Viral Satu Keluarga ini Diusir Polisi Saat Berteduh di Pospam

 25 Dec 2019  Arief Prasetyo

Viral Satu Keluarga ini Diusir Polisi Saat Berteduh di Pospam

VIRAL! Polisi Usir Keluarga Bawa Anak Kecil Saat Berteduh di Pospam: Apakah Itu Pantas - Image from wartakota.tribunnews.com

Apakah pantas perlakuan seperti ini?

Tak sesuai dengan yang biasanya disebutkan polisi itu mengayomi dan melindungi masyarakat. Bahkan terdapat anak kecil yang harus berteduh karena kondisi yang hujan deras, malah diusir dengan begini

Sebuah postingan viral di Facebook, mengenai adanya seorang anggota polisi usir keluarga bawa anak kecil saat berteduh di Pospam.

Diketahui, kejadian polisi mengusir keluarga bawa anak berteduh tersebut, terjadi di Pos Pengamanan atau Pospam Polisi BG Junction Surabaya.

Berikut ini, penjelasan Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya, Ipda Umam, soal kronologi polisi usir satu keluarga saat berteduh

Beredar sebuah narasi menceritakan momen kurang menyenangkan yang dialami oleh seorang sebuah keluarga di Surabaya.

Melalui media sosial Facebook, anggota keluarga tersebut menceritakan jika dirinya diusir saat berteduh di pos pengamanan (pospam) polisi BG Junction Surabaya.

Baca Juga: 

Padahal saat itu, kondisi sedang hujan deras, ditambah lagi ia membawa anak kecil.

Menanggapi kabar tersebut, pihak Subbag Humas Polrestabes Surabaya menjelaskan kejadian sesungguhnya.

Kabar ini beredar di media sosial Facebook saat akun bernama Kojin Tok menceritakan kisah yang dialami keluarganya pada Sabtu (21/12/2019).

Dalam narasinya penulis seakan mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak kepolsian.

Saat itu, ia dan keluarganya tengah berteduh lantaran hujan yang mengguyur wilayah Surabaya.

Ia pun memutuskan untuk berteduh di pospam yang ada di kawasan BG Junction Surabaya.

Awalnya, keluarga tersebut diperbolehkan untuk berteduh di sana, namun tak berselang lama, muncul dua polisi yang mengusir mereka.

Berikut isi postingan Facebook Kojin Tok.

 "Numpang tanya lor, tadi sy d perjalanan kena hujan, sedang kan ank sy msh kecil, tpi d pos penjagaan sini ada polisi sy d srh masuk karna ada anak sy yg msh kecil,

trs polisi itu pergi, stlh agak lama, ada polisi ini datang bawa mobil patroli.

Dan sy lngsng d usir suruh pergi dlm keadaan hujan, ank sy msh kecil. apakah itu pantas kah seorng polisi kyk gitu.

Kata nya mengayomi dan melindungi masyarakat. Posisi, d depan BG junctian. Bubutan sby". tulis akun Kojin Tok.

Baca Juga:

Viral Satu Keluarga ini Diusir Polisi Saat Berteduh di Pospam

VIRAL! Polisi Usir Keluarga Bawa Anak Kecil Saat Berteduh di Pospam: Apakah Itu Pantas - Image from wartakota.tribunnews.com

Postingan ini lantas viral dan telah dibagikan sebanyak 6,5 ribu kali dengan jumlah komentar lebih dari 2,2 ribu.

Tidak sedikit warganet yang menyayangkan aksi kedua anggota polisi tersebut.

Menanggapi hebohnya pemberitaan yang melibatkan pihak kepolisian, Ps Kaur Subbag Humas Polrestabes Surabaya Ipda Umam pun memberikan penjelasan.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Viral Satu Keluarga Diusir Saat Berteduh di Pos Polisi, Ini Penjelasan Kepolisian' pihaknya menjelaskan berita tersebut tidak benar.

Kendarti demikian, Umam tidak menampik jika ada dua anggota kepolisian yang mendatangi pos pengamanan (pospam) saat peritiwa tersebut terjadi.

Ia pun membenarkan jika kejadian itu terjadi di Pospam BG Junction Surabaya.

Baca Juga:

"Itu lokasinya di pos pengamanan BG Junction wilayah Polsek Bubutan, dan terjadi kemarin Sabtu," kata Umam saat dihubungi Kompas.com (22/12/2019).

Lebih lanjut, Umam menambahkan jika kedua anggota kepolisian yang datang ke pospam saat itu tidak berniat mengusir keluarga itu.

Melainkan untuk memperbaiki atap popam yang bocor.

Adapun identitas kedua anggota polisi tersebut ialah Aipda Sony dan Brigadir Hengky yang berasal dari Polsek Bubutan.

Ia juga mengatakan bahwa hal itu sesuai dari foto yang sudah tersebar yakni kedua anggota tersebut tengah melihat ke atap yang bocor.

"Saat ini, kami masih dalam tahap penyelidikan untuk melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Kepada masyarakat, ia berpesan bahwa media sosial bukan tempatnya untuk mem-bully terhadap suatu kejadian yang belum tentu kebenarannya.

Selain itu, ia pun meminta kepada masyarakat Surabaya khususnya untuk menjaga kotanya dan pantang akan berita bohong.

"Mari berpikir jernih dan tidak terpancing dengan hal postingan yang merugikan korps kami," katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kompas.com belum dapat mengonfirmasi pemilik akun Facebook Kojin Tok terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi.