-engah jika berjalan sedikit lebih cepat," kata Owen Tsang Tak-yin, direktur medis dari Otoritas Pusat Penyakit Menular Hong Kong.

"Beberapa pasien mungkin memiliki sekitar 20% hingga 30% dalam fungsi paru-paru setelah pemulihan penuh."

Tsang menambahkan, meskipun begitu, pasien dapat melakukan latihan kardiovaskular, seperti berenang, meningkatkan kapasitas paru-paru mereka secara rutin. 

2. Penurunan fungsi paru-paru

Ketika COVID-19 mencapai paru-paru, selaput lendirnya yang melapisi berbagai rongga tubuh dan saluran udara menjadi meradang. 

Menurut NHS, peradangan ini kemudian dapat menyebabkan ARDS, di mana "cairan dari pembuluh darah terdekat bocor ke kantung udara kecil di paru-paru Anda, membuat pernapasan semakin sulit."

Meskipun paru-paru pasien Virus Corona COVID-19 dapat kembali 'tampak normal' setelah enam bulan dengan masalah minimal seperti melemahnya kemampuan untuk berolahraga, mereka yang terus mengembangkan ARDS dapat "membutuhkan waktu 15 tahun agar paru-paru mereka pulih," Kata FICM, menurut The Sunday Times.

3. Hasil CT Scan paru-paru ada bercak putih 

Walaupun masih terlalu dini untuk menentukan efek jangka panjang dari COVID-19 ini, pemindaian sembilan paru-paru pasien juga "menemukan pola yang mirip dengan kaca buram pada semuanya, menunjukkan ada kerusakan organ," kata Tsang, seperti yang dilansir Science Alert.

Hasil CT scan salah satu pasien Virus Corona baru menunjukkan "ground glass." Ground Glass ialah sebuah fenomena di mana cairan menumpuk di paru-paru dan muncul dengan sendirinya sebagai bercak putih. 

"Ground glass" pada paru-paru pasien tersebut menjadi lebih jelas ketika penyakitnya berkembang.

4. Kerusakan paru-paru yang lebih luas 

Selain itu, ada sebuah video yang menunjukkan ilustrasi paru-paru pasien yang terkena COVID-19. 

Dr Keith Mortman, Kepala Bedah Toraks di Rumah Sakit George Washington, menjelaskan ilustrasi paru-paru 360 derajat tersebut. 

Ia mengungkapkan bagian paru-paru yang berwarna biru adalah normal. Sedangkan bagian yang berwarna kuning adalah yang dirusak oleh virus. 

"Sangat mengejutkan karena ini tidak seperti pneumonia, yang mungkin mempengaruhi hanya satu bagian kecil paru-paru. Atau tidak juga seperti flu biasa, apa yang Anda lihat dalam video ini sebenarnya adalah kerusakan paru-paru yang lebih luas" 

Mortman mengungkapkan, ingin masyarakat melihat gambaran paru-paru ini agar tersadar mengenai bahayanya COVID-19. 

Sehingga dia berharap agar masyarakat berpikir dua kali untuk datang ke pesta atau berkumpul dengan banyak orang.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb