Viral Siswi SMA Negeri di Demak Diduga Pesta Miras

 09 Dec 2019  Arief Prasetyo

Viral Siswi SMA Negeri di Demak Diduga Pesta Miras

Viral Siswi SMA Negeri di Demak Diduga Pesta Miras, Ini Faktanya - Image from www.kompas.com

Sebuah video yang memperlihatkan beberapa siswi berseragam sekolah diduga pesta miras.
Uang masih minta orangtua, tapi malah dipakai mabuk-mabukan!

Bagaimana menurut Anda, hal ini baru saja terjadi atau dari sudah terjadi, cuma karena dulu tidak viral di media sosial?

Sebuah video yang memperlihatkan beberapa siswi dari sekolah menengah atas (SMA) di Demak, Jawa Tengah diduga pesta miras viral di media sosial Facebook pada Sabtu (7/12/2019).

Hingga Minggu (8/12/2019) pukul 07.00 WIB, postingan tersebut sudah disukai sebanyak 3,9 ribu kali, dibagikan sebanyak 10 ribu kali, dan dikomentari sebanyak 108 kali.

Dalam postingan tersebut dituliskan, "Viralkan klakuan adek2 kita anak SMA N 2 Demak, bagikan biar viral".​ Lantas bagaimanakah fakta sebenarnya?

Baca Juga:

Mengutip Kompas.com, kepala Sekolah SMAN 2 Demak, Suntono saat dikonfirmasi, ia tak membantah bahwa siswi-siswi yang tampak dalam video viral tersebut adalah anak didiknya. Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (28/11/2019) silam.

Total ada delapan siswi yang berada dalam video tersebut dengan rincian 6 orang kelas 3 jurusan IPS dan 2 orang kelas 3 jurusan IPA.

"Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya F di Desa Mranak, Demak. Waktu mereka datang ada orangtuanya, tetapi setelah itu ortunya pergi," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/12/2019).

"Ada yang datang berinisial D membawa minuman. Lalu diminum oleh beberapa dari mereka. Ada yang minum, ada yang cuma ikut nyanyi, dan inisial D yang memvideo.

Baca Juga:

Selang beberapa hari video tersebut dibuat status dan mulai menyebar," imbuhnya. Lebih lanjut ia mengaku baru mendapat informasi tersebut pada Kamis (5/12/2019) dan pada saat itu video tersebut belum viral.

Lalu pada Jumat (6/12/2019), siswi-siswi beserta masing-masing orang tuanya, ia panggil untuk menjelaskan kejadian sesungguhnya.

"Akhirnya mereka semua menyesali perbuatannya, hanya seperti itu, orangtua pada nangis, anak-anaknya juga pada nangis. Selain itu juga saya suruh untuk membuat surat pernyataan," jelasnya lagi.

Ponsel Disita

Untuk sementara waktu, ponsel dari kedelapan siswi-siswi tersebut telah ia amankan. Ia menambahkan kendati terdapat pelanggaran yang dibuat oleh siswi-siswi tersebut.

Pihak sekolah tetap melakukan pembinaan dengan sanksi-sanksi yang mendidik. Ia meminta kepada siswi-siswi tersebut untuk sementara waktu tidak belajar di kelas, melainkan belajar di perpustakaan.

"Tapi kami ya enggak tahu ya, kalo perkembangannya semakin mendesak ya kami akan komunikasikan kepada Dinas Pendidikan," terangnya.

Baca Juga:

Ketika ditanya mengenai siapa yang memviralkan video tersebut, Suntono mengaku tidak mengetahuinya. Namun, ia akan kembali memanggil kedelapan siswi beserta orangtuanya untuk kembali mencari tahu secara detailnya.

Suntono mengaku tidak menyangka bahwa anak didiknya bisa berperilaku seperti dalam video tersebut.