Belum Bayar Biaya Sekolah, Lihat yang Dilakukan Guru Kepada Gadis Malang Ini

Penulis Unknown | Ditayangkan 25 Jan 2017

Seorang gadis 6 tahun yang tinggal di Kota Gyanoday, Vidyamandir, India, merasa takut untuk bersekolah. Ketakutannya itu bukan tanpa alasan, melainkan tindakan gurunya yang kejam terhadapnya.

Belum Bayar Biaya Sekolah, Lihat yang Dilakukan Guru Kepada Gadis Malang Ini

BACA JUGA: Kamu Pria dan Kamu Merasa Malas Melakukan Suatu Hal? Berbanggalah! Karena Ini DIa Faktanya

Dikutip dari tribunnews, guru gadis itu menjambak rambutnya karena belum melunasi biaya sekolah sekitar 4 ribu rupee atau sekitar 700 ribu rupiah. Peristiwa ini terjadi pada senin (16/1).

Akibatnya, bocah kelas 2 SD ini mengalami keotakan di kepalanya dan setelah itu ia enggan datang ke sekolah lagi. Ia menceritakan pengalamanya itu pada ayahnya. Tak terima, sang ayah, Akhliesh Gupta langsung mendatangi sekolah dan memberitahukan insiden yang menimpa putrinya.

Ia juga menuntut tindakan tegas terhadap guru yang menjambak anaknya. "Putri saya, Prachi, menangis saat disuruh pergi ke sekolah. Saya terkejut ketika dia mengatakan kepada saya apa yang terjadi," ungkapnya.

Belum Bayar Biaya Sekolah, Lihat yang Dilakukan Guru Kepada Gadis Malang Ini

Ayah dari bocah ini juga akan mengambil tindakan serius terkait permasalahan ini. "Aku bisa melihat putri saya gemetar ketakutan ketika guru, Rekha Nair, memasuki kabin kepala sekolah. Putri saya masih tidak bisa melupakan kejadian itu dan tidak pergi ke sekolah sampai hari ini," katanya.

Pihak sekolah akan mengambil tindakan tegas soal insiden ini. "Kami selalu memberi arahan guru-guru supaya tidak memukul siswa sebagai hukuman, dan hukuman fisik adalah melawan hukum," kata RN Tiwari, sekretaris sekolah.

"Guru telah ditangguhkan selama seminggu. Kami telah meminta dia untuk memberi tanggapannya secara tertulis. Jika tanggapannya tidak dapat diterima, kami akan menghentikan posisinya di sekolah."

Akhilesh juga sempat melporkannya kepada pihak polisi, namun mereka tidak memberi tanggapan karena menganggap jika masalh itu harus diselesaikan di internal sekolah.

SHARE ARTIKEL