MEMILUKAN, Pengakuan Bocah SD Cabuli Siswi SMP Di Surabaya Bikin Nangis

 13 May 2016  Penulis
MEMILUKAN, Pengakuan Bocah SD Cabuli Siswi SMP Di Surabaya Bikin Nangis

MI masih mengenakan seragam SD saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya. Dia adalah salah satu pelaku pencabulan terhadap siswi SMP asal Surabaya, sebut saja Bunga, 13. Ya, MI adalah pelaku paling kecil dibandingkan dengan tujuh temannya, usianya masih.

Saat kasus ini dirilis oleh Polrestabes Surabaya, Kamis (12/5), MI mengeluarkan pengakuan yang menggemparkan.

Di depan polisi, wartawan dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, MI mengaku hanya memainkan payudara Bunga. Meremas dan menciuminya. ”Saya cuma suka nenen (payudara), cuma atasnya,” katanya kepada para penyidik.

Dengan bahasa polos, MI secara jujur mengaku penasaran dengan ”rasa” payudara. Maklum, sejak kecil dia tidak pernah diberi ASI. Sebab, ibunya terpaksa pergi ke Kalimantan untuk bekerja.

Otomatis MI sejak bayi hingga kini tidak pernah merasakan sentuhan kasih sayang ibu dari ASI. Hal itu juga ditambah pengaruh buruk video porno yang dia tonton. Alhasil, ajakan tujuh kawannya langsung diterimanya lantaran didasari keinginan mencoba hal yang sama seperti dalam video porno.

BACA JUGA :

  1. Sungguh Tragis Pengasuh Anak Tega Memenggal Kepala Anak Asuhnya Lalu Di Arak Berkeliling
  2. Amalan Amalan Di Bulan Sya'ban Ala Rasulullah  
Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, tersangka MI memang tidak bisa dikenai tindak pidana. Sebab, menurut undang-undang, mereka yang masih berusia kurang dari 12 tahun tidak bisa dikenai ketetapan hukum.

Karena itu, selama proses penyelidikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengadilan agar MI bisa ditindak sesuai dengan peradilan anak yang berlaku. ”Nanti keputusannya bisa dikembalikan ke orang tua atau dibina di lembaga negara,” ujar Lily.

Selain MI, dalam kasus ini polisi juga mengamankan, MY, 12; JS, 14; AD, 14; BS, 12; LR, 14; As, 14 dan HM, 14. Pelaku dan korban semua tinggal di lingkungan Kalibokor Kencana, Surabaya.