Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan, ini yang Membuat Pesawat dan Kapal Lenyap


Ilustrasi

Selama berabad-abad banyak teori bermunculan atas misteri di balik tragedi di Segitiga Bermuda, di mana lebih dari 75 pesawat dan ratusan kapal lenyap misterius. Tidak ada yang tahu pasti kenapa setiap kapal dan pesawat yang melintas Segitiga Bermuda akan hilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak.

Kini, seorang ilmuwan memiliki jawaban soal penyebab tragedi misterius di Segitiga Bermuda. Menurut Dr Steve Miller ahli satelit meteorologi dari Colorado State University, hilangnya pesawat dan kapal di Segitiga Bermuda disebabkan oleh bom angin udara berkecepatan 170 mil per jam yang diciptakan oleh awan heksagonal.

Dr Steve Miller, memperkirakan bahwa awan heksagonal lebih 1,3 juta km persegi (500.000 mil persegi) yang membentang di antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico, dapat menciptakan angin besar berkecepatan 170 mph.

Baca Juga : Viral di Youtube! Video Hewan yang Diduga Naga, Terbang di Pegunungan China

Ledakan bom angin udara itu diyakini dapat membalikan kapal dan membuat pesawat jatuh ke laut. Para peneliti juga mencatat awan heksagonal berukuran besar itu muncul di atas ujung barat Pulau Bermuda.

Angin besar ini, kata Miller, menciptakan “bom udara” yang menimbulkan ledakan udara mematikan yang dapat merobohkan pohon, kapal hingga pesawat.

Jawaban misteri Segitiga Bermuda dari Miller ini muncul setelah menganalisis citra satelit NASA. Dari hasil analisis itu, dia menemukan awan berbentuk segi enam yang membentang 240 km dari lepas pantai Florida dan Bahama.



Miller yang berbicara kepada Science Channel, mengatakan bahwa bentuk awan di Segitiga Bermuda tidak memiliki ujung yang lurus. ”Anda tidak biasanya melihat ujung awan yang lurus,” kata Miller. ”Sebagian besar waktu, awan terbentuk acak dalam distribusinya,” katanya lagi.

“Bom udara” yang tercipta dari awan heksagonal raksasa itu, ujar Miller, bisa jadi jawaban mengapa begitu banyak pesawat dan kapal hilang misterius di Segitiga Bermuda.

Para peneliti pernah meneliti awan dengan bentuk yang mirip di kawasan lepas pantai Inggris di Laut Utara. Awan heksagonal yang membawa angin berkecepatan hingga 160 kph dapat menciptakan gelombang lebih tinggi dari 14 meter.

”Jenis-jenis bentuk (awan) heksagonal di atas lautan dasarnya adalah ‘bom udara’,” kata Dr Randy Cerveny dari University of Arizona.

”Itu dibentuk oleh apa yang disebut microbursts dan ledakan udaranya menghantam laut dan kemudian menciptakan gelombang yang kadang-kadang dapat muncul dalam ukuran besar dan mulai berinteraksi satu sama lain,” ujar Cerveny, seperti dilansir Mirror.

Top