Dianggap Malu-maluin Malaysia, "Dukun Teropong" Bakal Ditangap Polisi

 20 Mar 2017  Unknown
Pernyataan mengenai dukun Malaysia, Ibrahim Matzin rupanya dianggap serius oleh kepolisian mereka. Bahkan pria yang menganggap dirinya Raja Bomoh Sedunia itu bakal dijebloskan ke Penjara gara-gara bikin malu. "Ibrahim akan dipanggil untuk memberikan pernyataan setelah polisi mendapat laporan atas dirinya," ujar Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Irjen Pol Tan Sri Khalid Abu Bakar.

Dianggap Malu-maluin Malaysia,

BACA JUGA: Kasihan! Jualan Gak Laku, Bocah SD Ini Sampai Ketidur

Diutip dari merdea, pemanggilan itu dilaukan berdasarkan pasal 111 KUHAP dan akan memburunya jika tida memenuhinya. Aksi dukkun itu juga menjadi taju utama di media atas ritual nyeleneh yang disebut-sebut sebagai melindungi Malaysia dari Korea Utara, setelah terbunuhnya Kim Jong Nam disana. "Aksinya telah membuat malu negara dan bertentangan dengan ajaran Islam," lanjut Khalid.

Ibrahim sendiri pertama kali muncul sejak melakukan ritual serupa setelah pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 dinyatakan hilang. Tindakannya itu langsung difatwakan haram karena menggelar ritual animisme hingga dicari polisi.

Sebelumnya, seorang raja dukun justru mengaku berhasil menyelamatkan negara itu dari serangan nuklir Korea Utara. Pria bernama Ibrahim Mat Zin ini mengaku sudah melindungi negaranya selama tujuh dekade, jauh sebelum kemerdekaan Malaysia.

"Saya tidak butuh uang. Saya berdoa untuk memagari Malaysia," aku lelaki yang kini berusia 86 tahun itu dalam wawancaranya dengan The Sunday Times.

Namanya menjadi dikenal banyak orang ketika melakukan ritual nyeleneh saat hilangnya pesawat Malaysia Airline pada Maret 2014 lalu. Saat mencari jejak pesawat dengan nomor penerbangan MH370 itu, dia memakai teleskop yang terbuat dari bambu dan mengayunkan kelapa di sekelilingnya.

"Kita tidak punya senjata modern seperti Korea (Utara). Jika kita sampai perang bersenjata, kita akan kalah. Tapi kita menggunakan metode kuno untuk memagari udara, bumi dan air, sehingga rudal itu akan gagal dan tidak mencapai Malaysia," jelasnya.