Ramai-ramai Anak di Driyorejo Rayakan Hari Ibu dengan Membasuh Kakinya di Depan Umum

 23 Dec 2019  Arief Prasetyo

Ramai-ramai Anak di Driyorejo Rayakan Hari Ibu dengan Membasuh Kakinya di Depan Umum

Membasuh kaki ibu - Image from m.jpnn.com

Sudah berbuat apa untuk ibu, waktu kemarin?

Ada berbagai cara dan bermacam-macam sikap untuk bertrimakasih sebagai ungkapan kasih sayang yang ditujukan para anak-anak pada ibu. Seperti yang dilakukan anak-anak di Driyorejo ini.

Sebanyak enam orang ibu maju ke atas panggung. Mereka duduk di kursi, sembari dihampiri oleh anak mereka di Dusun Ngembes, Desa Merjosari Rejo, Minggu (22/12/2019).

Tidak hanya anak kecil, orang dewasa juga ikut maju bersama ibunya. Baskom berwarna hijau berisi air dan bunga diletakkan tepat didepan kaki enam orang ibu yang terdiri janda tidak mampu itu.

Baca Juga:

Keenam anak mereka pula langsung duduk bersimpuh tepat di depannya. Suasana haru saat panitia memutar lagu 'Muara Kasih Bunda' yang dilantukan oleh penyanyi Erie Suzan.

Suasana haru semakin pecah, saat mereka membasuh kaki ibunya. Bahkan, ada yang membasuh sambil menangis dan menundukkan kepalanya.

Ratusan penonton yang terdiri dari anak yatim dan janda kurang mampu di Kecamatan Driyorejo itu menjadi haru. Tidak sedikit dari mereka meneteskan air mata melihat adegan itu.

Dirasa cukup waktu untuk membasuh. Mereka memeluk dan meminta maaf atas segala perbuatan selama ini kepada ibu yang saat ini berperan ganda sebagai kepala rumah tangga.

Salah satunya, Fajar warga Desa Mojosari Rejo. Bocah yang duduk kelas 2 SD ini awalnya tersenyum saat membasuh kaki ibunya.

Sembari mengenakan pakaian koko dan songkok hitam, bocah laki-laki ini langsung menangis saat memeluk ibunya.

"Karena memperingati Hari Ibu. Sayang sama ibu karena sudah mendidik saya dari kecil," kata Fajar. Memperingati Hari Ibu dilakukan dengan membasuh kaki ibunya.

Peserta lainnya terlihat menangis tersedu-sedu saat turun dari atas panggung. Sambil mengusap air mata menggunakan tisu usai meminta maaf kepada ibunya diatas panggung.

"Dulu pernah mengecewakan ibu. Pernah disuruh tapi saya tidak nurut," tutur Anita (23). Diketahui, acara peringatan hari ibu di Kecamatan Driyorejo ini dirayakan bersama dengan ulang tahun LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR).

Baca Juga:

Dalam ulang tahun yang kelima ini dirayakan dengan menyantuni ratusan janda yang kurang mampu dan anak yatim.

Ketua LSM FPSR Gresik, Aris Gunawan mengaku sengaja memberikan waktu kepada perwakilan enam orang ibu beserta anaknya yang terdiri dari anak yatim dan janda kurang mampu untuk maju.

"Surga itu ditelapak ibu, biar anak hormat kepada orang tua terutama ibunya," ucapnya.

Lanjut Aris, pada acara hari ini, sebanyak 500 anak yatim piatu diundang dan janda kurang mampu di seluruh Kecamatan Driyorejo. Mereka diberi santunan.

"Tekad kami mendirikan lembaga ini untuk membantu sesama terutama masyarakat kurang mampu," tutupnya.