23 Ciri-Ciri Hamil 1 Minggu yang Harus Anda Ketahui

Penulis duwi Pebrianti | Ditayangkan 05 Jul 2018



dedaunan.com

Bagi pasangan yang baru menikah cek kehamilan menjadi aktivitas yang wajib mereka lakukan.

Biasanya, ciri-ciri hamil akan tampak setelah 1 minggu sesudah berhubungan badan.

Namun ciri-ciri hamil 1 minggu setelah berhubungan sangat sulit dideteksi.

Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir. 

Bagi Anda yang tengah menjalani program hamil, bisa berkonsultasi dan bertanya langsung kepada dokter Anda. 

Namun sebagian orang ada yang tidak mengikuti program hamil akan sedikit sulit untuk mengetahui ciri ciri hamil 1 minggu ini.

Tak heran jika banyak yang ingin mengetahui secepatnya yaitu dengan berusaha memperhatikan gejala apa yang timbul pada tubuh mereka. 

Gejala awal kehamilan kadang tampak samar, karena biasanya gejala awal kehamilan akan tampak setelah kita menyadari telat menstruasi.

Ada banyak sekali Ciri-Ciri Hamil Muda yang sering kali dialami oleh banyak wanita yang dicurigai tengah hamil muda. 

Biasanya ciri-ciri ini akan muncul pada fisiknya yang sedikit berubah, misal sedikit terlihat gemuk.

Mengetahui ciri-ciri awal kehamilan merupakan hal yang sangat tepat untuk mendukung kesehatan janin dan menghindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Beberapa ciri ciri hamil 1 minggu tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

10 Ciri Ciri Hamil 1 Minggu

1. Rasa lelah dan kantuk yang tak biasa

Di awal kehamilan, banyak calon ibu yang merasa lelah dan kantuk luar biasa dan dalam intensitas yang sangat tinggi. 

Hal ini wajar-wajar saja terjadi. 

Karena perubahan hormonal dan meningkatnya kinerja beberapa organ vital semisal paru-paru, ginjal, jantung dan lain-lain seiring ‘meningkatnya’ kebutuhan.

Adanya janin dalam kandungan mengharuskan organ-organ tersebut bekerja ekstra.

Sehingga akibatnya, tubuh mudah lelah dan ngantuk. 

Rasa lelah dan kantuk yang demikian akan semakin sering mendera seiring usia kehamilan yang semakin bertambah dan beban janin yang semakin berat.

2. Sakit kepala

Ketika terjadi kehamilan maka sebenarnya tubuh ibu memiliki hormon progesteron yang sangat tinggi. 

Semua perubahan hormon ini bisa menyebabkan tubuh ibu memiliki pembuluh darah yang lebih besar.

Dampaknya maka aliran darah dalam tubuh juga menjadi lebih cepat sehingga bisa membuat tekanan darah turun. 

Ketika tekanan darah turun dalam waktu yang lebih cepat maka ibu bisa pusing atau sakit kepala yang buruk. 

Sementara pertumbuhan janin dalam rahim juga membutuhkan aliran darah yang memberikan nutrisi dan oksigen. 

Untuk mengatasi masalah ini maka ibu bisa melakukan perubahan gerakan secara perlahan.

Tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang bisa menurunkan tekanan darah dan berusaha untuk bergerak dengan aktif tapi pelan.

3. Pingsan

Sakit kepala yang berat pada ibu hamil juga bisa menyebabkan ibu mengalami pingsan. 

Pada umumnya pingsan bisa terjadi karena akumulasi dari berbagai hal yang tidak nyaman. 

Misalnya seperti ketika tubuh ibu hamil sangat lemah, tidak bisa makan dengan baik, sakit kepala, tekanan darah yang rendah dan muntah.

Dalam waktu yang cepat maka semua gejala ini bisa menyebabkan ibu hamil pingsan. 

Untuk mengatasi semua kondisi ini maka ibu bisa mencoba untuk mengkonsumsi air mineral yang cukup agar tubuh tidak terlalu lemah.

4. Intensitas buang air kecil yang tinggi dan sembelit

Intensitas buang air kecil yang meninggi disebabkan oleh semakin lancarnya peredaran darah. 

Karena keberadaan janin secara otomatis menekan kandung kemih sehingga seorang ibu hamil akan lebih sering buang air kecil.

Gejala ini juga disebabkan oleh perubahan hormonal sehingga jangan menahan kencing meskipun bolak-balik kamar mandi mungkin akan melelahkan Anda. 

Selain itu, pastikan asupan cairan Anda cukup karena semakin banyak cairan yang keluar, semakin tinggi pula kebutuhan cairan yang harus dikonsumsi. 

Sementara itu, sembelit yang sering tampak pada usia kehamilan muda juga disebabkan terjadinya peningkatan hormon dan mengendurnya otot rahim.

Baca JugaCiri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki, Tapi ini Fakta atau Mitos ya..?

5. Perut kembung

Pembuahan yang telah terjadi dalam rahim bisa menyebabkan ibu mengalami perut kembung. 

Proses ini bisa terjadi karena peningkatan hormon dan juga pertumbuhan janin dalam rahim.

Perut kembung sering membuat perasaan perut ibu menjadi lebih penuh. 

Adanya gas yang menumpuk pada perut dan tidak nyaman. 

Jika sudah seperti ini maka ibu bisa menjaga makanan dan minuman yang masuk dan mengurangi semua jenis makanan yang sensitif.

6. Sulit untuk buang air besar

Beberapa ibu hamil yang baru masuk ke trimester pertama juga bisa mengalami masalah sembelit. 

Sembelit ini bisa terjadi karena tubuh mengalami kenaikan hormon kehamilan yang sangat tinggi.

Hormon progesteron dan estrogen bisa menyebabkan dampak yang tidak menyenangkan untuk usus besar termasuk usus besar yang lebih lama untuk berproses. 

Kemudian ketika janin sudah semakin besar maka tekanan bisa membuat ibu akan lebih sering sembelit. 

Untuk mengatasinya maka ibu bisa mencoba mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi sehingga tidak sulit untuk buang air besar.

7. Mual atau muntah

Gejala ini bisa dibilang sebagai tanda yang paling sering ditemukan dalam berbagai kasus kehamilan. 

Penyebabnya juga terkait dengan peningkatan hormon yang terjadi dalam darah dan saluran kencing.

Efek dari peningkatan hormon ini adalah munculnya efek pedih di bagian perut sehingga menimbulkan rasa mual dan terkadang muntah.

Meski mengganggu, tanda ini biasanya akan perlahan menghilang pada trisemester kedua.

8. Ingin makan berlebihan

Beberapa ibu yang baru hamil juga bisa memiliki keinginan makan secara berlebihan. 

Ketika ibu hamil maka ibu membutuhkan kalori yang lebih tinggi.

Namun pada tahap awal biasanya akan membuat ibu ingin mengkonsumsi makanan yang aneh termasuk keinginan seperti ngidam.

Selama makanan yang dikonsumsi aman maka itu tidak apa-apa diberikan pada ibu hamil. 

Tapi jenis makanan yang tidak aman sebaiknya memang tidak diberikan untuk ibu hamil.

9. Suhu tubuh naik

Ketika terjadi pembuahan maka juga bisa meningkatkan suhu basal tubuh. 

Suhu tubuh ibu bisa naik dalam waktu antara satu sampai dua minggu setelah terjadi pembuahan. 

Ini termasuk salah satu kondisi yang sangat normal sehingga ibu tidak perlu panik.

Biasanya ketika usia kehamilan sudah lebih dari dua minggu maka suhu tubuh akan kembali normal. 

Untuk mengatasi kondisi ini maka ibu tidak perlu melakukan apa-apa karena perubahan suhu sebagai respon alami kehamilan.

10. Bercak darah

Bercak darah terjadi akibat proses implantasi, yakni ketike embrio menempel pada dinding rahim ibu. 

Bercak darah tanda kehamilan umumnya sangat sedikit dan berbeda dari darah haid/menstruasi sehingga dapat dengan sangat mudah dibedakan. 

Biasanya, gejala ini terjadi pada hari ketujuh hingga kesepuluh ovulasi dan menjadi tanda satu minggu kehamilan.

11. Kram perut bawah

Selain menyebabkan bercak darah, implantasi juga akan menyebabkan kram perut bagian bawah sebagai akibat dari menegangnya otot dan syaraf perut karena proses tersebut. 

Gejala yang datang dan pergi ini biasanya akan terus berlangsung sampai trisemester kedua hingga posisi uterus berada di tengah atau telah berhasil disangga oleh pinggul sang ibu.

12. Pembengkakan payudara

Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron akan membuat payudara membesar dan membengkak. 

Selain itu, payudara akan menjadi lebih peka terhadap rasa sakit atau nyeri akibat sentuhan dan kerap merasa gatal. 

Bagian di sekitar payudara juga akan menjadi lebih lembut dari biasanya.

13. Lingkaran hitam pada puting payudara

Kemudian ciri-ciri kehamilan lain setelah satu minggu adalah adanya lingkaran hitam pada bagian puting payudara. 

Lingkaran yang gelap ini merupakan sebuah tanda yang sangat alami dan menjadi persiapan tubuh ibu untuk bisa menyusui dengan baik.

Biasanya ketika semua gejala ini sudah muncul maka biasanya ukuran payudara juga sudah mulai membesar dan terlihat lebih lembut.

Untuk mengatasi ini maka ibu tidak perlu melakukan apa-apa. 

Jika bagian payudara merasa tidak nyaman maka gunakan bra yang lebih nyaman agar tidak terlalu sakit atau terlalu ketat.

14. Tidak bisa makan 

Ketika tubuh memiliki kandungan progesteron yang sangat tinggi maka sebenarnya tubuh bisa memberi reaksi yang tidak nyaman. 

Salah satunya adalah ibu tidak bisa makan dengan baik.

Ada banyak yang menyebabkan makanan tidak bisa masuk dengan baik termasuk sembelit, mual, gangguan pencernaan dan juga perasaan perut yang sangat kosong. 

Jika sudah seperti ini maka bisa menyebabkan ibu tidak bisa makan. 

Indikasi medis akibat HCG yang sangat tinggi juga bisa memberikan dampak yang sama. 

Untuk mengatasi masalah ini maka ibu perlu berkonsultasi dengan dokter yang merawat.

15. Pusing

Banyak ibu hamil yang mengalami gangguan pusing di usia-usia awal kehamilannya karena meningkatnya pasokan darah ke dalam tubuh.

Ini utamanya akan terjadi berbarengan dengan tanda-tanda hamil yang lain semisal mual dan muntah, lelah yang lebih sering mendera dan lain sebagainya. 

Selain itu, jika sang ibu memiliki penyakit anemia atau tekanan darah rendah, pusing pada masa-masa awal kehamilan cenderung akan cukup mengganggu.

16. Sering meludah

Sering meludah adalah tanda awal kehamilan yang disebabkan perubahan hormon estrogen. 

Gejala ini umumnya muncul pada trisemester pertama dan akan perlahan menghilang begitu memasuki trisemester kedua.

17. Perasaan yang tidak menentu

Ciri ciri hamil 1 minggu setelah berhubungan yang terakhir adalah perasaan yang tidak menentu. 

Pada usia kehamilan muda, tidak sedikit ibu hamil yang kewalahan mengatur emosinya.

Gejalanya mirip dengan PMS (Pre-Menstruation Syndrome).

Di mana seorang perempuan, tanpa sebab dan alasan yang jelas, tiba-tiba cemas, marah, khawatir dan perasaan-perasaan lain yang seringkali susah ditutupi dari orang lain.

Baca JugaCiri-ciri Fisik Wanita Hamil, Kadang Ada yang Perutnya Nggak Membesar.

18. Sakit pinggang

Sebagian ibu hamil akan merasakan sakit di pinggang bagian bawah, yang kemungkinan akan terus berlanjut selama masa kehamilan.

Ada pula ciri ciri orang hamil lainnya yang sering dikeluhkan, misalnya sering buang air kecil, lelah yang berlebihan, sensitif terhadap bau, dan adanya keinginan mengkonsumsi makanan tertentu.

Terkadang juga merasakan sembelit dan kembung, hal ini dikarenakan sistem pencernaan pada ibu hamil melambat. 

Perubahan hormon saat hamil pun juga bisa memicu sakit kepala.

19. Tidak ada tanda akan menstruasi

Salah satu tanda kehamilan yang jelas adalah bahwa ibu tidak mengalami tanda akan menstruasi. 

Ini berbeda dengan menstruasi yang terlambat karena berbagai tanda memang akan muncul.

Kehamilan telah membuat proses pembuahan terjadi pada bagian rahim. 

Karena itu tidak ada sel-sel darah yang akan keluar menjadi menstruasi. 

Tapi tanda ini paling mudah diamati jika ibu memiliki siklus menstruasi yang teratur sementara jika tidak teratur maka cukup sulit untuk dilihat. 

Karena itu yang paling pasti tetap melakukan uji kehamilan.

20. Perasaan hamil

Salah satu tanda aneh dari kehamilan yang baru berumur satu minggu adalah adanya perasaan hamil. 

Perasaan hamil yang dialami oleh ibu sangat kuat sehingga terkadang juga mendorong berbagai tanda kehamilan lain yang aneh atau lebih kuat.

Ibu bisa merasa hamil dan mendapatkan perasaan tersebut karena ikatan janin yang sedang tumbuh dalam rahim. 

Namun tanda ini tidak bisa dipastikan karena ibu perlu mendapatkan pemeriksaan sehingga bisa dipastikan apakah hamil atau tidak.

21. Bau mulut atau rasa logam pada mulut

Karena perubahan hormon yang sangat cepat maka bagian mulut ibu juga merasa tidak nyaman. 

Hormon progesteron dan estrogen yang tinggi justru memicu rasa logam pada bagian mulut.

Ini juga yang terkadang membuat ibu selalu mual, mengeluarkan banyak air liur dan terkadang juga bisa membuat ibu hamil selalu muntah. 

Kondisi ini bisa berakhir setelah ibu masuk trimester kedua dan ada juga yang bertahan hingga trimester ketiga.

22. Hidung sangat peka terhadap bau

Tanda kehamilan yang lain adalah bahwa hidung ibu hamil menjadi sangat peka dan tidak bisa mencium bau yang tajam. 

Ketika ibu mencium aroma yang sangat tajam maka bisa menyebabkan ibu mual atau muntah.

Namun terkadang karena perubahan ini maka juga bisa menyebabkan tubuh ibu menjadi sangat sensitif ketika menerima makanan yang mengandung racun atau bau yang aneh. 

Indra penciuman bisa menjadi salah satu perisai agar tubuh ibu hamil hanya menerima makanan yang sehat saja.

23. Demam 

Demam saat hamil juga bisa muncul ketika kehamilan masuk ke minggu pertama. 

Kehamilan menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil. 

Respon tubuh mendeteksi ada perkembangan yang aneh dalam rahim. 

Demam bisa terjadi pada pagi dan malam hari, atau tergantung pada kondisi kesehatan umum ibu hamil. 

Ibu hamil dengan kekebalan tubuh yang lemah bisa mengalami demam yang sangat buruk dan mengira jika ini adalah sakit infeksi biasa.

Terkadang demam akan naik turun selama dua minggu kehamilan.

Beberapa di antara tanda kehamilan awal yang disebut di atas tentu cukup menggambarkan bagaimana gejala awal kehamilan pada seorang perempuan. 

Jika Anda mengalami salah satu di antaranya, pastikan Anda memberi perhatian lebih pada asupan nutrisi serta porsi istirahat Anda.

Namun demikian, tidak sedikit perempuan hamil yang tidak mengalami satupun tanda kehamilan akan tetapi sebenarnya tengah mengalami hamil muda. 

Karena itu, untuk hasil yang lebih akurat dan meyakinkan, utamanya jika telah mengalami telat haid/menstruasi, lakukan pemeriksaan mandiri menggunakan test pack atau segera kunjungi dokter atau bidan terdekat.

Itulah ciri ciri hamil 1 minggu, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda yang telah membaca artikel ini.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb