Pria Pendek Alami Kebotakan Lebih Cepat! Benarkah Demikian?

 28 Mar 2017  Unknown
Pria Pendek Alami Kebotakan Lebih Cepat! Benarkah Demikian?

Bagi kebanyakan orang, rontoknya rambut adalah hal yang cukup ditakuti karena bisa jadi berkaitan dengan usia dan pola hidup seseorang. Di beberapa kasus, ternyata rambut rontok dan menjadikannya botak sangatlah cepat dialami oleh para pria. Mungkin terdengar biasa, namun tahukah bahwa pria yang mempunyai tubuh lebih pendek cenderung alami kebotakan lebih cepat?

Ternyata studi genetik internasional terbaru menemukan kaitan antara tinggi badan dan kecenderungan pria untuk mengalami kebotakan prematur. Intinya, jika Anda terhitung pendek, bersiaplah untuk mengalami kebotakan.

Baca juga : Tanpa Disadari, Area "Biasa" di Dapur Ini Menyimpan Ancaman Mengerikan!

Bukan hanya itu. Studi yang dilakukan oleh Institute of Human Genetics di University of Bonn, Jerman ini meneliti lebih dari 20.000 pria untuk menemukan bahwa kerontokan rambut prematur berhubungan dengan ciri-ciri fisik dan penyakit seperti pubertas dini, beragam kanker, warna kulit terang dan kepadatan tulang.

Penelitian sebelumnya menemukan kebotakan dini berhubungan penyakit jantung dan kanker prostat.

Kaitan dengan kanker prostat itu didukung oleh studi baru ini tetapi risiko penyakit jantung masih lebih kompleks. Gen-gen yang mengurangi risiko itu ditemukan bersamaan dengan gen yang meningkatkan risiko.

"Kami mampu mengidentifikasi 63 perubahan genome manusia yang meningkatkan risiko kerontokan rambut prematur," jelas Dr Stefanie Heilmann-Heimbach dalam rilis pers. Ahli genetika dari University of Bonn itu merupakan pemimpin penelitian ini.

"Beberapa perubahan-perubahan ini juga ditemukan dalam hubungan dengan ciri-ciri dan penyakit-penyakit lain," katanya.

Tetapi yang terjadi di sini hanya dimengerti dalam batas tertentu. Saat ini tantangan dimulai untuk menganalisa mekanisme molekuler yang lebih detil. Sebaliknya, jika mengalami kerontokan rambut, tak perlu khawatir.

Pria Pendek Alami Kebotakan Lebih Cepat! Benarkah Demikian?

Baca juga : Teh Pelangsing Bikin Tubuh Ramping, Benarkah Demikian?

"Risiko penyakit itu hanya meningkat sedikit," jelas Prof. Markus Nöthen, juga dari University of Bonn.

"Namun senang melihat bahwa kerontokan rambut sama sekali bukan karakteristik yang terisolasi, melainkan menunjukkan beragam hubungan dengan karakteristik-karakteristik lain," katanya.

Jelasnya yang terpenting adalah bagaimana seseorang melakukan pola hidup sehat dengan banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan zat penting untuk tubuh, serta menjaga olaharga dan istirahat yang cukup untuk hidup lebih sehat.