Awas, Rebus Mie Instan Campur Bungkus Dapat Sebabkan Kanker, ini Kata BPOM

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 17 Jan 2020

Awas, Rebus Mie Instan Campur Bungkus Dapat Sebabkan Kanker, ini Kata BPOM

Viral Penjual Mie Instan Rebus Dengan Bungkusnya, Ini Komentar Netizen - Image from www.suara.com

Viral penjual mie instan rebus mie campur bungkusnya

Baru-baru ini tengah viral, diketahui seorang penjual bakso dan mie instan yang melakukan hal tak terduga. Ia mengeluarkan mie instan beserta bungkusnya dari dalam kuah bakso. 

Hal ini lantas membuat heboh pasalnya plastik dari bungkus mie tersebut bila tercampur makanan akan menjadi penyakit, seperti yang diterangkan BPOM berikut ini.

Seorang warganet melalui akun twitter FoodFess, membagikan postingan milik @hydik_ yang memperlihatkan aksi abang tukang bakso merebus mie instan sebungkusnya.

"Nangis fess," tulis warganet, Selasa (14/1/2020).

Dalam video berdurasi 59 detik itu, terlihat abang tukang bakso sedang sibuk menyiapkan pesanan pelanggan.

Awalnya tidak ada yang salah, hingga video itu menampilkan si abang mengambil bungkus mie instan dari dalam pancinya.

Bungkus dan isi mie instan itu ternyata dimasak bersama di dalam panci.

Tak hanya satu, penjual bakso itu mengeluarkan lagi satu bungkus mie instan lengkap dengan mie-nya yang telah masak.

Ia pun memasukkan satu bungkus mie untuk satu mangkok.

Baca Juga: 

Selepas video abang tukang bakso ini dibagikan, warganet pun memberikan berbagai respon terhadap video ini.​

Sebagian netizen kaget, sebagian tidak membenarkan tindakan abang tukang bakso.

Seorang netizen memberikan padangannya terkait fenomena masuknya bungkus mie instan yang ditinjau dari sisi ilmiah.

"Fyi plastik buat bungkus-bungkus gitu masuk golongan polimer 1(pet) dan itu cuma digunain buat sekali pakai.

Sifatnya tidak tahan panas dan kalau terkena suhu tinggi bakal ada material karsiogenik pindah ke makanannya," tulis seorang netizen.

"Berapa ratus polimer plastik yang leleh masuk ke kuah terus ke bakso," tulis warganet lain.

"Yakult bacteria left the stomach," komentar seorang warganet.

"Kanker: 'Assalamualaikum'," tulis warganet lainnya.

Meskipun begitu, ada pula yang tidak kaget dengan fenomena seperti ini.

"Kalian kenapa pada kaget? Sering terjadi ini haha," tulis netizen.

"Tolong dong yang kayak begini dikasih penyuluhan Kemenkes RI," tulis @ganda_88.

"Iya kan itu biar mereka tidak ribet lagi menyamakan porsinya apalagi kalo masaknya beberapa bungkus. Emang tidak sehat banget tapi ya sering terjadi," ujar netizen lainnya.

Pernyataan BPOM

Terkait penggunaan plastik untuk pangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebetulnya sudah mengeluarkan peringatan bahwa tidak semua bisa dipakai untuk hidangan panas. Ada beberapa plastik yang punya sifat gampang meleleh.

Menurut BPOM plastik di pasar yang terbuat dari Low Density Polyethylene (LDPE) terutama rentan bisa meleleh di suhu sekitar 83 derajat celsius. 

Sementara itu plastik dari Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), High Density Polyethylene (HDPE), Polypropylene (PP), dan Oriented Poly Propylene (OPP) meleleh di suhu sekitar 100 derajat celsius.

"Berbagai jenis plastik pada dasarnya bersifat inert (tidak mudah bereaksi) dan tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. 

Akan tetapi, adanya bahan-bahan tambahan (additive) seperti pelicin, antioksidan, pewarna, dan sebagainya, dalam proses pembuatan plastik berisiko terhadap kesehatan," tulis BPOM seperti dikutip pada Selasa (14/1/2020).

Tonton Video Berikut ini:

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb