3 Fakta, Kenapa Taipei Masuk Urutan 6 Kota Paling Millenial se Asia-Pasifik

 25 Dec 2019  Penulis Wajibbaca

Beijing memang ibukota Republik Rakyat Cina (RRC) dan juga merupakan salah satu kota terpadat di dunia menurut survey tahun 2010.

Tapi yang kita bahas kali ini bukan Beijing, tapi Taipei.

Taipei menurut menurut Value Champion menempati urutan ke-6 dari segi penilaian kota paling millenial se Asia-Pasifik.

Kenapa Taipe?

Ada 3 hal yang menjadi aspek penting penilaian menurut Badan Survei ini. Pertama biaya hidup, kedua mudahnya mendapatkan pekerjaan di sana, dan tentu saja ini berefek kepada bagaimana kualitas hidup warga Taipe.

Berikut penjelasan ketiga hal tersebut.

3 Fakta, Kenapa Taipei Masuk Urutan 6 Kota Paling Millenial se Asia-Pasifik

Taipe - Image from wajibbaca.com

1. Biaya Hidup di Taipei

Berikut ini adalah estimasi biaya hidup di Taipei dengan gaya hidup tidak bermewah-mewahan, tapi sudah sangat cukup, bersih dan sehat.

Saat kita datang ke Taipei, perkiraan biaya hidup kita di sana adalah.

Tempat Tinggal = NT$ 1.250 per bulan
Listrik = NT$ 500 per bulan
Makan (Masak) = NT$ 25 3 kali/hari = 75 NT$ perhari = NT$ 2.250 perbulan
Paket Internet (Manfaatkan WIFI)
Belanja Bulanan (keperluan pribadi) = NT$ 500
Jajan = NT$ 250
Gas (3 Tabung) = NT$ 300
Transportasi (Bus) = NT$ 100
Insurance = NT$ 1.000 per bulan

Adapun Barang-barang yang tidak habis pakai, adalah sebagai berikut.
Sepeda (Harga Terendah Kurang Lebih) = NT$ 2.500
* Rice Cooker = NT$ 800
* Kompor Gas = NT$ 500
* Setrika = NT$ 400
* Colokan Listrik = NT$ 300
* Termos = NT$ 300
* Tempat Air Minum = NT$ 200
* Peralatan Masak = NT$ 1.000
* Peralatan Makan = NT$ 500

* Harga tersebut adalah pembulatan dan perkiraan.

Jadi total biaya bulan pertama yang tidak habis pakai NT$ 6.500 (sekitar Rp 3 juta)
Total Biaya Bulanan (Keperluan Bulanan) = NT$ 6.150 (sekitar Rp 2.85 juta)
Note: Kurs 1 NTD berkisar antara 430 hingga 460 rupiah.

Pengeluaran lain

Selain pengeluaran rutin diatas, jangan lupa bahwa kita sebagai orang kelahiran Indonesia yang orang tua, keluarga, dan sanak saudara masih di Indonesia, sebagai pekerja ataupun mahasiswa, mungkin kita perlu pulang sekitar 6 bulan atau setidaknya satu tahun sekali untuk menghapus rasa rindu kepada keluarga di Indonesia.

Maka kita membutuhkan biaya transport untuk Taiwan-Indonesia dan sebaliknya.

Estimasinya sebagai berikut

Biaya Pesawat (TPE-SUB) = 3,7 sd 5,6 juta (PP) (sekitar NT$ 8000-12000) per orang
Biaya tersebut untuk area jawa timur, provinsi lain mungkin berbeda.

Bagaimana menurutmu murah atau malah lebih mahal dari Indonesia? Mahal atau tidaknya bukankah pengeluaran harus dibandingkan dengan pemasukan. Coba kita hitung berapa pemasukan yang dapat kita peroleh jika bekerja di Taiwan.

2. Mudahnya Prospek Pekerjaan

Nah, setelah kita mengupas besaran biaya hidup di Taipei, sekarang kita bandingkan dengan berapa penghasilan rata-rata di sana. Perhitungan ini juga kita hitung di range medium, dan kebanyakan orang menghasilkan di kisaran tersebut.

Jika kamu seorang mahasiswa, kamu bisa menghasilkan uang di jam-jam kuliah yang kosong. Begitu kata seorang mahasiswi Indonesia yang bernama Gabrielle Safira di Taipei yang memaparkan hal ini melalui channel youtubenya.

Namun yang kita bahas kali ini adalah jika kamu adalah seorang tenaga kerja Indonesia di Taiwan berapa gaji yang akan kamu dapatkan selama satu bulan.

Mengutip detik.com, pada tahun 2018, dengan kurs 1 NTD = Rp 472. Para TKI yang bekerja di pabrik Taiwan dapat memperoleh gaji sebesar 22.000/NTD atau sekitar 10,4 Juta Rupiah. Tahun 2019 nampaknya ada kenaikan.

Itu mengenai besarnya penghasilan di sana, ada yang sudah dipotong asuransi ada yang belum. Jadi masih lumayan kan buat tabungan. Gaji diatas adalah standart, beda lagi jika ada lembur dan lain-lain maka lebih banyak.

Sampai disini mungkin bisa ditarik kesimpulan bahwa pengeluaran perbulan kita adalah 30% dari penghasilan, yaitu gaji Rp 10juta, pengeluaran 3juta.

Bagaimana menurutmu? Biaya hidup di Taiwan mahal atau murah ?

Sekarang bicara mengenai prospek pekerjaannya. Susah nggak mencari pekerjaan di Taiwan?

Mengutip kompas.com, menurut Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, berikut data yang disampaikan pada tahun 2018.

"TKI kita di Hongkong sudah lebih dari 150.000 orang. Di Makau sekitar 20.000 orang. Di Taiwan sekitar 200.000 orang. Sementara jumlah TKA asal China yang kerja di Indonesia sampai akhir 2017 sekitar 24.800-an," ujar Hanif.

Nah, paling tidak hal ini sudah menjadi indikasi bahwa mencari pekerjaan di Taiwan itu tidaklah sulit, karena dibanding Makau, ataupun Hongkong, TKI kita lebih banyak terserap di Taiwan.

3. Kualitas Hidup Warga

Disini nampaknya sudah jelas, jika tenaga kerja asing saja digaji sebesar itu, maka biasanya banyak tenaga-tenaga dalam negeri yang digaji lebih banyak dari itu. Maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas warga di Taipe bisa dibilang makmur.

Banyak hal-hal unik juga disana, seperti lalu lintas yang jarang sekali terdengar klakson tidak seperti di Jakarta atau kota-kota besar Indonesia. Tidak ada sogok menyogok polisi lalu lintas. Jalan-jalan di sana pun murah, ada paket-paket perjam. Hingga belanja barang-barang bekas murah di Pasar.

Simak video berikut ini.

Tertarik jalan-jalan ke Taipe? Menurut kamu sudah layak nggak Taipe jadi kota paling millenial urutan 6 se-Asia Pasifik, berikan jawabanmu!