Cara Mudah Menangani Bayi yang Sering Bangun Tengah Malam, Apapun Penyebabnya
Penulis Unknown | Ditayangkan 12 Apr 2018foto via wajibbaca.com dari isnuansa.com
Yang punya bayi kecil pasti merasakan bagaimana ngantuk dan lelahnya ketika dibangunkan dengan tangisan anak di tengah malam....
Enak-enak tidur, tiba-tiba anak kita bangun tengah malam.
Tak sedikit lho orangtua yang merasa stres karena hal ini, sebenarnya ada kok cara yang mudah menangani hal ini...
Memang banyak orangtua baru yang merasa stres karena kurang tidur setelah memiliki bayi.
Mereka jadi kerap bangun malam akibat pola tidur bayi yang belum teratur.
Dan harus rela menidurkan kembali bayi yang bangun pada tengah malam.
Dan kenapa bayi sering bangun tengah malam? Berapa lama bayi sebenarnya tidur
Dokter anak Steven Dowshen dari Alfred I. du Pont Hospital for Children menjelaskan
Ada penyebabnya kenapa bayi baru lahir rata-rata terbangun di malam hari. Hal itu karena bayi baru lahir belum bisa membedakan antara siang dan malam.
Lambungnya yang kecil juga belum bisa menampung ASI atau susu formula cukup banyak untuk membuat mereka kenyang dalam jangka waktu lama.
Baca Juga : Untuk Bunda, 5 Cara "Ampuh" ini Bisa Digunakan Untuk Menidurkan Bayi yang Suka Rewel
Bayi baru lahir membutuhkan makanan setiap beberapa jam. Tidak peduli itu apakah siang atau malah hari, mereka pasti akan bangun dan menangis saat merasa lapar.
Berapa Lama Bayi Baru Lahir Tidur?
Bayi yang baru lahir tidur selama 16 jam setiap harinya (atau bahkan lebih). Bayi baru lahir punya fase tidur yang berbeda yaitu mengantuk, gerakan mata cepat (REM: Rapid Eye Movement), tidur ringan, tidur nyenyak dan tidur yang sangat nyenyak. Seiring pertumbuhannya, tahapan tidurnya itu pun akan meningkat.Memang awalnya orangtua baru bisa sangat stres menghadapi pola tidur bayi yang hanya bisa tidur nyenyak selama 3-4 jam ini. Sabar adalah kuncinya. Saat bayi semakin besar, dia akan beradaptasi dengan lingkungan di luar janin.
foto via seputarduniaanak.com
Bayi yang baru lahir juga harus diperhatikan kebutuhan makanannya. Cukup banyak dokter anak yang menyarankan pada para ibu agar tidak membiarkan bayi baru mereka tidur terlalu lama sehingga tidak disusui.
Baca Juga : Mau Agar Tetap Tertidur Lelap Tanpa Gangguan Tangisan Bayi? Coba 4 Trik Ampuh ini
Bagaimana Bayi Seharusnya Tidur?
Agar bayi terbiasa dengan waktu tidurnya, jadikanlah hal itu sebagai rutinitas. Namun perlu diingat, butuh waktu beberapa minggu untuk otak bayi bisa membedakan antara siang dan malam. Tidak ada trik khusus bagaimana agar proses itu bisa terjadi lebih cepat, kecuali Anda terus konsisten dengan rutinitas yang sudah diterapkan.Selain waktu tidur, yang juga perlu diperhatikan adalah situasi bayi ketika tidur. Ciptakan lingkungan yang aman untuk bayi. Jangan taruh benda yang bisa membuatnya sulit bernapas, seperti mainan, bantal atau selimut. Agar bayi tetap hangat, tanpa selimut, gunakan saja baju dan celana panjang.
foto via hellosehat.com
Posisi tidur bayi juga perlu diperhatikan. Tahun 1992 American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi agar tidur dengan posisi miring atau terlentang untuk mengurangi risiko kematian mendadak pada bayi (SIDS).
Baca Juga : Cara Cek Kesehatan Bayi dengan Mendeteksi Lewat Pola dan Warna BAB atau Fases
Membuat Bayi Baru Tidur di Malam Hari
Anda bisa membuat bayi baru terbiasa dengan situasi di luar janin pasca ia lahir dengan menghindari memberinya terlalu banyak stimulasi saat disusui atau diganti popoknya.
- Usahakan Anda tidur dengan lampu yang tidak terlalu terang.
Hal-hal yang Anda lakukan itu akan membuatnya berpikir kalau malam hari adalah waktunya tidur.
- Jangan ajak bayi bermain atau terlalu banyak bicara dengannya.
Bayi yang terlalu lelah di siang hari dapat membuatnya sulit tidur di waktu malam. Membuat bayi terus terjaga di siang hari agar dia bisa lelah dan tidur nyenyak di malam hari, justru malah tidak akan membuatnya tidur nyenyak.
Saat akan tidur, lakukan rutinitas yang memang dilakukan menjelang tidur seperti membacakannya buku atau menyanyi. Meskipun si kecil masih terlalu mudah untuk memahami kalau itu adalah sebuah rutinitas, setidaknya Anda sudah melakukan pola yang benar dan bermanfaat saat dia mulai besar.
Ketika bayi mulai rewel, tidak apa-apa Anda menggendong, memeluk dan bernyanyi untuk menenangkannya. Di bulan pertama kelahirnya, 'memanjakan' si kecil bukanlah suatu masalah. Malah penelitian menunjukkan bayi yang sering digendong risiko mengalami kolik dan rewel menurun.