Ikan-ikan Ini Mati Lemas Hingga 2 Kecamatan, Apa Yang Terjadi

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 07 Jun 2016

Ikan-ikan Ini Mati Lemas Hingga 2 Kecamatan, Apa Yang Terjadi
Ilustrasi
Ikan – ikan mati di dua kecamatan ini berawal dari Sungai Bedog, hingga akhirnya  meluas, yakni di kecamatan Pajangan dan Pandak, pada Senin (6/6/2016) siang.
Dugaan sementera warga, matinya sebagian ikan di sungai ini karena dampak limbah cair atau vinasse dari Pabrik Gula dan Spiritus (PGPS) Madukismo.

Sebelum banyak terlihat ikan mati, aliran sungai bedok ini berwarna keruh, hingga ikan bermunculan ke permukaan. Warga yang menyaksikan, memilih untuk mengambili ikan dengan jaring dan ember.

Baca Juga : SIA-SIA SAJA : Bila Proses Melahirkan Mudah, tapi Hamil di Luar Nikah, Berikut Ini Dijelaskan

“Dibanding kejadian sebelumnya, jumlah ikan yang lemas dan mati lebih banyak sekarang. Kalau biasanya kejadiannya malam, namun ini sampai siang masih banyak ikan yang lemas dan ada yang mati,” jelas Saiful, warga Wijirejo, Pandak.

Saiful menduga, kejadian ini merupakan dampak dari pengolahan limbah PGPS Madukismo yang belum diolah dengan baik. Sehingga, menyebabkan ekosistem menjadi terganggu dan lingkungan juga terancam.

Masduki Rahmat yang menjabat sebagai Ketua Karangtaruna Diporatna Muda Desa Guwosari mengatakan, munculnya ikan ke permukaan meluas hingga jembatan Santan, Gesikan yang berada di Kecamatan Pandak. Padahal sebelumnya, hanya di dekat jembatan Sindon, Kentolan, Guwosari, Pajangan.

Baca Juga : PINTER BANGET : VIDEO Kucing Ini Ngerjain Ular Yang Masuk Rumah.

“Kami kurang tahu apakah memang dampak dari limbah madukismo. Namun, memang sampai siang tadi, limbah pekat masih terus mengalir,” ujarnya.

Bahkan, ikan yang sempat ditebarkan pada saat bersih sungai dan aksi penyampaian petisi, Minggu (5/6/2016) kemarin juga ikut mati. Dia pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil sikap atas kejadian kematian ikan hingga tiga kali sejak Minggu (29/5) lalu.

Dia mengemukakan, agar keluhan ini ditanggapi secara serius, pihaknya juga sudah memilliki ratusan keluhan secara tertulis lengkap dengan video testimoni. Testimoni ini akan sampaikan ke pabrik, Pemkab Bantul, Pemda DIY serta Kementrian Perindustrian dan Lingkungan Hidup agar ada penyelesaian masalah ini.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pabrik Spiritus Madukismo, Suhadi membantah jika limbah cair berupa vinasse itu mengakibatkan banyak ikan mati di aliran sungai Bedog.
Pihak pabrik mengklaim jika sebelum masuk ke sungai, limbah ini sudah melewati beberapa tahapan pengolahan sehingga, tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan.

Baca Juga : MENGAGUMKAN : Inilah Sosok Ballerina Muslim, Yang Selalu Bangga Dengan Hijabnya Saat Menari

“Bisa dicek di laboratorium manapun, limbah kami ini sudah organik dan tidak menjadi limbah B3 dan mengandung potasium. Kami juga pastikan jika buangan limbah ini tidak berbau,” ujarnya.

Hanya saja, dia mengakui jika vinasse yang berupa ikatan molekul karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), membuat kadar oksigen dalam air menurun. Selain itu, juga sempat menurunkan kualitas air, karena warnanya yang kecoklatan dan gelap.

“Memang, bisa membuat ikan sedikit beradaptasi dengan oksigen yang ada dalam air. Biasanya muncul di permukaan, tapi tidak mati. Kami juga tegaskan limbah ini tidak membuat gatal-gatal. Semuanya ini, masih di ambang batas,” jelasnya.

Baca Juga : Seorang Muhammad Ali, Ketika Ditanya Saat Pensiun dari Dunia Tinju, Jawabanya Akan MEMBUAT ANDA KAGUM

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul, Eddy Susanto hingga kemarin malam masih belum bisa dikonfirmasi terkait dengan perizinan pembuangan limbah Madukismo.

Memang banyak area area dekat dengan industri, yang mengalami hal serupa. Dan entah kenapa sama saja, warga masih tidak cukup kuat untuk proses hukum. Semoga tidak ada pihak yang diuntungkan ya, dari kejadian seperti ini.
SHARE ARTIKEL