Muslimah, Inilah Perjuangan Seorang Suami Yang Sering Kamu Anggap Perjuangan Yang Biasa

 27 Mar 2017  Cang Karna
Muslimah, Inilah Perjuangan Seorang Suami Yang Sering Kamu Anggap Perjuangan Yang Biasa

Sahabat, karena terlalu seringnya mendapat kebaikan dari suami, kadang hati kita tak lagi peka. Kita hanya sensitif pada hal-hal yang kurang dan memancing keluhan. Padahal begitu banyak pengorbanan yang suami lakukan untuk istri dan anak yang dicintainya.

Berikut ini beberapa pengorbanan suami yang sering dianggap biasa-biasa saja oleh istri:

1. Bekerja mencari uang nafkah

Ada yang pergi pagi pulang petang setiap hari, terkadang di akhir pekan pun masih ambil lemburan, demi mendapatkan uang untuk menafkahi anak-istri.

Ada juga yang terus-terusan pergi dinas ke luar kota selama berhari-hari, jauh dari keluarga, menahan rindu dan juga membiarkan badan sakit tergerogoti kelelahan, demi menafkahi orang-orang tercinta di rumah.

Mengapa istri menganggap hal ini biasa saja? Meski menafkahi memang sudah kewajiban suami, namun berilah apresiasi dan ungkapan terimakasih yang layak atas pengorbanan suami ini.

BACA JUGA : Beberapa Trik Humor Yang Bisa Dilakukan Istri Kepada Sang Suami Untuk Menambah Keharnomisan

Beri senyuman tiap suami pulang, ungkapan rindu via sms tiap kali berjauhan, pijatan yang menenangkan di akhir pekan. In syaa Allah akan membuat suami makin bersemangat.

2. Menerima berbagai persoalan dan konflik di tempat kerja

Jangankan di tempat kerja, kita saja kalau berkumpul arisan dengan ibu-ibu RT masih sering berkonflik ini-itu. Apalagi di kantor yang penuh dengan persaingan, intrik, dan beban amanah.

Suami tiap harinya harus berhadapan dengan komplain klien, mungkin juga makian bos, sikutan rekan kerja, dan setumpuk masalah yang harus dibenahinya.

Akan tetapi begitu sampai rumah, masih harus menerima komplain dan keluhan dari istri dan anak tercinta yang merasa kurang diperhatikan. Sudah pasti begitu besar tekanan yang dihadapi suami.

Alangkah baiknya jika istri menyadari resiko pekerjaan suami dan mau menjadi tempat berlabuh di kala suami lelah. Jangan bebani suami dengan tuntutan yang memberatkan, melainkan beri motivasi agar suami selalu ikhlas dan menjadi lebih baik performanya di tempat kerja.

3. Menerima ketika istri menolak melayani kebutuhan biologisnya

Pernah menolak keinginan suami untuk berhubungan? Entah karena sedang kelelahan, sakit, atau datang bulan? Jika suami bisa menerimanya dan bersabar, ketahuilah bahwa itu adalah pengorbanan yang amat besar dan mungkin bisa mengganggu kestabilan psikologis dan fisiknya.

Sebagai istri sebaiknya meminimalisir penolakan terhadap keinginan suami mengenai hal ini, selain untuk memperoleh ridho Allah dan menjauhi laknat para malaikat, memenuhi hajat suami juga dapat meningkatkan kesehatan, kestabilan mental dan performa kerjanya.

4. Menjadi penengah antara istri dan ibunya

Terutama bagi istri yang punya konflik dengan mertua, sadarilah bahwa yang paling kebingungan menengahi adalah suami kita! Dia menjadi serba salah antara memenangkan istri atau ibunya, dan tentu saja suami banyak berkorban perasaan untuk hal ini.

Maka, jika bisa diredam sendiri, tak perlu menyeret suami untuk menengahi konflik dengan mertua, lebih baik lagi jika istri bisa bersahabat dengan mertua!

Demikianlah beberapa hal yang perlu disadari istri agar lebih menghargai pengorbanan suami. Semoga bermanfaat menumbuhkan ketentraman dalam rumah tangga.

KOMENTAR