Potret Pilu, Bocah Jajahan ISIS yang Menjemput Maut Secara Perlahan-lahan

Penulis Unknown | Ditayangkan 12 Mar 2017

Seorang ibu harus makan hati melihat kedua buah hatinya menjemput maut secara perlahan-lahan.  Kedua anaknya tersebut tampak begitu kurus, karena sudah lama tidak makan sejak kota mereka, Mosul dikuasai oleh ISIS.

Potret Pilu, Bocah Jajahan ISIS yang Menjemput Maut Secara Perlahan-lahan

BACA JUGA: Usai Datangi Indonesia, Ini "Tour" Raja Salman Selanjutnya

Dikutip dari liputan6, kedua anak yang tampak seolah hanya berbalutkan tulang dan kulit itu diungsikan ke kamp pengungsi Hasansham, dekat Mosul. Bahkan, sepertinya pengobatan yang diberikan UNICEF di kamp tersebut percuma saja.

"Ini sangat sulit bagi saya, untuk suami saya, untuk mereka. Saya dapat melihat mereka tinggal menjemput maut. Aku tidak percaya mereka bisa bertahan hidup," tutur si ibu putus asa pada Anna Foster, reporter BBC Radio 5 seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (30/11).

Salah satu anak berusia dua tahun sementara saudaranya berusia sembilan tahun. Walau begitu, karena begit kurus, keduanya tampak seperti di bawah umur. Badan kurusnya tersebut terlihat begitu jelas. Rusuk dan lutur mereka menonjol, serta kaki mereka begitu kurus.

Sang ibu yang tidak diidentifikasi untuk keselamatannya mengatakan telah memohon pada para pemimpin ISIS untuk membiarkan dia membawa anak-anaknya keluar dari kota sebelumnya tapi ditolak. Diduga, ia akhirnya berhasil kabur setelah ISIS kehilangan kendali di distrik tempat mereka tinggal. Meski telah selamat berada di tempat pengungsian, ia mengeluhkan segala kekurangan di kamp tersebut.

"Saya sudah di sini selama empat hari tapi kami belum menerima makanan atau pakaian. Anak-anak saya sampai terpaksa mengenakan daster." Sekitar 47.000 orang telah tiba di kamp, mengungsi karena pertempuran sengit antara pasukan khusus Irak dan ISIS. Jumlah tersebut naik sebesar 3.000 tiap hari dan pendatang baru selalu mengantre untuk mengumpulkan makanan, sabun, dan pasta gigi.

SHARE ARTIKEL