Demi Nikahi Gadis Medan, Bule Tampan Rela Jadi Muallaf. Ini Kisahnya..

 21 Mar 2017  Unknown
Seorang bule ganteng asal Belanda, kepincut dengan seorang gadis berhijab asal Medan. Pasangan yang sedang viral di medsos ini ternyata selain beda negara, juga beda agama. Tapi siapa sanga jika mereka bisa menjadi sebuah pasangan yang serasi.

Demi Nikahi Gadis Medan, Bule Tampan Rela Jadi Muallaf. Ini Kisahnya..

BACA JUGA: Hidangan yang Mengerikan Bagi Para Penghuni Neraka Jahanam

Dikutip dari tribunnews, pria bernama Michael itu memang dianggap aneh dan ‘kepo’ oleh sebagian orang saat jalan bersama Adin, pasangannya. Jadi ini kisahnya.

Pada 2015 saya melakukan perjalanan ke Asia Tenggara Saat itu saya berpikir betapa beruntungnya saya jika dapat merasakan pengalaman suasana Ramadan bersama keluarga Muslim lokal

Setelah melakukan pencarian di situs media sosial, saya melihat Adin dan mengirim pesan kepadanya.

Cukup mengejutkan, Adin dengan cepat membalas pesan saya.

Dia bahkan mengundang saya untuk tinggal bersama keluarganya di #Medan selama tiga hari di bulan Ramadan. Sampai di sana, saya bahkan tidak hanya tinggal selama tiga hari, tapi menetap selama tiga minggu.

Dan pada saat itu mulailah segalanya. Dia dari Indonesia dan saya dari Belanda. Kami tumbuh di tempat yang berbeda budaya, tapi bukan berarti kami menghadapi masalah budaya dalam pernikahan kami.

Saya mencintainya karena Adin juga sayang saya.

Bangsa kami, warna kulit putih, dan tempat di mana kami tumbuh tidak memandang masalah budaya.

Justru perbedaan itu mendatangkan keuntungan untuk kami.

Kami bisa punya banyak hal untuk bertukar pendapat dan saling belajar.

Selama saya berkelana ke berbagai negara, saya tidak pernah bermalam di hotel atau hostel.

Saya selalu tinggal bersama keluarga lokal.

Saya sangat bersyukur saya dapat pengalaman dan kesempatan yang unik untuk hidup bersama keluarga lokal di 60 negara.

Kebanyakan keluarga angkat saya di Indonesia dan Malaysia adalah keluarga Muslim.

Mereka tidak pernah bertanya kepada saya soal pindah agama.

Tetapi mereka menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Itu malah membuat saya ingin lebih banyak tahu dan belajar tentang Islam.

Karena itu saya buat keputusan untuk mengambil kelas agama Islam di masjid lokal (Kuala Lumpur dan Jakarta).

Meskipun saya menghadiri kelas tersebut, saya masih tidak ada niat untuk berhijrah.

Guru saya sangat memahami itu dan niatnya hanya ingin menunjukkan lebih tentang Islam.

Setelah beberapa minggu melakukan diskusi, belajar membaca Alquran dan salat, saya sadar hijrah ke Islam adalah satu keputusan yang tepat dalam hidup saya.

Demi Nikahi Gadis Medan, Bule Tampan Rela Jadi Muallaf. Ini Kisahnya..

Masya Allah, selain cinta, agama juga sudah menyatukan mereka berdua. Langgeng terus ya..

KOMENTAR