UN Dihapuskan Pada 2021, ini Program Pengganti Ujian Nasional 

 12 Dec 2019  Arief Prasetyo

UN Dihapuskan Pada 2021, ini Program Pengganti Ujian Nasional 

Deretan Fakta Program Pengganti Ujian Nasional, Nadiem Makarim Sebut Kelebihan - Image from style.tribunnews.com

Program ini disebut-sebut untuk meringankan siswa agar tidak stress

Bagi banyak orangtua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN, tenang tahun 2020 masih bisa. 

Tapi di tahun 2021 sudah tak bisa lagi, makanya ketahui program yang harus anda siapkan selanjutnya untuk anaki ini.

Ujian Nasional / UN dihapus pada 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan/ Mendikbud Nadiem Makarim. Sebagai gantinya, disiapkan Assesmen Kompetensi Minimum. Apa kelebihan sistem baru dibanding UN? Berikut 5 faktanya.​
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akan membuat program yang menggantikan Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada 2021 mendatang.

Tetapi Nadiem memastikan bahwa program UN akan tetap dilaksanakan pada 2020. Rencananya, pada 2021 program ini akan digantikan dengan pertimbangan telah dilakukan persiapan oleh pihak sekolah dan siswa untuk menghadapinya.

Baca Juga:
Anggota DPR: Kalau Korupsi Cuma Rp 100 Juta Ngapain Dihukum Mati? Kan Masih Bisa Bertobat

"Pada tahun 2021, UN itu akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," ujar Nadiem saat Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Nadiem mengungkapkan UN tetap dipertahankan pada 2020 dengan pertimbangan telah dilakukan persiapan oleh pihak sekolah dan siswa untuk menghadapinya.

"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020.

Baca Juga:
Pengertian dan Jenis Model Pembelajaran Kooperatif

Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan," tutur Nadiem dilansir dari tribunnews.com. Perubahan program UN ini termasuk dalam empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Penghapusan Ujian Nasional ini dilakukan dengan beberapa tujuan, salah satunya untuk mengurangi stres pada siswa.

Berikut ini adalah 5 Fakta Asesmen Kompetensi Minumum pengganti Ujian Nasional/UN

UN Dihapuskan Pada 2021, ini Program Pengganti Ujian Nasional 

ujian nasional - Image from newsmedia.co.id

  • Mengurangi stres pada murid​
    Dilansir dari Antara, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa penggantian Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum ini dilakukan untuk mengurangi stres pada siswa karena Ujian Nasional.

  • Menghilangkan kesan menghukum
    Selain untuk menghindarkan dan mengurangi stres pada siswa, penggantian Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minumum juga dilakukan untuk menghilangkan kesan menghukum untuk siswa yang kurang kuat dan mengerti di bidang tertentu.

  • Merupakan aspirasi dari guru, orang tua murid dan murid.
    Penghapusan UN ini dilakukan oleh Nadiem Makarim atas aspirasi dari berbagai pihak. Nadiem mengatakan dirinya menerima aspirasi dari guru, orang tua murid dan murid yang ingin menghindari efek buruk dari UN seperti stres pada siswa dan kesan menghukum siswa yang kurang meguasai bidang tertentu.

Baca Juga:Cara Mendidik Anak Menurut Islam Seperti yang Diajarkan Rasulullah

  • Dilaksanakan 2021
    Nadiem Makarim mengatakan, program pengganti UN baru dilaksanakan tahun 2021, sedangkan tahun 2020 mendatang Ujian Nasional masih dilaksanakan seperti biasa. Kemudian pada 2021 UN akan digantikan oleh asesmen kompetensi minimum dan asesmen karakter.

  • Untuk perbaikan
    Nadiem menjelaskan bahwa penghapusan UN ini adalah salah satu perbaikan esensi dari UN sendiri dimana untuk menilai prestasi murid atau menilai sistem. “Tapi memperbaiki esensi UN, apakah menilai prestasi murid atau prestasi sistem,” ujar Nadiem Makarim.