Main Hp, Warga Sulawesi Selatan Tewas Disambar Petir

 04 Dec 2019  Arief Prasetyo

Main Hp, Warga Sulawesi Selatan Tewas Disambar Petir

Ilustrasi mati disambar petir. - Image from facebook

6 orang jadi korban, satu diantaranya meninggal dunia.

Pelajaran berharga bagi kita semua, apalagi anak-anak.. Kalau sedang hujan apalagi disertai petir jangan main hp.

Sebagian wilayah Indonesia kini sudah mulai dilanda musim penghujan.  Sembari menunggu hujan reda, biasanya orang akan menghabiskan waktu dengan bermain handphone atau HP.

Siapa sangka kebiasaan orang main handphone atau HP saat hujan ternyata bisa berujung pada kematian.

Seperti yang dialami oleh enam warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 6 warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ( Sulsel ) tersambar petir di area persawahan di Kampung Sali sali, Desa Pancara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang,

Baca Juga : 

Kejadian 6 Orang Tersambar Petir Karena Main Hp di Sulawesi

Dari 6 warga itu, 5 selamat meski 2 orang menderita luka. Salah satu warga sedang menggunakan telepon selulernya.

Kemudian petir menyambar tempat kami berteduh. Saya dan kelima pekerja lainnya terjatuh dari atas rumah sawah," ujar Puan.

Kasat Reskirm Polres Pinrang AKP Dharma Perwira Negara mengatakan, korban meninggal telah diantar ke rumahnya.

Sementara dua korban yang terluka dilarikan ke rumah sakit. Polisi rencananya melakukan otopsi kepada korban meninggal dunia, setelah meminta persetujuan dari keluarga korban.

Baca Juga :

Penelitian Tentang Bahaya Petir Saat Bermain HP di Musim Hujan

Dikutip dari BBC, Kamis (14/4/2016), dokter di Inggris juga menjelaskan bahwa saat seseorang disambar petir, arus listrik bisa mengalir di luar tubuh (external flashover) atau bisa juga mengalir di dalamnya.

Benda dengan bahan konduktif (mudah mengalirkan listrik), seperti logam dan cairan, yang berhubungan langsung dengan kulit, berpotensi mengalirkan arus listrik masuk ke dalam tubuh.

Jika dihubungkan dengan kasus Jordan, kemungkinan handsfree berkabel yang dipakai menjadi materi konduktif tersebut, walau hal ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

Jadi, meski belum jelas apakah bermain ponsel saat cuaca mendung atau hujan dan banyak petir itu berbahaya, yang jelas komponen-komponen yang ada di dalam ponsel, seperti logam dan kabel, adalah materi penghantar listrik yang berbahaya digunakan saat hujan atau ada petir.

Baca Juga : 

Tips Aman Menggunakan HP saat Hujan

Hingga kini, masih ada pertentangan apakah menggunakan ponsel pada saat cuaca mendung atau hujan itu berbahaya atau tidak.

Namun, untuk meminimalisasi risiko, ada baiknya kita melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut :

Dalam Luar Ruangan :

  • Jika ramalan cuaca mengatakan akan ada badai petir, tunda semua aktivitas.​

  • Saat ada petir, masuk ke dalam rumah atau cari tempat berlindung.Jika tidak ada lokasi berlindung, berjalanlah secara merangkak atau merayap, usahakan badan serapat mungkin dengan tanah atau bumi.

  • Terkena Sambaran Petir, Seorang Pemuda Tewas Bersama dengan 19 Kerbau Gembalaannya.

  • Hindari dinding atau lantai beton sebab aliran listrik bisa merambat melalui logam besi atau kawat yang menjadi rangka beton.

  • Panduan keamanan di saat petir adalah aturan 30-30.

  • Setelah melihat kilat, mulai berhitung hingga 30 Jika mendengar geledek sebelum hitungan ke-30, masuk ke dalam ruangan.

  • Tunda aktivitas di luar hingga 30 menit setelah bunyi geledek terakhir.

Dalam ruangan :

  • Hindari penggunaan air pada saat badai petir.

  • Arus listrik petir bisa mengalir melalui pipa ledeng.

  • Hindari peralatan listrik segala jenis.

  • Listrik petir bisa merambat melalui sistem elektrik dan radio serta sistem antena televisi.

  • Hindari penggunaan telepon kabel.

  • Hindari dinding dan lantai beton

Demikianlah yang bisa wajibbaca.com sampaikan semoga adanya artikel ini membuat anda semakin berhati-hati dalam menggunakan hp pada saat musim hujan.

Karena kita tidak tau resiko apa yang bisa menimpa kita diluar sana. Semoga anda padat mengambil pelajaran berharga dari kejadian tersebut. Terimakasih.