Contoh Besaran Pokok dan Penjelasannya

 28 Sep 2019  Bima P

Contoh Besaran Pokok dan Penjelasannya

tabel besaran pokok - Image from idschool.net

Besaran merupakan sesuatu yang memiliki nilai yang dapat diukur, dihitung dan dinyatakan dengan angka. Satuan adalah komponen dari suatu besaran yang menjadi standar besaran tersebut.

Adapun contoh dari besaran pokok adalah seperti panjang, massa, waktu, dan masih banyak lagi

Mari kita simak penjelasan dan contoh besaran pokok di bawah ini.

Artikel terkait : Contoh Besaran Turunan, Dimensi dan Satuanya

Pengertian Besaran

Besaran adalah sesuatu yang memiliki nilai yang dapat diukur, dihitung dan dinyatakan dengan angka. Kemudian pengertian pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai acuan. Dalam ilmu fisika pengukuran adalah sesuatu yang sangat krusial. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis wajib melalui suatu pengukuran. 

Pengukuran-pengukuran dalam fisika harus dilakukan secara teliti dan hati-hati, agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan tepat. Dalam ilmu fisika, besaran dinyatakan sebagai segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka eksak, misalnya panjang, luas, volume, dan kecepatan sedangkan warna, indah, cantik bukan termasuk besaran secara fisika karena ketiganya tidak dapat dinyatakan dengan angka eksak/pasti.

Besaran fisika secara umum dibagi menjadi dua macam yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya sudah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan oleh besaran lain. Sistem Internasional menyatakan ada 7 besaran pokok yang mempunyai satuan dan 2 besaran pokok yang tidak mempunyai satuan.

Setiap besaran memiliki satuan yang berbeda, ini mengharuskan kita untuk mengkonversi satu bentuk satuan ke satuan lain agar suatu perhitungan dapat dipecahkan.

Contoh Besaran Pokok Beserta Satuannya

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada 7 besaran pokok yang disepakati oleh Sistem Internasional. Besaran tersebut telah memiliki satuan-satuannya sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat tabel di bawah ini : 

Contoh Besaran Pokok dan Penjelasannya

tabel besaran pokok serta satuannya - Image from inspirilo.com

Berikut pengertian singkat besaran pokok di atas :

1. Besaran Pokok Panjang

Besaran pertama yang paling sering anda temui dan hitung sehari-hari adalah Panjang. Pengertian panjang dalam ilmu fisika adalah jarak dari satu titik ke titik lain dalam satu ruangan. Panjang memiliki simbol besaran, yaitu (l) –> (length)

Banyak contoh penerapan besaran panjang dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perhitungan soal. Contoh tersebut antara lain adalah jarak, lebar, tinggi, keliling, jari-jari lingkaran, diameter, kedalaman dan lain sebagainya. Jika anda menemui persoalan perhitungan seperti di contoh tersebut, berarti anda masih berhubungan dengan besaran pokok panjang.

Satuan dari panjang adalah meter sesuai yang telah ditetapkan oleh Sistem Internasional (SI). Alat ukur dari besaran pokok panjang meliputi penggaris, meteran, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.

Baca Juga : Pengertian dan Cara Menghitung Mikrometer Sekrup

2. Besaran Pokok Massa

Definisi massa dalam ilmu fisika adalah banyaknya jumlah kandungan materi / zat di dalam suatu benda. Materi/zat inilah yang menentukan besar kecil nilai suatu massa. Massa memiliki lambang (M) sedangkan satuannya adalah kg (kilogram).

Massa seringkali disamakan dengan "berat" padahal pada kenyataannya massa dan berat memiliki definisi berbeda dalam ilmu fisika. Jika massa ditentukan oleh materi/zat yang terkandung di dalam suatu benda, lain halnya dengan berat yang ditentukan oleh gaya tarik gravitasi bumi. Pengertian berat lebih lengkapnya adalah gaya suatu benda yang memiliki massa karena adanya gaya tarik bumi (gravitasi).

Untuk alat ukur dari massa adalah neraca.

3. Besaran Pokok Waktu

Pengertian dari waktu sendiri adalah saat mula (awal) dan akhir dari sebuah peristiwa / kejadian. Waktu memiliki lambang t, dimana lambang ini diambil dari huruf depan bahasa inggris waktu yaitu time. Dan untuk satuannya adalah detik atau yang sering digunakan dalam istilah fisika dengan sekon (s)

Alat ukur waktu pada umumnya adalah jam, baik itu jam dinding, jam tangan, maupun jam digital. Dan jika ingin mengukur detik atau sekon biasanya dengan alat bernama stopwatch.

4. Besaran Pokok Suhu

Besaran pokok selanjutnya adalah suhu atau dalam bahasa inggris disebut temperature. Suhu dalam ilmu fisika memiliki pengertian yaitu tingkat panas dan dinginnya suatu benda. Suhu memiliki satuan yang sudah ditetapkan yaitu Kelvin dan lambang dari satuan ini adalah (T) yang diambil dari huruf awal temperature.

Alat ukur dari suhu biasanya berupa termometer.

5. Besaran Pokok Kuat Arus Listrik

Dalam ilmu fisika kuat arus listrik memiliki pengertian sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir di sebuah kawat penghantar per tiap satuan waktu. Kuat arus listrik memiliki satuan berupa Ampere dan dilambangkan dengan (I).

Alat ukur besaran pokok ini adalah ampere meter.

6. Besaran Pokok Jumlah Zat

Berikutnya adalah besaran pokok Jumlah Zat yang dilambangkan dengan (N). Definisi dari jumlah zat adalah ukuran jumlah cuplikan zat dasar (elementer) yang di dalamnya bisa berupa elektron, ion, atom, dan molekul tertentu.

Jumlah zat memiliki satuan yang disebut (Mol) untuk menyatakan jumlah molekul. 

Jumlah zat adalah besaran yang satu-satunya tidak dapat diukur dengan alat ukur melainkan dapat diukur dengan mencari nilai mol dari zat tersebut.

7. Besaran Pokok Intensitas Cahaya

Besaran pokok yang memiliki satuan Candela (cd) ini memiliki pengertian besaran yang berfungsi untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut.

Sekian penjelasan dan contoh dari besaran pokok. Jika ada yang kurang jelas atau ingin ditanyakan, silahkan bertanya dengan mengisi komentar di bawah.