Bacaan Dzikir dan Doa Selesai Sholat Subuh Seperti yang Diajarkan Rasulullah

 06 Jul 2018  duwi Pebrianti
Bacaan Dzikir dan Doa Selesai Sholat Subuh Seperti yang Diajarkan Rasulullah

Doa selesai sholat - image © wajibbaca.com

Khusus setelah selesai shalat Shubuh, disunnahkan membaca dzikir terlebih dahulu kemudian membaca doa selesai sholat subuh.

Doa Selesai Sholat Subuh Sesuai Sunnah Nabi Doa Selesai Sholat Wajib. Dahulu, jika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selesai salam shalat Shubuh, dan sholat fardhu lainnya Nabi selalu melakukan dzikir dan membaca doa selesai sholat fardhu terlebih dahulu, karena dengan membaca dzikir kita bisa merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Dzikir juga termasuk salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah, kemudian setelah itu dilanjutkan dengan doa selesai sholat subuh  untuk meminta sesuatu kepada Allah, karena hanya Allah lah yang bisa mengabulkan setiap keinginan kita.

Setelah selesai sholat, hendaknya membaca wirid atau bacaan dzikir setelah sholat dan Doa Setelah Sholat sesuai yang diajarkan oleh para ulama’ salafus shalih.

Bacaan Dzikir dan Doa Selesai Sholat Subuh Seperti yang Diajarkan Rasulullah

Berikut bacaan dzikir dan doa selesai sholat subuh sesuai sunnah Nabi Muhammad, amalkanlah bacaan doa selesai sholat subuh ini ketika kita selesai mengerjakan sholat subuh.

Baca Juga: 

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Sesuai Sunnah

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).

Baca Juga: 

Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Shalat (fardhu).

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 10× بعد صلاة المغرب والصبح

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir .

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam shalat Shubuh).

Semoga dzikir yang sederhana ini bisa rutin kita amalkan setelah shalat sehingga Allah berkahi aktivitas harian kita.

Wallahu waliyyut taufiq. Walhamdulillah, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

Bacaan Dzikir dan Doa Selesai Sholat Subuh Seperti yang Diajarkan Rasulullah

wallpaperkeren.co

Baca Juga:

Dalil Dzikir Sesudah Sholat Wajib

Rasulullah setelah mengerjakan sholat fardhu tidak langsung berdiri dan beranjak pergi meninggalkan masjid.

Setelah mengerjakan sholat fardhu, beliau melakukan sholat sunnah rawatib dan memanjatkan doa setelah sholat wajib.

Tindakan Rasulullah ini tersirat dalam hadist Bukhari-Muslim yang di kemukakan oleh Ibnu Abbas Ra.

أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – . وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ

Artinya :

“Mengeraskan suara pada dzikir setelah sholat wajib sudah ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Ibnu Abbas berkata, “Aku mengetahui bahwa sholat telah selesai dengan mendengar hal itu, yaitu jika aku mendengarnya.” (HR. Bukhari Muslim).

Berdzikir setelah sholat wajib sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Bahkan Rasulullah mengeraskan suara dzikirnya sesuai dengan hadist berikut.

ورفع الصوت بالتكبير إثر كل صلاة حسن

Artinya :

“Mengeraskan suara dengan bertakbir pada dzikir sesudah sholat adalah suatu amalan yang baik.” (Al Muhalla).

Mengeraskan dzikir setelah sholat wajib dilakukan oleh imam yang memimpin sholat berjamaah. Hal ini agar para makmumnya bisa mengikutinya dan melakukan doa setelah sholat wajib secara bersama-sama.

Bacaan Doa Selesai Sholat Subuh

Diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi Muhammad SAW selalu membaca doa selesai sholat shubuh dengan bacaan:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَرِزْقًا طَيِّبًا

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’a, wa ‘amalan mutaqabbala, wa rizqan thayyiban

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rizki yang baik.” (HR: Ibnu Majah)

Inilah Amalan Doa Setelah Sholat Subuh :

Itulah Bacaan Dzikir dan Bacaan Doa Selesai Sholat Subuh Sesuai Sunnah Rasulullah. Semoga kita bisa mengamalkan doa selesai sholat subuh ini, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda.