Pengertian Hukum Kekekalan Energi

 01 Oct 2019  Bima P

Pengertian Hukum Kekekalan Energi

Hukum kekekalan energi - Image from ceenrg.landecon.cam.ac.uk

Pada pembahasan kali ini wajibbaca.com akan menjelaskan tentang pengertian hukum kekekalan energi, rumus hukum kekekalan energi dan bunyi hukum kekekalan energi.

Pengertian Hukum Kekekalan Energi

Kekekalan artinya tidak berubah. Jadi, hukum kekekalan energi adalah hukum yang menyatakan bahwa energi itu kekal dan tidak dapat berubah (besarnya) sepanjang waktu, memiliki nilai yang sama baik sebelum sesuatu terjadi maupun sesudahnya. Energi dapat diubah bentuknya, tapi besarnya akan selalu sama.

Penemu dari Hukum Kekekalan Energi adalah James Prescott Joule, yaitu seorang ilmuwan dari Inggris yang lahir pada tanggal 24 Desember 1818 dan meninggal pada tanggal 11 Oktober 1889. Ketika itu Hukum Kekekalan Energi merupakan hukum pertama dalam termodinamika. Berdasarkan hukum ini, terdapat 3 bentuk energi yaitu Energi Mekanik, Energi Kinetik dan Energi Potensial.

Bentuk Bentuk Hukum Kekekalan Energi

1. Energi Mekanik

Hukum kekekalan energi mekanik adalah energi yang berhubungan dengan gerak dan posisi dari sebuah benda. Oleh karena itu energi mekanik merupakan energi yang didapatkan dari penjumlahan energi kinetik dan energi potensial dalam melakukan suatu usaha. 

Baca : Pengertian Serta Rumus Keseimbangan Benda Tegar dan Titik Berat

2. Energi Kinetik

Energi kinetik merupakan usaha yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah benda dengan massa tertentu dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu. Jadi, Energi Kinetik adalah energi yang dimiliki sebuah benda karena pergerakannya. Kata “kinetik” itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “kinesis” yang artinya gerak. 

Secara umum terdapat dua jenis energi kinetik, yaitu :
Energi Kinetik Translasi, yaitu energi yang dimiliki oleh benda yang mengalami gerak lurus (lintasannya berupa garis lurus).
Energi Kinetik Rotasi, yaitu energi yang dimiliki oleh benda yang berotasi (lintasannya berupa lingkaran).

3. Energi Potensial

Energi Potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut. Ada beberapa hal yang mempengaruhi energi potensial dari sebuah benda, tetapi tiga hal yang paling utama adalah massa benda tersebut, gaya gravitasi dan ketinggian benda tersebut.

Baca : MasyaAllah, Ilmuan Berhasil Ungkap Kecepatan Cahaya dari Surat An-Nazi'at ayat 3 dan 4

Rumus Rumus Hukum Kekekalan Energi

Pengertian Hukum Kekekalan Energi

rumus - Image from jagad.id

Besaran Besaran Pada Hukum Kekekalan Energi

1. Massa (m)

Massa adalah salah satu besaran dalam fisika yang menggambarkan jumlah materi dalam suatu objek. Massa didapatkan dari jumlah kombinasi total atom, kecepatan atom, dan jenis atom penyusun suatu objek.

Dalam penggunaannya, massa sering disamakan dengan berat, tetapi secara ilmiah keduanya berbeda, berat adalah nilai yang didapatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi setempat. Artinya berat benda dapat berubah-ubah sesuai gravitasinya, tetapi massa benda akan tetap dimanapun benda itu berada.

Satuan Internasional untuk massa adalah kilogram (kg). Simbol yang digunakan untuk melambangkan massa adalah m (huruf kecil).

Baca: Video: Membuktikan Kebenaran Teori Fisika, Ilmuan Ini Menembak Dirinya Sendiri

2. Kecepatan (v)

Kecepatan adalah salah satu besaran dalam fisika yang menunjukkan seberapa cepat sebuah benda berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Satuan internasional yang digunakan untuk kecepatan adalah meter per sekon (m/s), tetapi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, pasti kita lebih sering memakai satuan kilometer per jam (km/jam), sedangkan di amerika lebih sering dipakai mil per jam, (mil/jam). Kecepatan dapat diperoleh dari perkalian antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Simbol dari kecepatan adalah v (huruf kecil).

3. Percepatan Gravitasi (g)

Percepatan Gravitasi adalah percepatan yang diperoleh dari perubahan kecepatan benda akibat adanya gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antara benda-benda yang memiliki massa. Dalam Sistem Satuan Internasional, satuan dari percepatan gravitasi adalah m/s2. Nilai yang biasa digunakan untuk percepatan gravitasi bumi standar adalah 9,8 m/s2 atau dibulatkan menjadi 10 m/s2.

Baca: Contoh Besaran Pokok dan Penjelasannya

4. Ketinggian (h)

Ketinggian adalah posisi benda dari permukaan. Pada prinsipnya ketinggian sama dengan jarak, bedanya jarak dihitung secara horizontal, sedangkan ketinggian dihitung secara vertikal. Satuan Internasional untuk ketinggian adalah meter (m). Simbol yang digunakan untuk melambangkan ketinggian adalah h (huruf kecil).

Demikian artikel tentang hukum kekekalan energi. Semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari referensi.