Keistimewaan dan Tata Cara Puasa Sunnah Idul Adha

 02 Sep 2019  Taufiq F

Keistimewaan dan Tata Cara Puasa Sunnah Idul Adha

Puasa dzulhijjah - Image from tirto.id

Ketika bulan dzulhijjah datang, ada beberapa sunah yang harus dilakukan oleh setiap umat islam. Salah satu sunah yang harus dilakukan adalah puasa menjelang idul adha.

Adapun umat islam yang hanya boleh menjalankan puasa sebelum idul adha adalah umat muslim yang sedang tidak menjalankan ibadah haji.

Masih banyak yang bertanya puasa sunah idul adha berapa hari? Puasa haji berapa hari? Puasa sebelum idul adha berapa hari? puasa idul adha kapan? Puasa lebaran haji berapa hari? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan itu.

Untuk itu pada kesempatan kali ini wajib baca akan menjawab semua pertanyaan anda dan akan menjelaskan beberapa tata cara melakukan sunnah puasa sebelum hari raya idul adha atau puasa di bulan idul adha dan keistimewaan puasa sunnah idul adha berikut ini.

Kapan Puasa Idul Adha?

Puasa sebelum lebaran haji dianjurkan dilaksanakan selama 10 hari menjelang hari raya idul adha. Untuk puasa sebelum hari idul adha ada bermacam-macam, mulai puasa sunat idul adha dari tanggal 1-7 dzulhijjah, dan dua nama puasa sebelum idul adha yaitu tarwiyah dan arafah.

Puasa lebaran haji menjadi sunnah amalan 10 hari sebelum idul adha yang dianjurkan untuk ditunaikan dan barang siapa yang menjalankannya akan mendapatkan keistimewaan dari puasa menyambut idul adha ini. 

Amalan sunah puasa idul adha 2 hari disebut juga puasa tarwiyah dan puasa arafah.

Berdasarkan hadis shahih dari Siti Hafshah r.a. ia berkata, "Ada empat macam yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu Puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari (di bulan Dzulhijjah), puasa 3 hari pada setiap bulan, dan salat dua rakaat sebelum salat subuh.”

Baca Juga:
1. Kumpulan Kata Kata Ucapan Selamat Idul Adha

2. Ucapan Hari Raya Idul Adha Bahasa Indonesia dan Inggris
3. Susunan Acara: Pernikahan, Lamaran, Ulang Tahun, Perpisahan dan Rapat

Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa dalam rentang sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan dengan perubahan kehidupan manusia selanjutnya.

Tata Cara Puasa Idul Adha

Tata cara puasa zulhijah dan doa puasa bulan haji sama seperti melaksanakan puasa pada umumnya, langsung saja simak cara puasa idhul adha berikut ini,

1. Membaca niat puasa sunnah sebelum idul adha

Sebelum melakukan atau menjalankan puasa, syarat sahnya adalah dengan membaca niat puasa sunah idul adha terlebih dahulu.

Niat puasa arafah idul adha sebaiknya dilakukan pada malam hari, sebelum terbit fajar. Namun jika terlupa membaca niat puasa 1 hari sebelum idul adha ini maka diperbolehkan melafalkan bacaan niat puasa arafah di pagi harinya setelah terbit fajar, dan asalkan belum memakan apapun atau melakukan hal yang membatalkan puasa, mengapa dibolehkan? Dikarenakan puasa ini sunah.

Hal tersebut didasarkan pada hadist bahwa Rasulullah pernah berpuasa sunah dengan niat di pagi hari, berikut hadistnya:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ. فَقُلْنَا لاَ. قَالَ فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ. ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا . فَأَكَلَ

Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu saya puasa.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantap makanan tersebut. (HR. Muslim).

2. Makan sahur untuk puasa di idul adha

Hal ini sangat penting karena sebagai pengganti daya tubuh yang nantinya terserap karena puasa.

Maka jangan lupa untuk makan sahur, karena ini juga merupakan salah satu sunah puasa. Jika dilakukan, maka akan mendapat keberkahan dan pahala.

Namun jika tidak dikerjakan, puasanya juga tetap sah.

3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa

Bila sudah niat puasa arafah 9 dzulhijjah maka saat menunaikan ini alangkah baiknya untuk terus menjaga diri dari hal-hal yang bersifat membatalkan puasa.

Jika kita niat puasa 3 hari sebelum idul adha dan niat puasa 9 zulhijah sebaiknya tidak mencoba makan, minum, berhubungan dengan suami atau istri dan masih banyak lain sebagainya.

Menghindari hal yang bisa membatalkan puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau memasuki waktu maghrib.

4. Berbuka puasa setelah puasa 1 hari sebelum idul adha

Sama saja seperti puasa wajib, saat memasuki berbuka, yakni ketika matahari terbenam dan memasuki sholat magrib, segeralah berbuka puasa.

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah puasa.

Keistimewaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha

Niat puasa sunah tarwiyah dan arafah atau niat puasa tanggal 8 dan 9 dzulhijjah memiliki banyak keistimewaan.

Diantaranya Allah akan mengampuni dosa tahun lalu dan dijaga untuk tidak melakukan dosa atau maksiat di tahun yang akan datang.

"Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, 'Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang'.” (HR Imam Muslim).

Berdasarkan pendapat jumhur ulama, niat puasa bulan dzulhijjah dan niat puasa hari raya idul adha mempunyai keutamaan bahwa dosa-dosa akan dihapus bila menjalankan niat puasa zulhijjah.

Melaksanakan niat puasa haji hari pertama juga dapat melipat gandakan pahala kita.

Demikianlah penjelasan niat puasa sebelum lebaran haji dan niat puasa idul fitri. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang niat puasa arafah dan artinya.