10 Makhluk Ciptaan Allah Menurut Al-Qur'an

 05 Nov 2019  Taufiq F

10 Makhluk Ciptaan Allah Menurut Al-Qur'an

Ciptaan Allah - Image from masjidku.id

Tentunya setiap dari kita adalah ciptaan Allah SWT, ada banyak sekali ciptaan Allah di bumi ini dan ciptaan allah di langit bahkan tidak hanya di bumi melainkan semua jagat raya ini.

Dari setiap yang bukan ciptaan Allah adalah ciptaan kita semuanya. Setiap makhluk, merupakan ciptaan Allah beserta manfaatnya dan semua ciptaan allah cantik.

Berdasarkan Al-Quran, makhluk ciptaan Allah disebutkan hanya ada 6 macam, yang 3 berakal dan 3 lainnya tidak yaitu: malaikat, jin, manusia, tanaman, binatang, dan benda mati.

Lalu bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya? Simak penjelasan yang telah dirangkum wajib baca pada kesempatan kali ini dibawah berikut.

Ciptaan Allah Disebut?

Tentunya semua ini termasuk kita adalah ciptaan Allah, ada banyak sekali ciptaan Allah di jagat raya ini kecuali setiap apa yang kita ciptakan sendiri.

Dan tentunya ada sebutan sendiri bagi ciptaan Allah, yaitu "Makhluk". Kata makhluk sendiri merupakan serapan dari kata yang berbahasa Arab yang kalau di Bahasa Indonesia kan artinya adalah yang diciptakan.

Jadi kalau ada pertanyaan yang mengatakan "Ciptaan allah disebut apa?" maka jawab saja dengan kata "makhluk".

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa ada banyak sekali makhluk Allah sebagai berikut ciptaan allah contohnya:

10 Ciptaan Allah SWT yang ada di bumi

1. Manusia
2. Hewan
3. Tumbuhan
4. Bumi
5. Matahari
6. Bintang
7. Bulan
8. Daratan
9. Lautan
10 Pegunungan

7 Ciptaan Allah yang tidak akan hancur hingga kiamat, cek selengkapnya disini (Baca: 7 Ciptaan Allah yang Tak Akan Hancur Saat Akhir Zaman Tiba)

Selain itu sebenarnya masih banyak lagi makhluk Allah SWT yang lainnya. Namun akan dijelaskan secara rinci dibawah ini.

Makhluk Ciptaan Allah dalam Al-Qur'an

Alam semesta begitu besar, pernahkah berfikir siapa saja yang menghuninya selain kita dan makhluk lainnya yang pernah kita ketahui?

Sampai sekarang ilmu astobiologi belum menemukan data-data yang signifikan. Semuanya baru pada tingkat dugaan dan asumsi. Maka dari itu kita tidak bisa bersandar pada data empirik untuk membahas tentang penghuni alam semesta ini.

Untuk itu, akan lebih baik jika kita mendasarkan pembahasan kita ini pada informasi dari Al-Qur'an. Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa makhluk ciptaan Allah ada 6 macam, yang 3 berakal dan yang 3 lainnya tidak berakal, yaitu malaikat, jin, manusia, tanaman, binatang, dan benda mati.

Malaikat sebagai makhluk pertama

Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT khusus untuk membantu Allah mengurus alam semesta cintaan-Nya.

Bukan berarti Allah SWT kuwalahan dalam mengurus alam semesta ini dan kemudian butuh bantuan malaikat. Allah SWT berfirman Beliau selalu dalam kesibukan mengurusi alam semesta.

Ketahui jumlah malaikat yang sebenarnya berikut disini (Baca: Tak Hanya 10, Berikut Jumlah Malaikat Allah yang Sebenarnya)

“Semua yang ada di langit dan di Bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” QS. Ar Rahman (55) : 29.

Pada dasarnya, yang sibuk mengurusi alam semesta adalah Allah SWT semata. Karena, toh malaikat adalah ciptaan Allah. Akan tetapi Allah membuat sebuah mekanisme yang memang melibatkan malaikat dalam interaksi-Nya dengan makhluk yang lain terutama manusia. Hal ini misalnya, dapat dilihat dari firman Allah SWT sebagai berikut ini:

“Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana". QS Asy Syuraa (42) : 51.

Malaikat adalah makhluk Allah yang terbuat dari cahaya. Malaikat bisa bergerak mengelilingi bumi sebanyak 8 kali hanya dalam 1 detik saja.

Dengan kecepatan setinggi itu, malaikat lantas memiliki berbagai kelebihan. Diantaranya malaikat memiliki waktu yang sangat panjang dibandingkan dengan waktu manusia. Terjadilah relatifitas waktu, sebagaimana diketahui dalam ayat berikut ini:

“Naik malaikat dan ruh kepadaNya dalam waktu sehari yang kadarnya 50.000 tahun.” QS Al Ma’arij (70) : 4.

Secara eksplisit Allah SWT memberikan pengetahuan bahwa sehari bagi malaikat adalah seperti 50.000 tahun bagi manusia. Kenapa bisa demikian? Karena malaikat memiliki kecepatan yang sangat tinggi.

Ilmu fisika modern menjelaskan, bahwa bagi makhluk yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka waktu akan bergerak lamban baginya.

3 perbedaan malaikat dan manusia bisa dilihat dari sini (Baca: 3 Perbedaan Manusia dan Malaikat Berdasarkan 3 Hal)

Malaikat sebagai utusan Allah diberi kecepatan tinggi di alam semesta ini agar bisa menyelesaikan berbagai tugasnya dengan mudah. Dengan demikian, tugas yang sangat banyak itu dapat diselesaikan dengan baik. termasuk mendampingi orang-orang yang beriman dalam menghadapi berbagai persoalannya.

Jin sebagai makhluk kedua

Jin adalah makhluk Allah yang diciptakan sesudah malaikat. Jika malaikat terbuat dari cahaya, sedangkan jin terbuat dari nyala api yang sangat panas.

“Dan jin Kami ciptakan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas” QS. Al Hijr (15) : 27.

(Jika ingin memahami kehidupan jin lebih dalam bacalah surat jin(72):1-28. Di dalamnya terdapat penjelasan yang menggambarkan tentang kehidupan masyarakat jin).

Dengan kata lain, badan jin terbuat dari gelombang panas. Namun jin memiliki kualitas dan tingkat energi yang lebih rendah dibandingkan malaikat.

Namun tetap memiliki kelebihan dibandingkan manusia, diantaranya bisa merambat di berbagai jenis benda, atau bisa menembus benda. Jin juga memiliki kecepatan yang 10 kali lebih besar dari pada manusia, tetapi jauh di bawah kecepatan malaikat.

Yang membedakan antara jin dan malaikat adalah dimensinya. Malaikat adalah makhluk berdimensi 9 yang hidup di langit ke tujuh, sedangkan jin berdimensi 4 yang hidup di langit kedua.

Malaikat bisa masuk menjelajah alam jin, tetapi sebaliknya jin tidak bisa memasuki dunia malaikat. Karena itu, Al-Quran menggambarkan, kadang jin mencoba mengintip dan mencuri dengar informasi dari alam malaikat, sebagaimana ayat berikut ini:

"Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan) maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang". QS Ash Shaaffaat (37) : 10.

Jin diciptakan untuk bisa membangkang terhadap perintah Allah. Mereka adalah makhluk yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban sebagai hamba Allah.

Jin juga ada yang jahat ada yang baik. Ada yang kafir ada yang salih, ada yang masuk surga dan ada yang masuk neraka. Jin jahat disebut setan dan kakek buyut dari setan adalah iblis.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka Jin mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim". QS Al Kahfi (18) : 50.

Bangsa jin diciptakan terlebih dahulu dibandingkan manusia. Ada yang mengatakan sekitar 5000 tahun sebelum manusia. Karena itu, ketika manusia diciptakan oleh Allah, bangsa jin sudah demikian maju dalam peradabannya.

Mereka memang memiliki peradaban seperti manusia. Mereka hidup bersosial politik, mereka juga hidup berkeluarga dan juga memiliki agama dan seterusnya.

Perlu diketahui perbedaan antara malaikat, jin, dan manusia, cek penjelasannya disini (Baca: Muslim Harus Tahu, Ini Perbedaan Malaikat Jin dan Manusia)

Manusia sebagai makhluk ketiga

Manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih peran dalam drama kehidupan ini apakah ingin menjadi penjahat seperti setan atau menjadi orang yang baik.

Manusia terbuat dari unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Secara umum manusia terbuat dari zat-zat biokimiawi.

Karena bersifat material, maka badan manusia paling berat di antara makhluk Allah yang bernama malaikat dan jin.

Maka manusia hidup di langit yang paling rendah, yaitu langit pertama, jin hidup di langit kedua, sedangkan malaikat hidup di langit yang paling tinggi yaitu ke tujuh.

Sedangkan langit ketiga sampai keenam juga ditempati oleh arwah manusia yang sudah meninggal. Mereka menunggu terjadinya hari kiamat, untuk dibangkitkan dan hidup kembali menempati badan wadahnya.

Di langit pertama inilah manusia hidup di atas permukaan bumi, langit pertama ini disebut juga sebagai langit dunia.

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia ini dengan hiasan bintang bintang” QS. Shaaffaat ( 37 ) : 6

Tumbuhan dan binatang sebagai makhluk keempat dan kelima

Ketiga makhluk yang terlebih dahulu kita bahas adalah makhluk hidup yang berakal. Sedangkan yang keempat dan kelima ini adalah makhluk hidup yang tidak berakal.

Perbedaan yang mendasar itu menjadikan fungsi kedua kelompok tersebut sangat beda jauh. Allah tidak membebani binatang dan tumbuhan dengan agama.

Mereka tidak memiliki pilihan dalam hidupnya. Satu-satunya pilihan adalah taat kepada Allah. Mereka tidak bisa memberontak sebagaimana manusia dan jin yang punya akal dan nafsu.

Kenapa cicak diciptakan padahal hewan satu ini perlu dibasmi? Cek disini (Baca: 
Kenapa Allah Menciptakan Cicak? Padahal Cicak Termasuk Hewan Fasik dan Harus Dibunuh)

Tapi bukan berarti mereka tidak beribadah, Allah beruang kali menjelaskan dalam Al-Qur'an, bahwa langit, bumi dan segala isinya bertasbih kepada Allah termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan.

“Tidakkah kamu tahu bahwasannya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di Bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” QS An Nuur (24) : 41

Tumbuhan dan binatang diciptakan Allah terlebih dahulu sebelum manusia dan jin. Tumbuhan dan binatang adalah perintis kemakmuran bumi. Tumbuhan dan binatang diciptakan seperti halnya manusia dari bahan biokimiawi yang berasal dari tanah.

Benda mati sebagai makhluk keenam

Untuk kelengkapan hidup manusia, Allah menciptakan segala macam benda di permukaan bumi. Semuanya diperuntukkan manusia. Mulai dari berbagai macam tambang di dalam perut bumi, bebatuan, gunung, lautan, atmosfer, angin, hujan, petir dan banyak lainnya.

Manusia sebagai khalifah di muka bumi tidak perlu menciptakan kebutuhannya sendiri. Semua sudah disiapkan oleh Allah, manusia tinggal mencari dan memproses sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini dikatakan dalam ayat berikut:

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di Bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." QS. Huud (11) : 6

Allah meletakkan dasar keseimbangan di dalam segala ciptaan-Nya. Selama manusia mengelola bumi dengan keseimbangan maka kehidupan manusia akan tercukupi sampai kapan pun.

Kenapa malaikat harus kita imani? Alasannya berikut ini (Baca: 10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Kita Imani)

Akan tetapi jika dikelola dengan sembarangan apalagi penuh keserakahan, maka bumi ini pun akan mengalami kerusakan, bahkan kehancurannya.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena Perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". QS Ruum : 41

Demikian penjelasan tentang ciptaan Allah yang dapat wajibbaca.com sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua, marilah kita menghargai dan menghormati segala ciptaan Allah ini.