Meski Sudah Dewasa, Otak Kita Masih Dapat Berkembang. Berikut 7 Hal Yang Dapat Mengembangkan Otak!

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 24 Jun 2016
Meski Sudah Dewasa, Otak Kita Masih Dapat Berkembang. Berikut 7 Hal Yang Dapat Mengembangkan Otak!
Otak manusia dewasa masih dapat berkembang
Usia pada masa awal-awal tahun kehidupan manusia memang begitu pesatnya pertumbuhan hampir semua bagian tubuh. Setelah dewasa banyak bagian tubuh yang tidak dapat berkembang lagi. Bahkan para ilmuwan tadinya mengira otak berhenti berkembang setelah tahun-tahun awal kehidupan manusia.

Para ilmuwan tadinya mengira otak berhenti berkembang setelah tahun-tahun awal kehidupan manusia. Namun, studi terbaru membuktikan otak bisa membentuk jalur-jalur saraf baru dan menciptakan neuron di usia dewasa.

Melakukan olah fisik 30 menit setiap hari atau meditasi mampu merangsang produksi sinaps (sambungan antar sel otak), mengonsumsi makanan mengandung antioksidan juga membantu perkembangan otak.

Selain hal-hal itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merangsang pembentukan jalur saraf baru di otak. Berikut dikutip dari nationalgeographic,

Baca Juga : 7 Tips AMPUH, Turunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

1. Berpuasa

Membatasi asupan kalori atau berpuasa terbukti meningkatkan pembentukan jalur sel otak baru (plastisitas sinap), merangsang pertumbuhan sel otak, serta mengurangi risiko penyakit penurunan saraf akibat penuaan.

Selama berpuasa, sistem metabolisme tubuh akan menurunkan kadar hormon leptin sehingga otak menerima sinyal agar neuron menghasilkan energi lebih banyak.

2. Bepergian

Melancong juga bermanfaat merangsang terjadinya pembentukan sel otak karena otak kita terpapar sesuatu yang baru dan lingkungan yang kompleks. Situasi yang baru dan juga menantang membuat otak merangsang dendrit (cabang kecil pada ujung neuron). Bepergian ke negera atau kota yang belum pernah kita kunjungi bisa memberi rangsangan tersebut pada otak.

3. Belajar musik

Hasil pemindaian otak pemusik menunjukkan hubungan yang kuat antara bagian otak. Para ahli saraf menjelaskan, memainkan instrumen sebenarnya adalah pengalaman multi-sensori. Hubungan antara melakukan gerakan motorik dengan suara spesifik, serta pola visual, menghasilkan pembentukan jaringan saraf baru.

4. Menggunakan tangan non-dominan

Menggunakan tangan non-dominan, misalnya jika Anda terbiasa memakai tangan kanan, sekarang gunakan tangan kiri, untuk melakukan beberapa hal semisal mengetik di ponsel, menyikat gigi, atau mengaduk kopi, juga membantu membentuk jalur saraf baru.

5. Membaca fiksi

Membaca, terutama novel fiksi, bisa meningkatkan aktivitas otak di bagian yang mengontrol sensasi fisik dan sistem gerakan.

6. Mempelajari kata baru

Belajar kata-kata baru ternyata bisa mengaktifkan bagian visual otak dan proses auditori (melihat dan mendengar kata), serta proses memori. Belajarlah satu kata baru setiap hari untuk memperkaya kosa kata dan memberi latihan pada otak.

Baca Juga : Bunda, Jangan Lakukan 6 Kesalahan Ini Setelah Melahirkan

7. Seni dan kerajinan

Mengerjakan kerajinan tangan, melukis, menggambar, atau membuat karya seni lainnya, memerlukan kombinasi dari motorik dan proses kognitif. Lebih dari sekdar hobi dan mengisi waktu luang, aktivitas itu bermanfaat positif pada sambungan-sambungan otak.

Jadi untuk belajar apapun sebenarnya tidak ada kata terlambat buat kita, meskipun usia kita tidak tergolong muda lagi. Selain melakukan 7 hal diatas, kita tanamkan mindset bahwa kita pasti bisa.
SHARE ARTIKEL