Menteri Jonan Tak Percaya Macet Di Brexit Sebabkan Kematian

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 07 Jul 2016

Menteri Jonan Tak Percaya Macet Di Brexit Sebabkan Kematian
Ignatius Jonan
Kemacetan memang salah satu masalah yang menjadi momok di ibukota, karena itu pemerintah serius tangani hal ini. Berbeda saat lebaran tiba, warga ibukota banyak yang bersilahturahmi ke sanak saudara di desa. Hal itu menyebabkan kemacetan dibeberapa jalur. Terutama yang terparah adalah di pintu tol Brebes Timur atau sering disebut Brexit.

Menteri Perhubungan Ignatius Jonan tak percaya jika ada pemudik yang meninggal karena terjebak macet di Brebes, Jawa Tengah. Menurut dia, terjebak macet tidak bisa membuat seseorang kehilangan nyawanya.

"Orang meninggal bisa dengan cara macam-macam. Kalau ada yang mengutip ada yang meninggal karena macet, kok saya baru tahu ini seumur hidup saya," kata Jonan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7/2016).

Jonan yakin orang yang meninggal saat perjalanan mudik sudah mengidap penyakit sebelumnya.

Baca Juga : Innalillahi Wainalilahi Rojiun, 12 Orang Meninggal Dunia Akibat Macet Parah di Brebes

"Kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira enggak akan meninggal. Masa kemacetan bisa menimbulkan orang meninggal," tegas dia.

Jonan menuturkan kecelakaan merupakan faktor yang masuk akal membuat seseorang meninggal dunia, bukan macet. Secara logika, lanjut dia, berpuasa 12 jam saja manusia bisa bertahan hidup.

"Ada yang bilang macet 12 jam dehidrasi. Kalau puasa berapa jam? Lebih saya kira 12 jam, buktinya tidak apa-apa juga. Ini kan cuma duduk-duduk saja. Menurut saya ini sudah mengidap penyakit sebelumnya atau apa," Jonan menandaskan.

Seorang pemudik meninggal dunia karena diduga kelelahan setelah terjebak dalam kemacetan parah arus mudik Lebaran 2016 di pintu Tol Brebes Timur Exit.

"Kami sudah berusaha menolong menyelamatkan nyawa Ibu Suharti (50) yang kelelahan tapi tidak berhasil," kata Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPW PKS Jawa Tengah Amir Darmanto saat dihubungi melalui telepon di Semarang, seperti dikutip dari Antara, Selasa malam 5 Juli 2016.

Menurut dia, setelah turun dari bus Sumber Alam dengan tujuan ke Yogyakarta, korban sempat singgah di Posko Mudik PKS Kabupaten Brebes dan bermaksud untuk buang air kecil, namun sebelum masuk toilet, korban pingsan.

"Mengetahui hal itu, tim kesehatan dan kepanduan kami di posko mudik dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa ke Puskesmas karena kondisi korban yang kritis," ujar dia.

Sesampainya di Puskesmas terdekat setelah menerobos kemacetan, kata dia, ternyata korban telah meninggal dunia. Memang pada kenyataanya seperti itu. Tetapi bukanya pak menteri mengucapkan belasungkawa, alih alih mencari pembenaran.
SHARE ARTIKEL