Rosulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan, Ternyata ini Manfaatnya

Komentar

Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rohmat, serta ampunan. Semua amal ibadah kita di bulan suci ini akan dilipatkan gandakan oleh Allah SWT pahalanya. Bahkan tidurnya seorang yang puasa, juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Menurut hadits :
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Dan kenapa Nabi Muhammad SAW menganjurkan tidur miring ke kanan, karena posisi tidur inilah yang benar dan tepat. Dimana ukuran paru-paru kiri lebih kecil dari paru-paru kanan.
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

Berikut manfaat tidur dengan posisi miring ke kanan, yang kami rangkum dari berbagai sumber :

Baca Juga : 7 Kebiasaan Ini Akan Membawa KeSUKSESan dalam Hidupmu

1.Mengistirahatkan otak sebelah kiri.



Otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Pada umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktivitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktivitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam.

2. Mengurangi beban jantung.

Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.

3. Mengistirahatkan lambung.


Bentuk lambung manusia seperti tabung dengan ujung katup menuju usus menghadap ke kanan bawah. Apabila kita tidur ke sebelah kiri, maka proses pengeluaran makanan yang telah dicerna akan sedikit terganggu, bisa memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya bisa meningkatkan asam lambung, bisa juga menjadikan cairan usus menjadi bersifat basa dan mengakibatkan erosi dinding lambung.

Baca Juga : 20 Tanda, Pertanda Anda Menjadi HAMBA DUNIA

4.Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.



Aliran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) yang lancar akan menyebabkan cairan empedu meningkat.  Dan hal ini bisa mencegah pembentukan batu kandung empedu, apabila dalam posisi miring ke kanan keluaran getah pancreas juga akan meningkat.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.



Ketika sedang tidur pergerakan usus semakin meningkat, dengan tidur posisi sebelah kanan perjalanan makanan yang telah dicerna dan siap diserap akan menjadi lebih lama karena posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Dengan waktu tidur yang lama bisa memungkinkan penyerapan menjadi lebih optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB).


Tidur miring ke sebelah kanan, proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

7. Mengistirahatkan kaki kiri.


Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktivitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan, sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring ke kanan, maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

Segala puji bagi Allah dengan segala nikmatnya, sehingga setiap aktivitas positif apapun yang kita lakukan pasti ada manfaatnya jika dilakukan dengan benar menurut petunjuk Al Qur’an dan hadist.
Top